<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509</id><updated>2011-07-31T09:27:48.558+07:00</updated><title type='text'>Budak Subang Tea Nu Ti Kampung</title><subtitle type='html'>Selayang Pandang dan Sekilas senyum untuk Ibadah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-6252618262200144411</id><published>2010-10-18T08:35:00.002+07:00</published><updated>2010-10-18T08:43:15.833+07:00</updated><title type='text'>Dijual Tanah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;Informasi: Dijual sebidang tanah darat seluas&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Lima Ribu Sembilan Ratus Tiga Puluh Dua Meter Persegi&lt;/span&gt;. Lokasi Strategis Daerah Jomin Barat-Cikampek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Harga bisa negosiasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;Bagi yang berminat, bisa menghubungi&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; A.n Pepen Apendi Hp:081322086125&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-6252618262200144411?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/6252618262200144411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=6252618262200144411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/6252618262200144411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/6252618262200144411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2010/10/dijual-tanah.html' title='Dijual Tanah'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-5825255266234434605</id><published>2008-09-19T14:35:00.000+07:00</published><updated>2008-09-19T14:47:26.054+07:00</updated><title type='text'>Ketentuan Dalam Menetukan Hari Raya Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247635461165019026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/SNNYphV775I/AAAAAAAAABQ/m3Fkg-OK70Q/s320/35-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk meributkan masalah penentuan kapan hari raya akan dilaksanakan. Ini tidak lepas dari peran dua ormas Islam terbesar di Indonesia, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nu.or.id/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Nahdlatul Ulama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt; (NU). Muhammadiyah berpatokan menggunakan Hisab, sedangkan NU dengan Rukyat. Setiap tahun tidak ada habisnya perdebatan antar kedua kubu ini. Akhirnya menghasilkan penentuan Hari Raya yang berbeda2. Tidak ada yang mau mengalah. Mengapa hal ini terjadi?&lt;br /&gt;Sebelum beranjak lebih jauh dengan perbedaan kedua kubu, kita sebagai umat muslim harus tau dasar2nya yang mereka pakai. Jangan asal ikut2an, dan jangan asal pula memilih yang paling cepat.&lt;br /&gt;Dasar Hukum&lt;br /&gt;Dasar hukumnya sebenarnya sama, dari Hadis :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rosyidi.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Hadits dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata :Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah Sya’ban tiga puluh hari.” (HSR. Bukhari 4/106, dan Muslim 1081)&lt;br /&gt;Hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma :Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Janganlah kalian mendahului bulan Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari kecuali seseorang diantara kalian yang biasa berpuasa padanya. Dan janganlah kalian berpuasa sampai melihatnya (hilal Syawal). Jika ia (hilal) terhalang awan, maka sempurnakanlah bilangan tiga puluh hari kemudian berbukalah (Iedul Fithri) dan satu bulan itu 29 hari.” (HR. Abu Dawud 2327, An-Nasa’I 1/302, At-Tirmidzi 1/133, Al-Hakim 1/425, dan di Shahih kan sanadnya oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)&lt;br /&gt;Hadits dari ‘Adi bin Hatim radhiallahu ‘anhu :Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Apabila datang bulan Ramadhan, amka berpuasalah 30 hari kecuali sebelum itu kalian melihat hilal.” (HR. At-Thahawi dalam Musykilul Atsar 105, Ahmad 4/377, Ath-Thabrani dalam Ak-Kabir 17/171 dan lain-lain)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :“Puasalah karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya. Jika awan menghalangi kalian sempurnakanlah tiga puluh hari. Jika dua orang saksi mempersaksikan (ru’yah hilal) maka berpuasalah dan berbukalah kalian karenanya.” (HR. An-Nasa’I 4/132, Ahmad 4/321, Ad-Daruquthni, 2/167, dari Abdurrahman bin Zaid bin Al-Khattab dari sahabat-sahabat Rasulullah, sanadnya Hasan. Demikian keterangan Syaikh Salim Al-Hilali serta Syaikh Ali Hasan. Lihat Shifatus Shaum Nabi, hal. 29)&lt;br /&gt;Perbedaan Penafsiran&lt;br /&gt;Namun keduanya mempunyai penafsiran yang berbeda. NU berpendapat bahwa kata2 melihat dalam hadis tersebut adalah melihat secara langsung. Namun Muhammadiyah berpendapat bahwa kata liru’yatihi (melihatnya), tidak melulu bermakna melihat dengan mata telanjang. Namun kata ra’a, dapat diartikan berpikir. Oleh karena itu, mereka menyatakan bah bahwa wa riwayat riwayat-riwayat yang mencantumkan lafadz ra’a, bisa diartikan dengan , memikirkan, atau bisa diartikan bolehnya menetapkan awal bulan dengan hisab.&lt;br /&gt;Dan keduanya tidak akan bisa ketemu bak air dan minyak. Bahkan menurut teman saya, Ust. Noval, masing-masing memiliki ego yang tinggi sekali. Jika Ustad dari NU menerangkan masalah ini dalam kuliah atau ceramah, hampir bisa dipastikan akan memperbanyak porsi penerangan menggunakan rukyat daripada hisab. Begitupula sebaliknya.&lt;br /&gt;Kesulitan dalam Rukyat dan Hisab&lt;br /&gt;Memang Rukyat itu sangat sulit dan individual. Sangat sulit melihat bulan dengan alat bantu, apalagi dengan mata telanjang. Karena bulan hanya muncul beberapa menit saja. Mengapa individual? Menurut Ust.Ahmad Mukarom, dulu dalam tim rukyatul hilal jawa timur, ada yang pernah mengaku dan bersumpah telah melihat bulan. Dan temannya ada juga yang melihatnya juga tapi cuma sekejap mata. Namun, setelah diselidiki ternyata yang dilihat adalah lampu pelabuhan. Yang memang pada setiap sore memancarkan sinarnya berkedip-kedip. Ada pula cerita, ketika pelatihan rukyatul hilal, ada orang yang berhasil melihatnya, lalu ia menunjuk ke arah bulan itu dan berkata “Itu lho, Itu”. Tapi banyak yang masih bengong, mana sih? Dan setelah beberapa saat baru yang lain melihatnya, “oo.. itu”.&lt;br /&gt;Namun, Hisabpun juga bukan tanpa celah. Perhitungan2 yang dilakukan cukup banyak versinya. Ada yang berpendapat bahwa bulan dapat dilihat pada sudut 7 derajat, ada yang 10 derajat, tapi ada pula yang mengatakan 11, ada yang 11,5, dll. ada puluhan referensi yang berbeda2 dalam menentukan sudutnya. Bahkan ada beberapa ulama yang masih menggunakan perhitungan astronomi kuno. Dan memang tidak ada standar baku dalam penghitungan ini.&lt;br /&gt;Menggunakan Penafsiran Rasulullah dan Sahabat&lt;br /&gt;Sebenarnya masalah penentuan awal dan akhir puasa Ramadhan ini sudah cukup jelas. Jika pada tulisan2 saya sebelumnya saya terkesan lebih mengkritisi NU, misalnya masalah bid’ah pengucapan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://rosyidi.com/sodaqollahul-adzim-bukan-penutup-bacaan-al-quran/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Sodaqallahul Adzim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;, kali ini saya justru lebih memihak NU. Karena memang saya tidak memihak organisasi manapun. Dan hanya mengikuti apa yang ada dalam Al-Qur’an serta As-Sunnah dengan penafsiran Rasulullah dan para sahabat.&lt;br /&gt;Memang Muhammadiyah berdalih bahwa kata2 ra’a dapat diartikan berpikir. Yaitu dengan menggunakan hisab. Namun, apakah Rasulullah dan para sahabat menafsirkan seperti itu? Tentu tidak. Mari kita simak wasiat terakhir Rasulullah, dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud (4607), Tirmidzi (2676), Ibnu Majah (43 - 44), Ahmad, dll :Sabda Rasulullah SAW : ‘Saya berpesan kepada kamu supaya sentiasa bertaqwa kepada Allah Azza wajalla serta mendengar dan taat sekalipun kepada seorang hamba yang memerintah kamu. Sesungguhnya orang-orang yang masih hidup di antara kamu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang kepada sunnahku dan dan sunnah Khalifah Ar-Rasyiddin Al-Mahdiyyin yang memperoleh petunjuk ( dari Allah ) dan gigitlah ia dengan gigi geraham kamu ( berpegang teguh dengannya dan jangan dilepaskan sunnah-sunnah itu ). Dan jauhilah kamu dari pekara-pekara yang diadakan, karena sesungguhnya tiap-tiap bid’ah itu menyesatkan.‘&lt;br /&gt;Jadi jika menafsirkan Al-Qur’an dan As-Sunnah seharusnya menggunakan penafsiran Rasulullah dan para Khulafaur Rasyiddin, bukan penafsiran organisasi atau penafsiran perorangan, semuanya akan mudah.&lt;br /&gt;Selain itu pada hadits no.4 juga ada kalimat, “Jika awan menghalangi kalian sempurnakanlah tiga puluh hari.”. Lafadz ini dengan jelas menunjukkan bahwa ru . ru’yat berarti melihat dengan mata telanjang, bukan hisab. Sejak kapan ada awan yang dapat menghalangi pikiran?&lt;br /&gt;Allahua’lam bishowab.&lt;br /&gt;Mempersatukan Hari dengan Mengikuti Pemerintah&lt;br /&gt;Penjelasan diatas itu baru NU dan Muhammadiyah yang merupakan ormas terbesar di Indonesia. Belum lagi diikuti oleh Persis, Al-Irsyad, Hizbut Tahrir, dll. Setiap ormas memiliki pandangan masing2. Masing-masing ormas seolah merasa punya hak otoritas menetapkan tanggal 1 Ramadhan dan tanggal 1 Syawal. Setidaknya untuk konstituen mereka sendiri. Sesuatu yang tidak pernah terjadi di berbagai negeri Islam lainnya. Di sana, urusan penetapan seperti itu 100% diserahkan pemerintah. Masing-masing ormas tidak pernah merasa berhak untuk menetapkan sendiri. Dan lucunya, bukan hanya ormas yang sering tidak kompak dengan pemerintah, tetapi di dalam satu ormas pun terkadang sering terjadi tidak kompak juga. Misalnya, ketika DPP ormas tertentu mengatakan A, belum tentu DPW atau DPD dan DPC-nya bilang A. Masing-masing sturktur ke bawah kadang-kadangmasih merasa lebih pintar untuk menetapkan sendiri jadwal puasa.&lt;br /&gt;Selain itu, juga ada ormas yang selalu menginduk ke jadwal puasa di Saudi Arabia. Mau lebaran hari apa pun, pokoknya ikut Saudi.Bahkan mungkin karena saking semangat untuk ijtihad, ada ormas yang sampai menasehati pemerintah untuk tidak usah mencampuri masalah ini.&lt;br /&gt;Inilah akibatnya kalau pemerintah kurang tegas terhadap ormas, dan masyarakat yang terpecah belah oleh ormas2 tersebut.&lt;br /&gt;Sebagaimana Sabda Rasulullah :“Puasa itu adalah hari ketika kalian seluruhnya berpuasa, Iedlul Fithri adalah hari di mana seluruh kalian berbuka (yakni tidak berpuasa lagi -pent.) dan Iedlul Adha adalah hari ketika kalian seluruhnya menyembelih kurban.” (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah, dengan Tuhfatul Ahwadzi, 2/37)&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim dalam Tahdzibu as-Sunan, 3/214: “Dikatakan bahwa pada hadits ini terdapat bantahan atas orang yang berkata: “Sesungguhnya barangsiapa yang melihat munculnya bulan Sabit dengan mengukur hisabnya atau menghitung tempat-tempat terbitnya, boleh baginya berpuasa dan beriedlul Fithri sendiri, tidak seperti orang yang tidak mengetahuinya”. Dikatakan bahwa seorang yang melihat munculnya bulan sabit sendirian, tetapi hakim tidak menerima persaksiannya, maka dia tidak boleh berpuasa sebagaimana manusia pun belum berpuasa“. (Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani)&lt;br /&gt;Demikian pula tentunya siapa yang melihat hilal Syawwal sendirian, namun penguasa tidak menerima persaksiannya, maka dia tidak boleh berhari raya sendirian.Berkata Abul Hasan as-Sindi dalam catatan kakinya terhadap Sunan Ibnu Majah, setelah menyebutkan hadits Abu Hurairah dalam riwayat di atas sebagai berikut: “Tampaknya makna hadits ini adalah bahwa perkara-perkara tersebut bukan haknya pribadi-pribadi seseorang tertentu. Dan tidak boleh seseorang menyendiri dalam masalah tersebut, tetapi urusan ini dikembalikan kepada imam dan jama’ah kaum muslimin seluruhnya. Wajib bagi setiap pribadi mengikuti kebanyakan manusia dan penguasanya. Dengan demikian jika seseorang melihat hilal, tetapi penguasa menolaknya, maka semestinya dia tidak tidak menetapkan perkara-perkara tadi pada dirinya sendirian, sebaliknya wajib baginya mengikuti kebanyakan manusia”. (Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani)&lt;br /&gt;Perintah Menaati Pemimpin&lt;br /&gt;“Barangsiapa menaatiku berarti telah menaati Allah. Barangsiapa menentangku berarti telah menentang Allah. Barangsiapa menaati pemimpin (umat)ku berarti telah menaatiku, dan barangsiapa menentang pemimpin (umat)ku berarti telah menentangku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ’anhu)&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani berkata: “Di dalam hadits ini terdapat keterangan tentang kewajiban menaati para penguasa dalam perkara-perkara yang bukan kemaksiatan. Adapun hikmahnya adalah untuk menjaga persatuan dan kebersamaan (umat Islam), karena di dalam perpecahan terdapat kerusakan.” (Fathul Bari, juz 13, hal. 120)&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan Ulil Amri diantara kalian.” (An-Nisa`: 59)&lt;br /&gt;Al-Imam An-Nawawi berkata: “Yang dimaksud dengan Ulil Amri adalah orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan untuk ditaati dari kalangan para penguasa dan pemimpin umat. Inilah pendapat mayoritas ulama terdahulu dan sekarang dari kalangan ahli tafsir dan fiqih serta yang lainnya.”(Syarh Shahih Muslim, juz 12, hal. 222)&lt;br /&gt;Perintah untuk mentaati penguasa tersebut adalah terus berlangsung walaupun penguasa tersebut dhalim atau fasik&lt;br /&gt;Banyak sekali orang2 yang tidak menuruti pemerintah, dengan alasan pemerintah Indonesia adalah pemerintahan sekuler. Pernyataan itu tidak berdasar sama sekali. Jangankan sekuler, dhalim dan fasikpun kita tetap harus mengikutinya, selama bukan mengajak kedalam kemungkaran. Berikut ini pendapat beberapa ulama yang mewajibkan kita mentaati pemerintah.&lt;br /&gt;Berkata Imam ash-Shabuni : “Ahlul hadits berpendapat untuk menegakkan shalat Jum’at dan dua hari raya dan lain-lain dari shalat-shalat jama’ah di belakang setiap penguasa muslim yang baik atau pun yang jahat. Dan berpendapat untuk berjihad memerangi orang-orang kafir bersama mereka, walaupun penguasa tersebut dhalim dan jahat”.Berkata Imam al-Barbahari : “Ketahuilah bahwa kejahatan penguasa tidak mengurangi kewajiban yang Allah wajibkan melalui lisan nabi-Nya . Kejahatannya untuk diri mereka sendiri, sedangkan ketaatan dan kebaikanmu bersamanya tetap sempurna -Insya Allah. Yakni kebaikan berupa shalat jama’ah, Jum’at dan jihad bersama mereka dan segala sesuatu dari ketaatan yang dikerjakan bersama mereka, maka pahalamu sesuai dengan niatmu”. (Syarhus Sunnah, al-Barbahari, hal. 116)&lt;br /&gt;Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : “Dan mereka (ahlus sunnah wal jama’ah) memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar sesuai dengan apa yang diwajibkan oleh syari’at. Mereka berpendapat untuk menegakkan haji, shalat jum’at, dan hari raya bersama para penguasa, apakah mereka orang-orang baik ataukah orang-orang jelek. Dan berpendapat untuk menegakkan shalat jama’ah, jihad dan menegakkan nasehat untuk umat”. (Aqidah Wasithiyah, Ibnu Taimiyah, hal. 257)&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ketika menjelaskan ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas sebagai berikut: “Mereka (ahlus sunnah wal jama’ah) berpendapat untuk menegakkan haji bersama para penguasa walaupun mereka fasik. Bahkan walaupun mereka meminum khamr ketika haji. Mereka tidak berkata: “Ini adalah imam faajir, kami tidak mau terima kepemimpinannya”. Karena mereka berpendapat bahwa mentaati penguasa adalah wajib walaupun mereka fasik, selama kefasikannya tidak membawa pada kekafiran yang jelas yang di sisi Allah kita punya bukti…”. (Syarh al-Aqidah al-Washithiyah, Syaikh Utsaimin, juz ke-2, hal. 337)Beliau berkata pula: “Demikian pula menegakkan hari raya-hari raya bersama para penguasa yang mengimami shalat mereka. Apakah ia orang baik ataukah orang jelek. Dengan jalan yang damai ini, jelaslah bahwa agama Islam ini merupakan jalan tengah di antara orang yang berlebih-lebihan dan orang-orang yang melalaikan”. (Syarh al-Aqidah al-Washithiyah, Syaikh Utsaimin, juz ke-2, 336)&lt;br /&gt;Fatwa-Fatwa Kewajiban Mengikuti Hari Raya Sesuai Pemerintah&lt;br /&gt;Fatwa MUI butir ke dua, menyatakan bahwa seluruh umat Islam Indonesia wajib menaati ketetapan Pemerintah RI tentang penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.&lt;br /&gt;Fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah Lil-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal-Ifta`: “…Dan tidak mengapa bagi penduduk negeri manapun, jika tidak melihat hilal (bulan tsabit) di tempat tinggalnya pada malam ke-30, untuk mengambil hasil ru`yatul hilal dari tempat lain di negerinya. Jika umat Islam di negeri tersebut berbeda pendapat dalam hal penentuannya, maka yang harus diikuti adalah keputusan penguasa di negeri tersebut bila ia seorang muslim, karena (dengan mengikuti) keputusannya akan sirnalah perbedaan pendapat itu. Dan jika si penguasa bukan seorang muslim, maka hendaknya mengikuti keputusan majelis/departemen pusat yang membidangi urusan umat Islam di negeri tersebut. Hal ini semata-mata untuk menjaga kebersamaan umat Islam dalam menjalankan shaum Ramadhan dan shalat Id di negeri mereka. Wabillahit taufiq, washallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wasallam.”Pemberi fatwa: Asy-Syaikh Abdur Razzaq ‘Afifi, Asy-Syaikh Abdullah bin Ghudayyan, dan Asy-Syaikh Abdullah bin Mani’. (Lihat Fatawa Ramadhan hal. 117)&lt;br /&gt;Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Seseorang (hendaknya) bershaum bersama penguasa dan jamaah (mayoritas) umat Islam, baik ketika cuaca cerah ataupun mendung.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://rosyidi.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu pernah ditanya: “Jika awal masuknya bulan Ramadhan telah diumumkan di salah satu negeri Islam semisal kerajaan Saudi Arabia, namun di negeri kami belum diumumkan, bagaimanakah hukumnya? Apakah kami bershaum bersama kerajaan Saudi Arabia ataukah bershaum dan berbuka bersama penduduk negeri kami, manakala ada pengumuman? Demikian pula halnya dengan masuknya Iedul Fithri, apa yang harus kami lakukan bila terjadi perbedaan antara negeri kami dengan negeri yang lainnya? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas engkau dengan kebaikan.”Beliau menjawab: “Setiap muslim hendaknya bershaum dan berbuka bersama (pemerintah) negerinya masing-masing. Hal itu berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam:“Waktu shaum itu di hari kalian (umat Islam) bershaum, (waktu) berbuka adalah pada saat kalian berbuka, dan (waktu) berkurban/Iedul Adha di hari kalian berkurban.”Wabillahit taufiq. (Lihat Fatawa Ramadhan hal. 112)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu ditanya: “Umat Islam di luar dunia Islam sering berselisih dalam menyikapi berbagai macam permasalahan seperti (penentuan) masuk dan keluarnya bulan Ramadhan, serta saling berebut jabatan di bidang dakwah. Fenomena ini terjadi setiap tahun. Hanya saja tingkat ketajamannya berbeda-beda tiap tahunnya. Penyebab utamanya adalah minimnya ilmu agama, mengikuti hawa nafsu dan terkadang fanatisme madzhab atau partai, tanpa mempedulikan rambu-rambu syariat Islam dan bimbingan para ulama yang kesohor akan ilmu dan wara’-nya. Maka, adakah sebuah nasehat yang kiranya bermanfaat dan dapat mencegah (terjadinya) sekian kejelekan? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufiq dan penjagaan-Nya kepada engkau.”Beliau berkata: “Umat Islam wajib bersatu dan tidak boleh berpecah-belah dalam beragama. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:“Dia telah mensyariatkan bagi kalian tentang agama, apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepadamu, Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu:’ Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah-belah tentangnya’.” (Asy-Syura: 13)&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi, akan menjadi tidak efisien jika saya tuangkan di sini semuanya. Saya kira fatwa2 diatas dapat mewakilinya.&lt;br /&gt;Semoga dengan mempersatukan penentuan hari raya dibawah pemerintah, akan menghapus perpecahan diantara umat Muslim. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-5825255266234434605?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/5825255266234434605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=5825255266234434605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/5825255266234434605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/5825255266234434605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/09/ketentuan-dalam-menetukan-hari-raya.html' title='Ketentuan Dalam Menetukan Hari Raya Idul Fitri'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/SNNYphV775I/AAAAAAAAABQ/m3Fkg-OK70Q/s72-c/35-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-4389073920177282709</id><published>2008-07-05T11:31:00.000+07:00</published><updated>2008-07-05T12:03:11.163+07:00</updated><title type='text'>Berburu Harta Karun di Laut</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Oleh : Agus Supangat&lt;br /&gt;Temuan Teriakan "mangkok...... guci ...... teko ....... kalung ......." adalah teriakan-teriakan kegembiraan seorang penyelam di pinggir pantai utara Jawa di awal bulan Mei tahun 2004 ketika ia menemukan keramik-keramik Cina berbentuk guci, kepingan emas, perak, berlian, zamrud, mutiara, batu berharga dan porselen dan sebagainya itu pada kedalamam 30 meter di perairan Cirebon. Secara keseluruhan jumlah benda-benda keramik Cina yang berhasil diangkat dalam waktu sebulan adalah sebanyak 2.225 buah keramik (dalam keadaan utuh), 3.535 buah keramik (yang direstorasi) dan 10.265 buah keramik (dalam keadaan pecah/tidak utuh).Total keseluruhan berdasarkan tipologinya benda-benda keramik tersebut berasal dari masa V Dinasti sekitar abad ke-X. Belum lagi penemuan Kapten Michael Hatcher pada tahun 1985 yang sangat menggemparkan sehingga pada waktu itu pemerintah perlu untuk segera memberi perhatian khusus terhadap masalah pengamanan warisan di laut yang tersebar di perairan Nusantara. Penemuan Hatcher yang spektakuler berupa 126 batang emas lantakan dan 160.000 benda keramik dinasti Ming dan Ching dari sebuah kapal VOC Geldermalsen yang karam di perairan Riau pada bulan Januari 1751, telah menyadarkan kita semua bahwa di dasar laut Indonesia tersimpan warisan yang tak ternilai harganya dan perlu untuk diteliti, dilestarikan dan dimanfaatkan. Sejarah Bahari Cerita tentang apa yang terjadi di awal bulan Mei tahun 2004 di pinggir pantura tersebut dan penemuan Hatcher pada tahun 1985 yang spektakuler ternyata sudah lama banyak mempengaruhi pemikiran dan tindakan orang-orang di Indonesia, baik yang bergerak dalam bidang penelitian dan pelestarian maupun dalam bidang pendidikan. Sejarah bahari Nusantara telah ada sejak 2000 tahun yang lalu. Seabad sebelum orang Eropa pertama bermimpi berpetualang ke Nusantara, daerah tersebut telah menjadi tempat pertemuan yang kaya dan makmur dengan perdagangan lautnya. Setelah keberhasilan perdagangan lokal, hubungan awal perdagangan luar negeri Nusantara adalah dengan India dan Timur Tengah. Hubungan pertama dengan pedagang Arab dan India adalah memperkenalkan rempah-rempah dari Maluku,suatu rempah asli Nusantara, kemudian dengan orang-orang Eropa pada abad ke-4. Komoditas dari Nusantara ini pada awalnya dibawa secara bertahap, pertama melalui laut ke India, kemudian melewati daratan melalui rute perdagangan tua ke Timur Tengah dan kota-kota pelabuhan di Laut Mediteran dan akhirnya ke Eropa. Selain rempah-rempah, kekayaan dalam komoditas lain juga menggalakkan hubungan perdagangan. Pada abad pertama setelah Roman Emperor Vespasion melarang ekspor emas dari Roma, pedagang-pedagang India melirik ke Nusantara sebagai sumber alternatif impor emas khususnya kepulauan Sumatra dan Jawa. Selain para pedagang Arab dan India ini, bangsa Melayu juga adalah pedagang. Mereka digambarkan sebagai "par exellence yaitu orang-orang laut". Selama berabad-abad, mereka memainkan peran penting dalam membuat rute awal perkapalan timur ke Cina dan rute barat ke India, Timur Tengah, dan Afrika. Bangsa Cina juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perdagangan di laut dengan mengekspor keramik-keramik oriental dan barang lain. Sejak abad ke-9, porselen Cina telah ada di Nusantara. Dari pelabuhan di Cina Selatan, kapal-kapal layar Cina biasanya mengambil satu dari dua rute melalui Asia Tenggara, berlayar ke pantai barat Filipina, melewati Borneo dan Sulawesi ke kepulauan Maluku, atau menyusuri garis pantai Vietnam, Thailand dan Semenanjung Malaka dengan bantuan angin monsoon. Dari sana, mereka bergerak ke arah selatan ke Jawa atau Sumatra atau ke barat ke Samudera Hindia untuk perjalanan jauh ke India dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Sebagai daerah yang didominasi laut, perdagangan dan perkapalan di Nusantara pada saat itu telah menjadi ciri khas penting secara politik dan ekonomi selama berabad-abad. Pelabuhan perdagangan yang penting di Nusantara adalah Aceh, Pasai dan Kota Cina, Palembang, Banten dan Batavia, Makassar, Seram, Ternate, dsb. Seberapa Banyak Kapal yang Hilang? Jumlah kapal yang hilang dan karam selama berabad-abad di perairan Nusantara sangat banyak sehingga tidak terhitung. Perairan Nusantara ini adalah mimpi para ahli arkeolog bawah air dan para pemburu harta karun yang terwujud karena sejumlah besar kekayaan ada di dasar laut tak tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal layar Cina telah mengharungi perairan Asia selama berabad-abad dan selama bertahun-tahun telah banyak kapal yang membawa muatan yang hari ini tidak ternilai harganya, tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayaran dari Portugal ke Atlantik selatan, melalui Samudra Hindia dan ke Asia Tenggara adalah perjalanan yang lama dan bahaya. Sejak tahun 1650, sekitar 800 kapal Portugis berlayar dari Lisabon dimana hampir 150 kapal tidak pernah terdengar lagi. Kemungkinannya hilang tanpa jejak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara tahun 1600 dan 1800, English east India Company (EIC) telah kehilangan lebih dari 7000 kapal dan kebanyakannya tenggelam ke dasar laut terbawa bersamanya harta kekayaan. Sementara pada tahun 1808 dan 1809, EIC kehilangan 10 kapal yang berlayar pulang dan bersamanya hilang juga satu juta sterling lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VOC Belanda juga telah kehilangan 105 kapal yang berlayar antara tahun 1602 dan 1794; kapal-kapal yang berlayar pulang 141 kapal antara tahun 1602 dan 1795. periode yang buruk adalah antara tahun 1725-1749 ketika VOC kehilangan 44 kapalnya yang berlayar pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai muatan yang dibawa oleh kapal-kapal tersebut sangat besar. Wajar saja jika dikatakan bahwa ada "Harta Karun" bertebaran di perairan Nusantara. Muatan yang Hilang Tidak semua muatan yang ada pada kapal yang hilang di Nusantara berharga hari ini. Setelah tenggelam di laut selama bertahun-tahun, banyak muatannya yang hancur, seperti sutra murni Cina, Teh dari Cina, Opium dari Bengal (Bangladesh), Danuan (India) dan Turki, Bahan katun dari Amerika dan Cina,Rempah dari kepulauan Maluku ,Logam dari Eropa seperti besi,Kulit hewan dari Amerika dan Inggris Muatan yang Tidak Hancur Banyak juga kapal yang membawa muatan yang berharga seperti emas, perak, berlian, zamrud, mutiara, batu berharga dan porselen dan keramik Cina dan Jepang. Sebagian besar barang-barang tersebut pernah ditemukan pada kapal karam di perairan Nusantara. Nilai barang yang berharga tersebut tidak terhitung. Berikut sebagai contoh, berdasarkan kajian histories dari rute perdagangan Nusantara antara tahun 1511 hingga akhir 1800-an di perairan Laut Jawa tercatat berbagai musibah sehingga mengakibatkan kapal tenggelam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Tahun&lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt;1601&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 Desember, terjadi perang laut antara Armada Belanda dan Portugis di lepas pantai Bantam (Jawa Barat). Armada Belanda terdiri dari empat kapal layar dan satu kapal perang, yaitu GUELDERLAND (520 ton), SEALAND (400 ton), UTRECHT (240 ton), WATCHER (120 ton) dan DOVE (50 ton). Armada portugis terdiri dari 8 kapal layar besar dan 22 kapal perang (nama tidak diketahui). Perang ini berlangsung selama enam atau tujuh hari. Dua kapal layar dan tiga kapal perang Portugis mengalami kerusakan berat sehingga awak kapal mencoba mengelabui lawan dengan cara membakar kapal tersebut, tetapi armada Belanda dapat menghindarinya. Tidak satupun kapal Belanda yang hilang dalam pertempuran ini.&lt;br /&gt;1601&lt;br /&gt;Kapal PIE dibawah komando Pereira De Sande, dalam perjalanan dari Malaka menuju Ambon ketika hilang di bebatuan Peressada di timur laut Jawa. Kapal tersebut diperkirakan membawa emas dan perak.&lt;br /&gt;1611 atau 1613&lt;br /&gt;TRADES INCREASE, kapal EIC seberat 1293 ton sedang berada di pelabuhan Banten melapisi kapal dan belum satu bagian selesai dilapisi kapal jatuh pada satu sisinya dan rusak total. Peristiwa ini menyebabkan banyak awak kapal dan pekerja Jawa yang tewas. Berikutnya kapal dibakar sehingga tenggelam oleh orang-orang Jawa yang marah.&lt;br /&gt;1613&lt;br /&gt;TRADES INCREASE, kapal EIC seberat 1100 ton dibawah komando Sir Henry Middleton berlayar dari Eropa ke bagian timur pada tanggal 1 April 1610. Kapal menabrak sebuah batu ketika memasuki Banten sehingga mengalami kebocoran. Ketika diperbaiki kapal miring dan terbakar sehingga akhirnya dihancurkan oleh orang-orang Jawa.&lt;br /&gt;1617&lt;br /&gt;HECTOR, kapal EIC dengan Kapten William Edwardes, hilang pada bulan Juni di lepas pantai Jawa.&lt;br /&gt;1618&lt;br /&gt;BLACK LION, English East Indiaman (berat kapal tidak diketahui), ketika berlabuh di Batavia pada tanggal 25 Desember, terbakar secara tidak sengaja akibat kecerobohan awak kapal.&lt;br /&gt;1623&lt;br /&gt;REFUGE, kapal EIC yang hilang di lepas pantai Semarang dalam perjalanan dari Inggris menuju Asia.&lt;br /&gt;1627&lt;br /&gt;BANTAM, kapal VOC seberat 800 ton, terbakar pada tanggal 24 Maret di tembok pangkalan pelabuhan Batavia. Muatan kapal langsung diselamatkan tak lama kemudian.&lt;br /&gt;1632&lt;br /&gt;NIJMEGEN, Dutch East Indiaman, hilang dekat Batavia dalam perjalanan pulang pada bulan Agustus. Diperkirakan kapal membawa muatan porselen asia.&lt;br /&gt;1633&lt;br /&gt;BREEDAM, kapal VOC seberat 200 ton dengan Kapten Michiel Vis, tiba di Batavia tanggal 24 Mei 1633. Kapal tersebut karam di dekat Pulau Duizend, Kep.Seribu, Batavia).&lt;br /&gt;1633&lt;br /&gt;DELFSHAVEN, Dutch East Indiaman seberat 400 ton, kapten tidak diketahui, tiba di Batavia pada tanggal 9 September 1632. Satu tahun kemudian yaitu pada 12 November 1633 kapal tersebut meledak di Batavia akibat kelalaian.&lt;br /&gt;1653&lt;br /&gt;ZEEMEEUW, Dutch East Indiaman seberat 100 ton dengan Kapten Alexander Hendricksz, hilang di bagian timur Batavia.&lt;br /&gt;1657&lt;br /&gt;LILLO, Dutch East Indiaman seberat 240 ton dengan Kapten Jean Laphart, menuju Batavia (via Pernambuco, Sulawesi) dan karam di pintu masuk pelabuhan Batavia.&lt;br /&gt;1658&lt;br /&gt;WINDHOND, kapal VOC seberat 360 ton, hilang di Pulau Boompjes (timur laut Batavia, Jawa) ketika dalam pelayaran lokal.&lt;br /&gt;1663&lt;br /&gt;GRIFFIOEN, Dutch East Indiaman berat 560 ton, kapten tidak diketahui, tiba di Hindia (Batavia) pada 28 Oktober 1647 dan digunakan di ONRUST (diluar Batavia). Kapal tersebut tenggelam pada 16 November.&lt;br /&gt;1670&lt;br /&gt;NIEUWENDAM, Dutch East Indiaman seberat 210 ton, kapten kapal tidak diketahui, tiba di Batavia pada 18 Juni 1663. Kapal tersebut karam di perairan antara Bima dan Makassar di malam hari tanggal 1 Oktober 1670.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1670&lt;br /&gt;STOMPNEUS, kapal VOC dengan Kapten Anthony Von Doorn, tenggelam di Japara oleh kapal EIC, ZANTE.&lt;br /&gt;1684&lt;br /&gt;HUIS TE KLEEF, Dutch East Indiaman seberat 564 ton dengan Kapten Gerrit Albertsz Schellinger, tiba di Batavia pada tanggal 16 Agustus 1675. Dalam perjalanan menuju Palembang kapal tersebut karam karena menabrak gugusan karang dekat kepulauan seribu pada tanggal 1 September.&lt;br /&gt;1684&lt;br /&gt;BODE, Dutch East Indiaman seberat 96 ton dengan Kapten Adriaan Roelofsz van Asperen, tiba di Batavia pada tanggal 18 November 1674. Pada tanggal 13 September, kapal tersebut karam di dekat Kepulauan Seribu.&lt;br /&gt;1686&lt;br /&gt;KROONVOGEL, Dutch East Indiaman seberat 108 ton dan Kapten Lucas Genzenwinner, tiba di Batavia pada tanggal 4 Juli 1676. Pada tanggal 11 Februari 1686, kapal mendarat dan karam di Pulau Alkmaar dekat Batavia.&lt;br /&gt;1690&lt;br /&gt;ZIJPE, Dutch East Indiaman seberat 488 ton deng kapten Jan Modderman tiba di Batavia pada tanggal 12 Mei 1674. Pada akhirnya kapal diledakkan di pelabuhan Batavia.&lt;br /&gt;1697&lt;br /&gt;BRONSTEDE, Dutch East Indiaman seberat 253 ton dengan Kapten Jakob Barendsz Sonbeek tiba ti Batavia pada tanggal 10 Oktober 1686. Sebelas tahun kemudian tanggal 11 Agustus, kapal karam di rute perjalanan ke Semarang akibat kebocoran.&lt;br /&gt;1698&lt;br /&gt;HONSELAARSDIJK, Dutch East Indiaman seberat 722 ton dengan Kapten Kornelis Ole tiba di Batavia pada 28 Februari 1691. Tujuh tahun kemudian kapal karam di rute perjalanan dari Batavia.&lt;br /&gt;1702&lt;br /&gt;SCHELLAG, kapal VOC seberat 290 ton dengan Kapten Jakob de la Palma tiba di Batavia pada tanggal 10 September 1700. Pada malam tanggal 21 November kapal tersebut tenggelam di rute perjalanan dari Batavia.&lt;br /&gt;1719&lt;br /&gt;OEGSTGEEST, kapal VOC seberat 576 ton dengan Kapten Pieter Jansz Bruin hilang di Gresik.&lt;br /&gt;1728&lt;br /&gt;OUWERKERK, Dutch East Indiaman seberat 658 ton dengan Kapten Jan de Vos karam dekat Jepara.&lt;br /&gt;1740&lt;br /&gt;VALKENISSE, Dutch East Indiaman seberat 1150 ton dengan Kapten Elias Moeninx tiba di Batavia pada tanggal 12 Januari 1734. Enam tahun kemudian kapal karam di Banten pada bulan September.&lt;br /&gt;1744&lt;br /&gt;KASTEEL VAN WOERDEN, Dutch East Indiaman seberat 850 ton yang hilang setelah menabrak sebuah batu yang berada 14 kilometer (9 mil) dari Pamanukan.&lt;br /&gt;1746&lt;br /&gt;HOFWEGEN, Dutch East Indiaman seberat 650 ton dengan Kapten Jan de Wit tiba di Batavia pada tanggal 7 Oktober 1742. Empat tahun kemudian pada tanggal 1 September, kapal meledak di rute perjalanan dari Batavia.&lt;br /&gt;1765&lt;br /&gt;PIJLSWAART, Dutch East Indiaman seberat 880 ton, hilang di rute perjalanan dari Batavia pada tanggal 24 Februari ketika berlayar pulang ke Belanda.&lt;br /&gt;1784&lt;br /&gt;EUROPA, kapal VOC seberat 1200 ton, menabrak Rock of Indramayu dan tenggelam. Kapal tersebut sedang dalam ekskursi perdagangan inter-Asian.&lt;br /&gt;1789&lt;br /&gt;JONGE FRANK, Dutch East Indiaman seberat 592 ton dengan Kapten Jacob Veer, karam pada bulan Agustus 1788 ketika berada di Tanjung Good Hope sedang memuatkan sebagian barang dari kapal pengangkut barang MARIA untuk pelayaran pulang. Kapal JONGE FRANK kemudian bergerak ke Batavia dan tiba di sana pada tanggal 24 Desember 1789. Kapal ini tenggelam ketika di rute perjalanan dari Batavia, dan muatan dari kapal MARIA dinilai seharga 254.877 florin.&lt;br /&gt;1794&lt;br /&gt;INDUS, Dutch East Indiaman seberat 1150 ton dengan Kapten Matthijs Laurens Koster, tiba di Batavia pada tanggal 20 Mei 1791. Tiga tahun kemudian kapal tersebut terbakar hangus di rute perjalanan dari Batavia.&lt;br /&gt;1795 atau 1796&lt;br /&gt;HERTOG VAN BRUNSWIJK, Dutch East Indiaman seberat 1150 ton dengan Kapten jan Olhof, tiba di Batavia pada tanggal 9 juli 1794. Pada tahun 17995 atau 1796, kapal ini karam di luar wilayah Batavia.&lt;br /&gt;1796&lt;br /&gt;DRAAK, kapal VOC seberat 1150 ton dengan Kapten Anthonie van Rijn, pertama kali tiba di Batavia pada tanggal 13 Juli 1793. Tiga tahun kemudian ketika posisi jangkar di rute perjalanan dari Batavia, kapal disambar kilat dan terbakar musnah.&lt;br /&gt;1817&lt;br /&gt;WENA, kapal Belanda yang karam dekat Batavia ketika berlayar dari Rotterdam ke Batavia. Sebagian muatannya diselamatkan pada saat itu.&lt;br /&gt;1854&lt;br /&gt;ZINGARI, kapal layar Amerika yang berlayar dari Batavia ke Singapura, hilang di Brouwers Shoal pada bulan Juni. Kapten, awak dan penumpang kapal dapat diselamatkan.&lt;br /&gt;1856&lt;br /&gt;ROBERTUS HENDRIKUS, kapal Belanda yang berada di rute jalan Batavia ditemukan terbakar di pagi tanggal 10 Juni tahun itu. Semua usaha untuk mengendalikan api telah dilakukan tetapi sia-sia. Pada siang hari api telah menjalar sehingga akhirnya kapal tenggelam dan hanya haluannya yang terlihat di permukaan air. Kapal ini sedang berlayar ke Semarang membawa ?80.000 sterling dalam bentuk kepingan uang logam milik pemerintah, 1000 pical timah, 1500 pical kopi dan sejumlah batubara dan karung goni. Tidak diketahui apakah muatan yang hilang tersebut dapat diselamatkan.&lt;br /&gt;1856&lt;br /&gt;CHINA, kapal dagang Inggris dengan Kapten Ayers, sedang dalam pelayaran dari Manilla ke London ketika menabrak karang dekat Kepulauan Seribu pada malam tanggal 29 Juni. Kapal berhasil keluar tetapi langsung tenggelam. Kapten dan awak kapal berjumlah 27 orang terpaksa menaiki perahu dan keesokan harinya mereka dibawa oleh kapal pengangkut barang Amerika, CYHNTIA yang dibawah komando Kapten Barblet. Mereka selamat tiba di Batavia pada tanggal 1 Juli. Kapal CHINA membawa muatan berupa gula.&lt;br /&gt;1857&lt;br /&gt;LIEUTENANT ADMIRAL STELLINGWERF, kapal layar Belanda yang hilang di 7o1??LS dan 110o27??BT (Jawa tengah) ketika berlayar dari Semarang ke Singapura. Dikabarkan bahwa kapal membawa mata uang logam senilai US$20.000 - $30.000.&lt;br /&gt;1858&lt;br /&gt;NICHOLAS CEZARD, kapal Prancis yang menabrak karang di Laut Jawa dan tenggelam.&lt;br /&gt;1860&lt;br /&gt;DERKINA TITIA, kapal Belanda dengan Kapten Evink yang berlayar dari Macau ke Jawa, hilang di Pulau Arends pada tanggal 17 September. Awak kapalnya berhasil tiba di Surabaya dengan selamat.&lt;br /&gt;1861&lt;br /&gt;AGATHA MARIA, kapal Belanda yang hilang pada tanggal 17 Juni pada karang dekat Cilacap yaitu di posisi 7o41??LS dan 109o5??BT. Kapal sedang berlayar dari Cilacap ke Amsterdam . Usaha penyelamatan dilakukan pada saat itu tetapi hasilnya tidak diketahui.&lt;br /&gt;1862&lt;br /&gt;PIONEER, kapal Amerika yang berlayar dari Manilla ke Liverpool hilang di pulau Karimun Jawa pada tanggal 27 Desember. Awak kapalnya dibawa kembali ke Semarang.&lt;br /&gt;1862 atau awal 1863&lt;br /&gt;SPEED, kapal layar orang Thailand dibawah bendera Inggris berlayar dari Batavia, menabrak pulau Karimun Jawa dan tenggelam. Awak kapalnya dibawa kembali ke Semarang.&lt;br /&gt;1875&lt;br /&gt;NEVA, kapal French Messageries Maritime yang hilang pada tanggal 7 Agustus, 13 kilometer (8 mil) dari Batavia. Kapal tersebut sedang berlayar dari Singapura ke Batavia.&lt;br /&gt;Tabel 1. Sejarah kapal kapal yang tenggelam di perairan laut Indonesia periode 1601-1875&lt;br /&gt;EUROPA, kapal VOC seberat 1200 ton, menabrak Rock of Indramayu dan tenggelam. Kapal tersebut sedang dalam ekskursi perdagangan inter-Asian.&lt;br /&gt;1789&lt;br /&gt;JONGE FRANK, Dutch East Indiaman seberat 592 ton dengan Kapten Jacob Veer, karam pada bulan Agustus 1788 ketika berada di Tanjung Good Hope sedang memuatkan sebagian barang dari kapal pengangkut barang MARIA untuk pelayaran pulang. Kapal JONGE FRANK kemudian bergerak ke Batavia dan tiba di sana pada tanggal 24 Desember 1789. Kapal ini tenggelam ketika di rute perjalanan dari Batavia, dan muatan dari kapal MARIA dinilai seharga 254.877 florin.&lt;br /&gt;1794&lt;br /&gt;INDUS, Dutch East Indiaman seberat 1150 ton dengan Kapten Matthijs Laurens Koster, tiba di Batavia pada tanggal 20 Mei 1791. Tiga tahun kemudian kapal tersebut terbakar hangus di rute perjalanan dari Batavia.&lt;br /&gt;1795 atau 1796&lt;br /&gt;HERTOG VAN BRUNSWIJK, Dutch East Indiaman seberat 1150 ton dengan Kapten jan Olhof, tiba di Batavia pada tanggal 9 juli 1794. Pada tahun 17995 atau 1796, kapal ini karam di luar wilayah Batavia.&lt;br /&gt;1796&lt;br /&gt;DRAAK, kapal VOC seberat 1150 ton dengan Kapten Anthonie van Rijn, pertama kali tiba di Batavia pada tanggal 13 Juli 1793. Tiga tahun kemudian ketika posisi jangkar di rute perjalanan dari Batavia, kapal disambar kilat dan terbakar musnah.&lt;br /&gt;1817&lt;br /&gt;WENA, kapal Belanda yang karam dekat Batavia ketika berlayar dari Rotterdam ke Batavia. Sebagian muatannya diselamatkan pada saat itu.&lt;br /&gt;1854&lt;br /&gt;ZINGARI, kapal layar Amerika yang berlayar dari Batavia ke Singapura, hilang di Brouwers Shoal pada bulan Juni. Kapten, awak dan penumpang kapal dapat diselamatkan.&lt;br /&gt;1856&lt;br /&gt;ROBERTUS HENDRIKUS, kapal Belanda yang berada di rute jalan Batavia ditemukan terbakar di pagi tanggal 10 Juni tahun itu. Semua usaha untuk mengendalikan api telah dilakukan tetapi sia-sia. Pada siang hari api telah menjalar sehingga akhirnya kapal tenggelam dan hanya haluannya yang terlihat di permukaan air. Kapal ini sedang berlayar ke Semarang membawa ?80.000 sterling dalam bentuk kepingan uang logam milik pemerintah, 1000 pical timah, 1500 pical kopi dan sejumlah batubara dan karung goni. Tidak diketahui apakah muatan yang hilang tersebut dapat diselamatkan.&lt;br /&gt;1856&lt;br /&gt;CHINA, kapal dagang Inggris dengan Kapten Ayers, sedang dalam pelayaran dari Manilla ke London ketika menabrak karang dekat Kepulauan Seribu pada malam tanggal 29 Juni. Kapal berhasil keluar tetapi langsung tenggelam. Kapten dan awak kapal berjumlah 27 orang terpaksa menaiki perahu dan keesokan harinya mereka dibawa oleh kapal pengangkut barang Amerika, CYHNTIA yang dibawah komando Kapten Barblet. Mereka selamat tiba di Batavia pada tanggal 1 Juli. Kapal CHINA membawa muatan berupa gula.&lt;br /&gt;1857&lt;br /&gt;LIEUTENANT ADMIRAL STELLINGWERF, kapal layar Belanda yang hilang di 7o1??LS dan 110o27??BT (Jawa tengah) ketika berlayar dari Semarang ke Singapura. Dikabarkan bahwa kapal membawa mata uang logam senilai US$20.000 - $30.000.&lt;br /&gt;1858&lt;br /&gt;NICHOLAS CEZARD, kapal Prancis yang menabrak karang di Laut Jawa dan tenggelam.&lt;br /&gt;1860&lt;br /&gt;DERKINA TITIA, kapal Belanda dengan Kapten Evink yang berlayar dari Macau ke Jawa, hilang di Pulau Arends pada tanggal 17 September. Awak kapalnya berhasil tiba di Surabaya dengan selamat.&lt;br /&gt;1861&lt;br /&gt;AGATHA MARIA, kapal Belanda yang hilang pada tanggal 17 Juni pada karang dekat Cilacap yaitu di posisi 7o41??LS dan 109o5??BT. Kapal sedang berlayar dari Cilacap ke Amsterdam . Usaha penyelamatan dilakukan pada saat itu tetapi hasilnya tidak diketahui.&lt;br /&gt;1862&lt;br /&gt;PIONEER, kapal Amerika yang berlayar dari Manilla ke Liverpool hilang di pulau Karimun Jawa pada tanggal 27 Desember. Awak kapalnya dibawa kembali ke Semarang.&lt;br /&gt;1862 atau awal 1863&lt;br /&gt;SPEED, kapal layar orang Thailand dibawah bendera Inggris berlayar dari Batavia, menabrak pulau Karimun Jawa dan tenggelam. Awak kapalnya dibawa kembali ke Semarang.&lt;br /&gt;1875&lt;br /&gt;NEVA, kapal French Messageries Maritime yang hilang pada tanggal 7 Agustus, 13 kilometer (8 mil) dari Batavia. Kapal tersebut sedang berlayar dari Singapura ke Batavia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-4389073920177282709?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/4389073920177282709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=4389073920177282709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/4389073920177282709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/4389073920177282709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/berburu-harta-karun-di-laut.html' title='Berburu Harta Karun di Laut'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-427978825998893673</id><published>2008-07-05T10:07:00.000+07:00</published><updated>2008-07-05T11:09:57.320+07:00</updated><title type='text'>Refleksi 50 Tahun Hubungan Ekonomi Indonesia-Jepang dalam Sektor Perikanan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;1. Pendahuluan&lt;br /&gt;Ketertarikan Jepang akan sumberdaya ikan Indonesia dan Asia Tenggara umumnya bukanlah hal baru, tetapi memiliki faktor kesejarahan yang panjang. Sebelum pendudukkan Jepang di tanah air, laut nusantara dan perairan lainnya di wilayah ini telah menjadi “ladang” ikan bagi nelayan Jepang. Eksploitasi sumberdaya ikan secara berlebihan di dalam negerinya mendorong para nelayan melakukan ekspansi keluar negeri, seperti yang dilakukan oleh para nelayan Okinawa setelah Perang Dunia I ke Asia Tenggara [1]. Bahkan, selama perang pasifik (Perang Dunia II) Jepang sekurang-kurang menanamkan modalnya untuk perikanan sekitar 45,8 juta atau 3.7% dari total investasi Jepang di Indonesia [2]. Dengan produktivitas perikanan lebih dari 25 kali lipat nelayan lokal　 seperti dilaporkan Hiroshi Shimizu [1], nelayan-nelayan pendatang ini tidak hanya mampu memperbaiki ekonominya di daerah yang baru tersebut tetapi juga bagi daerah asal yang mereka tinggalkan.&lt;br /&gt;Tentu saja ekspansi model di atas akan sangat sulit ditemukan saat ini karena dua alasan:&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.       &lt;!--[endif]--&gt;Sejak lahirnya UNCLOS di tahun 1982 banyak negara pantai membatasi pergerakan industri perikanan asing di wilayahnya yang tentu saja berimbas besar pada aktivitas perikanan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.       &lt;!--[endif]--&gt;Industri perikanan Jepang saat ini juga menghadapi masalah domestik dengan menurunnya peminat pada usaha ini serta menumpuknya kelompok nelayan usia tua dalam industrinya (hampir separuh nelayan Jepang berusia di atas 60 tahun).&lt;br /&gt;Kondisi seperti ini tentu saja menuntut pemerintah dan/atau pengusaha perikanan Jepang untuk mencari berbagai jalan keluar untuk dapat mencukupi kebutuhan hasil perikanan dalam negerinya yang bisa dikatakan sangat besar (per kapita suplai ikan Jepang mencapai lebih dari 60 kg/kapita/tahun, sedangkan rata-rata suplai ikan dunia hanya sekitar 16.7 kg/kapita/tahun). Kerjasama pengembangan sektor perikanan ataupun penanaman modal di negara-negara yang memiliki potensi sumberdaya ikan yang besar seperti Indonesia menjadi pilihan utama. Tulisan ini sekilas memaparkan dinamika hubungan ekonomi Indonesia-Jepang dalam sektor perikanan selama lima dekade terakhir, serta prospek dan tantangan ke depan.&lt;br /&gt;2. Perjanjian Damai dan Ekspansi Industri Perikanan&lt;br /&gt;Tanggal 20 Januari 1958 atau setengah abad yang lalu merupakan momentum terpenting dalam perbaikan hubungan Indonesia-Jepang pasca penjajahan. Proses menuju ini bukanlah proses yang mudah, apalagi tuntutan ganti rugi karena berbagai kerusakan yang ditinggalkan Jepang terbilang sangat besar. Menurut catatan Hindley [3] gugatan awal mencapai $17.300 juta. Sehingga momentum 50 tahun yang lalu sekurang-kurangnya menghasilkan tiga peristiwa penting bagi kedua negara:&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.       &lt;!--[endif]--&gt;Penandatanganan perjanjian damai atau Treaty of Peace seperti tertuang dalam United Nation Treaty Series No. 4688, yang dikuti dengan&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.       &lt;!--[endif]--&gt;Kesepakatan tentang kompensasi perang (Reparations Agreement) yang bernilai sekitar US$ 223 juta (UN Treaty Series No. 4689), dan&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.       &lt;!--[endif]--&gt;Pertukaran nota kesepakatan tentang hutang dan investasi(UN Treaty Series No. 4691).&lt;br /&gt;Terkait dengan kompensasi perang tersurat bahwa kompensasi diberikan dalam bentuk produk dan jasa selama 12 tahun atau dengan nilai sekitar US$ 20 juta per tahun. Kompensasi ini meliputi seluruh sektor termasuk transportasi dan komunikasi, pertambangan, pertanian dan perikanan, serta jasa dan sektor lainnya. Dalam sektor perikanan diketahui proyek pengembangan kapal ikan menjadi salah satu bentuk proyek kompensasi.&lt;br /&gt;Momentum 1950an dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Perdana Menteri Yoshida Shigeru dalam promosi kerjasama Jepang-Amerika Serikat dalam pembangunan Asia Tenggara serta dua kunjungan perdana menteri Kishi Nobusuke di tahun 1957, menjadi peristiwa penting bagi upaya Jepang untuk kembali ke wilayah ini. Dengan disepakatinya kompensasi perang dalam bentuk jasa dan kemudian barang menjadi jalan licin dan landasan kuat bagi masuknya kembali barang dan perusahaan Jepang yang sebelumnya sulit melakukan penetrasi ke wilayah ini [4]. Kepentingan Jepang (yang tentu saja menjadi kepentingan Amerika Serikat) selain di bidang ekonomi, adalah memenangkan pertarungan politik di wilayah ini khususnya dalam menangkal perkembangan komunisme. Dengan demikian, proyek reparasi tersebut tidak hanya bermakna investasi ekonomi tetapi juga politik atau dalam bahasa kiasan Asahi Shimbun seperti dikutip Suehiro [4] “With reparations, we can kill two birds with one stone”&lt;br /&gt;Selama Orde Lama, bantuan dan investasi Jepang tidak terlalu besar, dibandingkan dengan beberapa negara lain khususnya Rusia dan eropa timur. Namun demikian, Jepang mendapat tempat terbaik sejak awal kepemimpinan Orde Baru di tahun 1966. Bahkan, untuk menarik minat investasi Jepang, tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tetapi juga lobi-lobi informal [5]. Sebagai hasilnya, aliran dana ODA (Official Development Assistance) dan investasi Jepang mengalir ke tanah air dan terus menguat, bahkan kemudian menjadi cukup dominan dalam perekonomian Orde Baru. Jepang sampai sekarang masih berada di kelompok teratas negara-negara yang menginvestasikan modalnya di Indonesia dan juga menjadi parter dagang utama Indonesia.&lt;br /&gt;Pertambangan dan migas, kehutanan, dan perikanan merupakan beberapa sektor yang dikembangkan dalam kerangka kerjasama pemanfaatan sumberdaya alam. Khusus untuk perikanan, di awal rejim Orde Baru total investasi asing dalam sektor ini mencapai angka US$ 11,5 juta dari total komitmen investasi sekitar US$ 324 juta di bulan Oktober 1968 [6]. Jepang merupakan investor terbesar perikanan tersebut dengan dua komoditi utama sebagai sasaran yaitu udang dan tuna. Pada tahun 1968 investasi Jepang dipusatkan pada industri penangkapan udang dan ikan khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Perusahaan-perusahan Jepang ini tentu saja mampu mengeksploitasi sumberdaya ikan dengan hasil lebih baik, khususnya untuk komoditi udang yang menjadi komoditi ekspor utama, karena kemampuan teknologi yang dimilikinya. Sebagai hasilnya, ekspor ikan Indonesia meningkat fantastis dengan nilai hanya dari US$ 229 ribu pada tahun 1962, menjadi US$ 17,5 juta pada tahun 1971 (84% diantara ekspor ke Jepang), dan US$　211,1 juta tahun 1980 dengan pangsa ekspor Jepang mencapai 77.6% dari total nilai [7].&lt;br /&gt;Tuna adalah komoditi kedua setelah udang yang menjadi andalan Indonesia dan menjadi salah satu sumberdaya yang diminati Jepang. Berdasarkan data online yang dilaporkan oleh JBIC [8] diketahui sejak tahun 1972 dana ODA sekitar 19.116 juta pada sub-sektor perikanan secara umum dialokasikan untuk pengembangan industri perikanan tuna seperti melalui Tuna Fishery Development Project di Sabang dan Benoa pada era 1970an, kemudian Enginering Services and Jakarta Fishing Port Development di pertengahan 1980an, 1990an dan 2004, dan Enginering Services for Bitung Fishing Port Development Project di pertengahan tahun 1990an. Karena itu, dari total ekspor tuna Indonesia selama tiga dekade terakhir, lebih dari 70% ditujukan untuk pasar Jepang khususnya untuk komoditas tuna segar dan tuna yang melalui proses pendinginan.&lt;br /&gt;Dari sisi ekonomi, periode antara 1970an sampai menjelang pertengahan 1990an dapat dikatakan periode emas hubungan ekonomi Indonesia-Jepang dalam bidang perikanan. Ekspor perikanan Indonesia terutama udang mencapai puncaknya dalam periode ini. Berkembang pesatnya budidaya udang windu yang juga disokong oleh dana hutang luar negeri di awal tahun 1980an menjadikan Indonesia sebagai eksportir utama untuk udang, paling tidak sampai pertengahan 1990an. Sayangnya, berbagai kegagalan budidaya udang karena imbas praktek budidaya yang tidak sehat seperti penyakit dan penurunan kualitas serta kerusakan lingkungan membuat tampilan industri udang nasional terpuruk. Posisi Indonesia pun kemudian ditempati oleh Thailand yang menjadi produsen dan pemasok udang　dunia terbesar saat ini. Perkembangan yang tidak meyakinkan selama dekade 1990an menyebabkan posisi Indonesia juga terlewati oleh Vietnam yang kini bahkan menjadi suplier utama kebutuhan udang Jepang.&lt;br /&gt;Hubungan persahabatan Indonesia-Jepang bagaimanapun tidak semuanya berjalan mulus. Walaupun tidak secara langsung terkait dengan perikanan, peristiwa Malari di tahun 1974 (Malapetaka 15 Januari 1974) yang berawal dari protes dan berakhir pada kerusuhan di tahun tersebut merupakan salah satu bentuk ekspresi ketidakpuasan terhadap dominasi investasi asing, terutama Jepang yang menjadi sorotan utama saat itu. Peristiwa ini bahkan menjadi arus balik kepempimpinan presiden Soeharto karena dengan peristiwa itu ia melakukan perombakkan orang-orang di sekitarnya dan membuat paket kebijakan baru yang membatasi aktivitas gerakan mahasiswa serta partai politik [9]. Berbagai konflik berdarah antara nelayan tradisional dengan nelayan trawl yang terjadi di tahun 1970an juga tidak dapat dilepaskan dari pola pembangunan yang hanya mengejar dolar dari ekspor hasil perikanan. Apakah kondisi seperti mengendorkan hubungan kedua negara? Nampaknya tidak demikian, karena untuk menjaga roda ekonomi yang bertumpu pada bantuan atau hutang dan investasi asing, pemerintah juga memiliki kepentingan melindunginya. Hal ini paling tidak terbaca pada kasus pelarangan pukat harimau (trawl). Ketika banyak konflik antar nelayan akibat kebijakan introduksi alat tangkap ikan tersebut, pemerintah terpaksa mengeluarkan paket kebijakan pelarangan trawl di perairan Indonesia (seperti tertuang dalam Keppres 39/1980 dan Kepmentan No. 545/Kpts/Um/8/1982). Namun demikian, bagi 11 perusahan joint venture di bidang perikanan antara Indonesia dan Jepang mereka diberi ijin untuk menangkap ikan khususnya di perairan di wilayah barat Papua.&lt;br /&gt;Memang tidak dapat dipungkiri bahwa eksploitasi sumberdaya alam seperti halnya perikanan telah memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia. Namun demikian, dampak sosial dan lingkungan akibat pola pembangunan yang diterapkan sungguh mengkhawatirkan. Jauh hari di awal Orde Baru berkuasa, Krisnandhi [6] telah memaparkan keprihatinannya akan dampak model pembangunan perikanan terutama keberadaan investasi asing terhadap sumberdaya ikan dan usaha perikanan domestik. Akhir-akhir ini, deplesi sumberdaya ikan bahkan semakin terasa dan tengah sedang menjadi satu faktor kunci penyulut berbagai konflik perikanan di nusantara. Hutan mangrove pun misalnya, akibat konversi untuk berbagai kepentingan salah satunya untuk tambak udang telah mengakibatkan kita kehilangan hampir lebih dari separuh luasan yang tercatat sekitar 4,2 juta hektar di tahun 1980 dalam tiga dekade terakhir. Tentu saja, peran negara donor dalam krisis lingkungan seperti ini telah menjadi bahan kritik para analis [baca misalnya 10-11]. Namun demikian, kenyataan lain seperti perilaku korup yang melekat pada rejim yang ada juga telah memperburuk pengelolaan sumberdaya alam. Hal inipun sebenarnya telah disadari oleh negara donor, bahkan dalam salah satu laporan studi JBIC dikemukakan buruknya pengelolaan negara di beberapa wilayah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;Karena itu, era baru dengan kesepakatan baru melalui “Japan Indonesia Partnership Aggreement” (JIEPA) perlu mempertimbang-kan faktor-faktor non-ekonomi tersebut. Kerjasama pengembangan perikanan yang lebih berkelanjutan dapat menjadi tema besar sektor perikanan ke depan. Tema ini tentu saja akan tepat dengan peran yang tengah disandang Jepang sebagai leader gerakan lingkungan hidup global saat ini.&lt;br /&gt;3. Bersaing di tengah Pasar Jepang yang sedang Surut: Prospek dan Tantangan&lt;br /&gt;Walaupun masih memimpin di kelompok teratas penanam investasi terbesar di Indonesia, minat investasi Jepang dalam tahun-tahun terakhir nampak sedang bergeser turun. Survey Report on Overseas Business Oportunity by Japanese Manufacturing Companies pada tahun yang lalu menempatkan Indonesia pada Ranking 8 sebagai ladang bisnis menjanjikan dalam jangka menengah, tetapi posisi ini turun drastis dari No. 3 dan 4 masing-masing pada tahun 1995 dan 2002. Pemerintah melalui JIEPA yang telah bergulir sejak awal kepemimpinan presiden SBY, tentu saja mengharapkan dapat mendongkrak minat Jepang ke tanah air lagi. Untuk sektor perikanan catatan berikut dapat menjadi beberapa acuan kondisi perikanan saat ini, serta prospek dan tantangannya ke depan:&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.       &lt;!--[endif]--&gt;Bagi industri perikanan Indonesia, pasar Jepang masih akan menjadi pasar yang utama. Hal ini misalnya bisa dilihat dari satu indikator bahwa hampir separuh ekspor udang kita masuk ke pasar Jepang dan angka yang lebih tinggi pada pasar ikan tuna segar. Namun demikian, laju impor ikan Jepang menjelang akhir dekade 1990an terus melambat, baik volume maupun nilai dibandingkan dua dekade sebelumnya. Bahkan, pertumbuhan impor ikan Jepang dalam periode 2000-2006 telah berbalik ke negatif. Pada saat bersamaan, ekspor hasil perikanannya justru merambat naik. Walaupun para ahli ekonomi perikanan dalam pertemuan Asosiasi Ekonomi Perikanan Jepang pada tanggal 1 Juni yang lalu masih bertanya-tanya apakah kecenderungan ekspor tersebut akan menjadi berita gembira atau pertanda tidak baik ditengah berbagai masalah domestik, kencenderungan seperti ni patut menjadi perhatian bagi industri perikanan nasional. Dari sisi konsumsi, adalah satu tantangan bagi Indonesia ketika konsumen Jepang perlahan-lahan beralih ke produk-produk HMR (home meal replacement; aitu produk-produk yang bergizi tetapi siap saji baik disantap, dihangatkan, atapun langsung dimasak), misalnya Indonesia masih mengandalkan diri pada ekspor produk yang belum diolah. Thailand dan Vietnam nampak mendominasi produk yang mempunyai nilai tambah seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.       &lt;!--[endif]--&gt;Persaingan industri perikanan, khususnya udang, ke depan yang juga pasar utamanya adalah Jepang akan lebih ketat. Komoditi perdagangan udang dunia saat ini telah bergeser dari 5-6 species menjadi 2-3, terutama dengan meluasnya budidaya udang introduksi seperti vanamei. Industri budidaya udang nasional juga sedang bergeser dari spesies lokal (udang windu) ke vanamei. Dari sisi pasar, keseragaman spesies menyebabkan persaingan terjadi hanya pada tingkat harga. Bahkan harga udang dunia saat ini telah bergeser turun dari rata-rata US$ 11,2/kg pada tahun 2000 menjadi US$ 6,5 di tahun lalu [dihitung dari data yang dilaporkan 12]. Tentu saja negara-negara yang mampu memproduksi udang dengan harga yang lebih murah akan menjadi pemain utama dan China saat ini sedang bergairah dengan mulai mendominasi pasar udang dunia. Namun demikian, isu-isu keamanan pangan dan kecurangan dalam perdagangan akan tetap menjadi faktor penentu berikutnya. Pengalaman terpentalnya produk udang China di pasar Amerika dan riaknya sampai ke tanah air tentu dapat menjadi pelajaran berharga bagi pengusaha perikanan nasional. Tentu saja, faktor sejenis juga menjadi pusat perhatian Jepang.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.       &lt;!--[endif]--&gt;Untuk tuna, peluang pasar tetap terbuka bagi para produsen tuna. Namun demikian ada empat tantangan: (1) tekanan harga bahan bakar minyak akan membatasi kemampuan produksi tuna Indonesia. (2) Pada saat bersamaan tekanan masyarakat dunia yang menginginkan ekploitasi tuna yang lebih bertanggungjawab juga akan semakin kencang. Komunitas masyarakat perikanan international seperti CCSBT (Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna) misalnya, bahkan telah berhasil memaksa Jepang menurunkan kuotanya untuk tuna sirip biru dari selatan ini dari 6000 ton per tahun menjadi hanya separuh tahun 2006 yang lalu. Imbasnya dikhawatirkan akan mengalir pada jenis dan negeri lainnya termasuk industri tuna kita. (3) Persaingan di tingkat wilayah juga semakin ketat karena negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia sudah mengalokasikan dana untuk perikanan tuna dan bahkan berani menarik industri tuna nasional dengan subsidi BBM jika bersedia pindah ke Malaysia [13]. Thailand juga telah berancang-ancang dengan akan selesainya pembangunan pelabuhan perikanan Puket. Vietnam dengan dukungan Jepang juga merencanakan pengembangan pelabuhan perikanan tuna modern dengan nilai mencapai US$ 5 juta [14]. Kitapun tentu masih menaruh prioritas yang besar pada industri tuna seperti dapat dibaca pada dokumen Program Revitalisasi Perikanan 2005-2009. Sayangnya, (4) struktur industri perikanan tuna kita sangat lemah, bahkan sangat tergantung pada aktivitas perikanan dari negara lain. Lebih disayangkan lagi aktivitas perikanan asing ini sulit dibedakan antara yang berijin dan yang mencuri. Tidaklah mengherankan jika kita sering berkeluh kesah tentang pencurian ikan yang merugikan negara triliunan rupiah. Karena itu, dalam kerangka kerjasama kedua negara upaya mengurangi permasalahan dan aktivitas yang dikenal dengan istilah IUU (Illegal, Unregulated and Unreported) ini dapat menjadi salah satu agenda bersama. Kerjasama bilateral dan mungkin regional dapat juga dilakukan baik dengan memberi tekanan pada para penangkap dan penjual hasil ikan curian tersebut juga dari sisi teknis.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.       &lt;!--[endif]--&gt;Bagi industri perikanan nasional, pilihan ditengah melemahnya minat pasar Jepang saat ini tentu saja salah satunya adalah diversifikasi ekspor baik komoditi ikan, produk, maupun negara tujuan. Adalah berita baik ekspor udang Indonesia sudah cukup bergeser dari pasar tunggal Jepang, ke beberapa negara akhir-akhir ini, termasuk dengan masuknya pasar China sebagai tujuan baru. Sebagai ilustrasi, lebih dari 70% ekspor udang Indonesia ditujukan ke Jepang sampai tahun 1989, dan kini turun hanya separuh. Dengan kecenderungan tersebut kebijakan revitalisasi perikanan yang saat ini hanya mengkosentrasikan diri pada tiga komoditi perikanan saja yaitu udang, tuna dan rumput laut perlu dikaji ulang.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.       &lt;!--[endif]--&gt;Namun demikian, satu hal yang patut dan yang terpenting untuk dipertimbangan oleh Indonesia adalah isu-isu domestik seperti isu sosial ekonomi perikanan dan lingkungan. Faktor ini tentu perlu mendapat tempat yang lebih baik dalam kebijakan pembangunan perikanan saat ini dan akan datang. Apalagi belajar dari pengalaman yang lalu, karena orientasi yang terlalu fokus ke luar (export-oriented) yang ditempuh dalam pembangunan perikanan telah menghasilkan beban masalah domestik yang berat seperti kerusakan sumberdaya, lingkungan dan masalah sosial ekonomi.&lt;br /&gt;4. Catatan Penutup&lt;br /&gt;Walaupun telah banyak keuntungan ekonomi dalam lima puluh tahun perbaikan hubungan Indonesia-Jepang, kita juga menemukan dampak sosial dan permasalahan lingkungan hidup. Bahkan, kekhawatiran Krisnandhi [6] empat puluh tahun yang lalu juga telah banyak terbukti. Karena itu berkaca pada pengalaman yang lalu, Indonesia perlu mengkaji dengan lebih baik agar berbagai kerjasama dengan negara lain bisa memberikan hasil yang seimbang, tidak hanya sisi ekonomi. Apalagi, telah disadari bahwa eksploitasi sumberdaya ikan kita saat ini cenderung mengarah pada krisis perikanan. Eksploitasi sumberdaya secara berlebihan bahkan seperti sedang berjalan beriringan dengan kemiskinan di pesisir.&lt;br /&gt;Bagi penulis, satu hal yang menarik dari para pengambil kebijakan perikanan Jepang adalah kegigihan memperjuangkan kepentingan perikanan domestik, walau dalam tekanan internasional sekalipun seperti yang bisa kita baca dalam isu subsidi perikanan, penangkapan ikan paus, tuna dan isu-isu lainnya. Komitmen seperti ini juga yang kita harapkan dari pengambil kebijakan di tanah air. Apalagi tantangan dan masalah domestik Indonesia ke depan semakin berat. Kita tentu berharap, ikan tetap menjadi pangan yang terus dapat terjangkau, ditengah harga pangan dunia dan domestik yang terus melambung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-427978825998893673?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/427978825998893673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=427978825998893673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/427978825998893673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/427978825998893673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/refleksi-50-tahun-hubungan-ekonomi.html' title='Refleksi 50 Tahun Hubungan Ekonomi Indonesia-Jepang dalam Sektor Perikanan'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-1145203294775634422</id><published>2008-07-05T09:50:00.000+07:00</published><updated>2008-07-05T09:54:31.063+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Sebagian Besar Perikanan Dunia Overfishing? (Suatu Telaah Manajemen Perikanan Konvensional)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#663333;"&gt;Sering diungkapkan bahwa sumberdaya ikan merupakan sumberdaya yang terpulihkan. Namun, dalam kenyataannya sampai saat ini tak satupun fakta yang mampu menunjukkan kebenaran thesis tersebut. Produksi perikanan dunia terus mengalami penurunan dan bahkan overfishing dan punah. Tulisan ini mencoba untuk menguraikan sebab-sebab kerusakan perikanan dunia ditinjau dari pendekatan pengelolaan perikanan konvensional serta mencoba mendiskusikan altenatif pengelolaan dan metode pemanfaatan sumberdaya ikan ke depan. 1. Manajemen Konvensional Pauly, et al., 2002 [1] mengatakan bahwa kegiatan perikanan (baca: penangkapan ikan) sebenaranya adalah merupakan suatu kegiatan pengejaran atau perburuan hewan air, seperti perburuan hewan-hewan darat lainnya seperti rusa, kelinci atau hewan-hewan lainnnya di hutan. Mereka menjelaskan lebih lanjut bahwa tidak ada perburuan yang dilakukan secara industri di dunia ini, kecuali pada sumberdaya ikan. Dapat dibayangkan, apa yang terjadi jika kegiatan perburuan itu dijadikan industri dalam skala besar? Pertimbangan aspek ekonomi akan menjadi lebih dominan dibandingkan dengan aspek lainnya. Satuan upaya perburuan tersebut akan melebihi kapasitas maksimumnya dan mengakibatkan kerusakan dan kepunahan sumberdaya yang bersangkutan. Dimulai pada awal abad 19 ketika nelayan Inggris mengoperasikan steam trawl, kegiatan perikanan berkembang pesat dan menjadi komoditas industri dan perdagangan. Sadar akan kerusakan yang timbul akibat exploitasi yang "rakus" tersebut, ilmuwan biologi perikanan mengembangkan beberapa model pengelolaan perikanan. Model-model pengelolaan perikanan konvensional tersebut kemudian diaplikasikan di berbagai perairan di belahan bumi guna menghambat laju kerusakan sumberdaya ikan. Meskipun model-model tersebut terus berkembang dan mengalami perbaikan, namun tak satupun model pengelolaan yang ada mampu menghambat laju kerusakan sumberdaya ikan. Ada beberapa alasan yang bisa diungkapkan disini kenapa model-model konvensional pengelolaan sumberdaya ikan tersebut gagal dalam menghambat kerusakan sumberdaya ikan. Secara umum, model-model pengelolaan perikanan konvensioanl yang dikembangkan selama ini didasarkan atas positivistic science yang berasumsi bahwa ekosistem alam ini dapat diprediksi dan dikontrol [2]. Dalam kenyataannya, asumsi ini sangat susah untuk dipenuhi. Disamping kemampuan manusia untuk memprediksi perilaku ekosistem alam terbatas, perilaku ekosistem sendiri juga sangat susah untuk diprediksi. Sehingga, model-model yang berbasis kesetimbangan yang banyak diadopsi dalam pengelolaan sumberdaya ikan (seperti nilai maximum sustainable yields, MSY), tidak dapat diterapkan dengan baik. Bukan karena ketersediaan data yang terbatas, tapi yang lebih utama adalah kegagalan dalam mengadopsi perilaku ekosistem [3] dalam modelnya. Sehingga, penentuan reference point (nilai acuan) kapasitas maksimum lingkungan yang menjadi dasar dalam penentuan batas maksimum variabel keputusan (seperti MSY) menemui ketidak-akuratan. Kesalahan, baik itu lebih atau kurang (dari kapasitas maksimum sesungguhnya) akan berdampak yang buruk bagi pengelolaan sumberdaya ikan [4]. Alasan berikutnya adalah model-model pengelolaan perikanan konvensional yang sebagian besar dikembangkan untuk spesies tunggal pada perikanan industri di belahan bumi utara bagian barat, tidak cocok diterapkan pada perikanan daerah tropis yang notabene berskala kecil dan bersifat multigear-multispecies. Padahal, bumi bagian selatan yang merupakan negara berkembang, dimana perikanannya didominasi oleh perikanan skala kecil, menyumbang hampir 58% produksi perikanan dunia [5]. Perbedaan skala, sistem penangkapan ikan dan ekosistem perairan, menyebabkan model-model konvensional tidak mampu untuk menerangkan kompleksitas perikanan daerah tropis. Pengelolaan perikanan, pada hakekatnya adalah pengelolaan ekosistem, dimana keterkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya sangat erat hubungan sebab akibatnya. Perubahan pada satu elemen ekosistem akan merubah struktur secara keseluruhan ekosistem tersebut. Ketidak mampuan model untuk menjelaskan kompleksitas perikanan ini, telah diyakini menjadi penyebab perubahan struktur ekosistem perikanan yang pada akhirnya menyebabkan degradasi produksi ikan dan overfishing di hampir seluruh wilayah daerah tropis. Pada sisi lainnya, manajemen perikanan konvensioanal yang hanya terfokus pada stock assessment model yang menafikkan aspek sosial juga disinyalir menjadi salah satu penyebab ketidak-berhasilan model-model konvensioanal. Padahal, management perikanan pada hakekatnya adalah suatu upaya untuk mengontrol upaya penangkapan, atau kongkretnya mengatur nelayan, pelaku utama kegiatan perikanan, dalam mengoperasikan alat tangkapnya, kapan, dimana dan seberapa besar kapasitas perikanan yang boleh digunakan. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang dinamika perilaku nelayan dalam kegiatan penangkapan ikan termasuk di dalamnya aspek sosial-ekonomi nelayan yang melatar-belakanginya, sangatlah penting dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Hilborn, 1985 [6] mengungkapkan bahwa krisis perikanan cod dan salmon di Canada pada tahun 1980an sebenarnya bukanlah karena ketidak mampuan model dalam memperediksi ekologi semata tapi karena dinafikkannya aspek perilaku nelayan ini dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Penurunan stok ikan, perubahan komposisi sumberdaya ikan, serta meningkatnya kompetisi antar nelayan, telah mendorong nelayan untuk melakukan upaya-upaya efisiensi dengan menambah daya kapal, teknologi penangkapan ikan, dan alat bantu penangkapan ikan yang kesemuanya mengakibatkan meningkatnya kapasitas penangkapan ikan. Subsidi pemerintah yang tak terencana, juga diyakini telah mendorong nelayan untuk meningkatkan upaya penangkapan ikan. Motorisasi kapal nelayan yang tidak dibarengi dengan upaya peningkatan pemahaman nelayan akan pengelolaan sumberdaya ikan telah menyebabkan meningkatnya tekanan penangkapan di daerah pesisir. Dalam beberapa kasus, nelayan melakukan perubahan atau modifikasi ukuran kapal, alat tangkap atau teknologi penangkapan ikan yang digunakan guna mengelabuhi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sehingga penghitungan satuan upaya penangkapan dalam model perikanan konvensioanal yang hanya berbasis pada jumlah armada penangkapan akan menyesatkan. Ketidakmampuan model konvensional dalam mengoptimalkan tujuan pengelolaan itu sendiri, juga diyakini menjadi penyebab gagalnya model-model pengelolaan sumberdaya ikan konvensional dalam menghambat laju kerusakan sumberdaya ikan. Secara umum, tujuan pengelolaan sumberdaya ikan ditujukan untuk mengoptimalkan tiga tujuan utama, yaitu: ekonomi, biologi dan sosial. Kebijakan pengelolaan sumberdaya ikan diharapkan mampu untuk memuaskan aspek ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya sehingga mampu mensejahterakan masyarakat, khususnya nelayan secara berkelanjutan. Namun demikian, dari ketiga tujuan utama tersebut, khususnya antara tujuan ekonomi dan biologi sangatlah bertentangan dan tidak mungkin untuk dicapai secara bersamaan. Mengoptimalkan ekonomi akan berdampak pada perusakan sumberdaya ikan dan sebaliknya mengoptimalkan sumberdaya ikan (kelestarian sumberdaya ikan) tidak akan mampu memuaskan aspek ekonomi. Perkembangan model pengelolaan sumberdaya ikan yang pada awalnya hanya diukur dengan aspek biologi semata, maximum sustainable yield (MSY) yang kemudian dimodifikasi dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, maximum economic yield (MEY) dan terakhir menjadi optimum sustainable yield (OSY) menunjukkan upaya-upaya perbaikan terhadap model yang ada. Namun, dari ketiga model tersebut, sampai saat ini belum mampu untuk mengoptimalkan seluruh tujuan pengelolaan sumberdaya ikan. Yang ada adalah, dengan nilai acuan MSY yang masih diragukan nilainya itu, sebagian besar negara berkembang mengesampingkan aspek biologi dan sosial dan terus membuka akses penangkapan ikan untuk tujuan devisa negara. 2. Pengelolaan Sumberdaya Ikan ke Depan Selama masih didasarkan pada model-model konvensional yang memahami perikanan secara linear, dapat diduga, species tunggal dan kesetimbangan sistem, pengelolaan perikanan tidak akan berhasil. Oleh sebab itu sangat berbahaya jika pengelolaan perikanan khususnya perikanan industri di daerah tropis masih didasarkan pada model-model konvensional ini. Perikanan bukanlah kegiatan ekonomi semata, namun sudah merupakan jalan hidup sebagian besar nelayan kecil di daerah tropis. Oleh karena itu pendekatan sosial-ekologi yang mengakomodasikan aspek ekologi dan sosial dalam suatu sistem layak untuk dipertimbangkan dalam pengelolaan sumberdaya ikan ke depan. Perikanan harus dipandang sebagai integrasi sistem sosial-ekologi dengan dua arah umpan balik dan sistem adaptasi yang komplek. Pengelolaan perikanan bukan lagi ditujukan untuk menjawab pertanyaan "kemana perikaan ingin kita arahkan?" tetapi "bagaimana kita berubah menuju arah yang dikehendaki?" Pengelolaan sumberdaya ikan yang didasarkan pada nilai acuan (seperti MSY), sudah saatnya dicarikan alternatif penggantinya, dengan menggunakan rujukan arah kecenderungan perkembangan sumberdaya tersebut (misalnya perubahan komposisi hasil tangkapan, ukuran hasil tangkapan, dsb). Pendekatan ecosystem based management (EBM) untuk pengelolaan sumberdaya ikan mungkin merupakan salah satu metoda alternatif untuk pengelolaan ekosistem sumberdaya ikan yang komplek. The Ecosystem Principles Advisory Panel (EPAP), menyatakan bahwa EBM mengemban sedikitnya 4 aspek utama [7]: (1) interaksi antara target species dengan predator, kompetitor dan species mangsa; (2) pengaruh musim dan cuaca terhadap biologi dan ekologi ikan; (3) interaksi antara ikan dan habitatnya; dan (4) pengaruh penangkapan ikan terhadap stok ikan dan habitatnya, khususnya bagaimana menangkap satu species yang mempunyai dampak terhadap species lain di dalam ekosistem. Bila dalam penjelasan EPAP tidak disebutkan secara langsung tentang bagimana mengelola perilaku orang atau manusia sebagai komponen ekosistem dimana mereka hidup dan memanfaatkan sumberdaya, tetapi sesungguhnya unsur manusia telah masuk di dalamnya. Di lain pihak, the National Research Council of the USA (NRC) dalam definisinya menyebutkan manusia sebagai komponen sekaligus pengguna dalam ekosistem secara langsung serta membedakan antara ekosistem dan pengguna ekosistem tersebut. Disebutkan juga bahwa tujuan akhir dari EBM adalah menjaga keutuhan dan kelestarian ekosistem. Sebagai alat monitoring ekosistem, EBM kemudian dilengkapi dengan indikator ekologi untuk mengukur perubahan ekosistem yang dimaksud. Indikator-indikator ini diupayakan lebih berarti secara ekologi, mudah dipahami dan diterapkan di lapangan. Berdasarkan hasil monitoring ini diharapkan perubahan ekosistem termasuk manusia yang ada di dalamnya mudah dijelaskan, sehingga keadaan ekosistem secara keseluruhan akan diketahui dan tindakan perbaikan dapat dilakukan secapatnya untuk mengatasi kerusakan yang ada. Sebagai contoh, Rochet and Trenkel, 2003 [8] mengelompokkan indikator perubahan sumberdaya ikan menjadi 3 kelompok besar yaitu (1) indicator pada tingkat populasi; (2) indicator pada tingkat antar species ikan dan (3) indicator pada tingkat kelompok ikan. Pada tataran pelaksanaan, EBM sering disandingkan dengan marine protected area (MPA), yang didefinisikan sebagai suatu wilayah yang populasi sumberdayanya bebas eksploitasi. Tujuan MPA adalah untuk melindungi sumberdaya dari eksploitasi agar sumberdaya tersebut pulih kembali. Disamping meningkatkan ukuran ikan, MPA juga diharapkan mampu mengembalikan stok sumberdaya yang telah rusak. Mous et. al, 2005 [9] dalam kajiannya telah mengungkapkan keunggulan MPA dibandingkan dengan pendekatan konvensional yang menggunakan nilai acuan (seperti MSY). Khususnya bagi pengelolaan perikanan di Indonesia, mereka secara tegas mengusulkan untuk mengganti metoda pendekatan pengelolaan perikanan yang selama ini didasarkan pada nilai MSY dengan MPA. 3. Kesimpulan Sampai saat ini, model-model pengelolaan perikanan terus dikembangkan guna memperbaiki kekurangan model yang telah dikembangkan sebelumnya. Perkembangan ilmu statistika dan komputer juga telah membantu ahli biologi ikan untuk mengembangkan model-model yang lebih rumit. Namun demikian, karena masih berbasis pada model-model konvensional yang bercirikan species tunggal, terpusat pada biologi populasi ikan dan mengesampingkan aspek sosial-ekologi perikanan dan berasumsi bahwa dinamika perikau populasi dapat diduga, belum juga mampu menghambat kerusakan populasi ikan dunia. Ke depan, karena perikanan dunia hampir 58 % di daerah berkembang beriklim tropis, orientasi pengelolaan perikanan perlu diubah dengan memandang sosial-ekologi perikanan sebagai suatu sistem. Alat pengelolaan perikanan bukan berorientasi pada pengukuran nilai acuan pengelolaan semata namun harus juga berisi metoda bagaimana cara menanggulangi suatu perubahan dalam sistem. Pemahaman yang menyeluruh ini akan memudahkan seorang manajer perikanan mampu untuk memberikan alternatif tindakan ketika suatu elemen sistem mengalami perubahan atau kerusakan. Salah satu metode pendekatan yang sudah dikembangkan untuk pendekatan ini adalah Ecosystem Based Management (EBM). Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.       &lt;!--[endif]--&gt;Pauly, D., Christensen V., Gu??nette S., Pitcher T.J., Sumaila, U.R., Walters C.J., Watson, R. and Zeller D. 2002. Towards sustainability in worlds fisheries. Nature 418:689-695.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.       &lt;!--[endif]--&gt;Berkes F. 2003. Alternatives to conventional management: lessons from small-scale fisheries. Environments 31(1):5-19.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.       &lt;!--[endif]--&gt;Holling, C.S. 2001. Understanding the complexity of economic, ecological, and social systems. Ecosystem 4:390-405.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.       &lt;!--[endif]--&gt;Wiyono. E.S. 2005. Stok sumberdaya ikan dan keberlanjutan kegiatan perikanan. Inovasi 4:26-30&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.       &lt;!--[endif]--&gt;Food and Agriculture Organization. 2001. The State of World Fisheries and Aquaculture 2000. FAO, Rome, 142 pp.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;6.       &lt;!--[endif]--&gt;Hilborn, R. 1985. Fleets dynamics and individual variation: why some people catch more fish than others. Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Science 42:2-13.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;7.       &lt;!--[endif]--&gt;USA National Marine Fisheries Service. 1999. Ecosystem based fishery management: a report to the Congress by the Ecosystem Principles Advisory Panel. http://www.nmfs.gov/sfa/reports.html&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;8.       &lt;!--[endif]--&gt;Rochet MJ and Trenkel VM. 2003. Which community indicators can measure the impact of fishing? A review and proposal. Canadian Journal Fisheries and Aquatic Science 59: 1032-1043.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;9.       &lt;!--[endif]--&gt;Mous, P.J., Pet, J.S., Arifin, Z., Djohani, R., Erdmann, M.V., Halim, A., Knight, M., Pet-Soede, L. and Wiadnya G. 2005. Policy needs to improve marine capture fisheries management and to define a role for marine protected areas in Indonesia. Fisheries Ecology and Management&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-1145203294775634422?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/1145203294775634422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=1145203294775634422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/1145203294775634422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/1145203294775634422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/mengapa-sebagian-besar-perikanan-dunia.html' title='Mengapa Sebagian Besar Perikanan Dunia Overfishing? (Suatu Telaah Manajemen Perikanan Konvensional)'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-4577129469489912175</id><published>2008-07-02T14:49:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T14:50:13.299+07:00</updated><title type='text'>OPTIMALKAN IKHTIAR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim,ManajemenQolbu.Com : Ketika harga diri telah dijadikan salah satu kata kunci utama hidup sebagai Muslim di tengah-tengah pergaulan manusia yang nikmat dalam kelalaian karena diperkuda hawa nafsu ini, maka mudah-mudahan saja Allah mentakdirkan kita menjadi bukti kemuliaan Islam. Siapapun yang dianugerahi karunia ini, niscaya tidak akan lagi mencemaskan kehidupan dunia. Betapa tidak! pertolongan-Nya yang sangat mengesankan akan senantiasa tercurah kepada kita, diminta ataupun tidak, insya Allah.Misalnya, kita ingin membangun mesjid atau lembaga dakwah. Sekiranya kita tidak yakin bahwa Allah Azza Wa Jalla akan siap menolong siapapun yang ingin mendirikan rumah-Nya dan menolong menegakan agama-Nya, niscaya akan dengan mudah, bahkan mungkin penuh kesadaran untuk menukar harga diri kita dengan kepingan-kepingan uang logam yang mungkin nilainya lebih kecil daripada yang diberikan kepada pengemis atau penjaga WC umum.&lt;br /&gt;Kita akan rela mencampakan rasa malu kita dan rela tubuh ini terpanggang terik sinar matahari untuk berjalan berkilo-kilo meter dari pintu ke pintu, berdiri di pinggir jalan raya sambil mengacung-acungkan kotak kencleng, atau mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil di perempatan jalan. Padahal, bukankah "Al-Yad al-'ulya khairun min yad ash-shufla (Tangan di atas itu, jauh lebih baik dari pada tangan yang menengadah di bawah)?"&lt;br /&gt;Mengapa bisa terjadi demikian? Sesungguhnya, keadaan semacam itu sangat dimaklumi. Umat Islam saat ini memang baru terjaga dari tidurnya yang lelap. Dan ketika terjaga, ternyata orang lain sudah banyak berbuat, sudah melangkah begitu jauh dan sudah berbekal sejumlah potensi untuk bersaing. Akibatnya, bisa kita lihat ke dalam diri kita sendiri. Secara syariat lahiriyah, kita memang masih memiliki banyak kelemahan, baik dalam hal potensi sumber daya manusia, dana, kesempatan, maupun strategi untuk bersaing.&lt;br /&gt;Mengingat hal itu, apakah lantas kita hanya akan mengandalkan kemampuan diri yang nota bene pas-pasan, apa yang bisa kita dapat? Oleh sebab itu, kalau ada yang harus dikuatirkan dalam berjuang membangun mesjid, lembaga dakwah, atau kegiatan apapun demi syiar Islam, hanya satu hal saja, yakni kita tidak lagi ditolong Allah, sekaligus juga membuat kita tergelincir kehilangan harga diri. Kalaupun kita memilih berjuang sekuat-kuatnya untuk menjaga kemuliaan diri, tak ingin meminta-minta sumbangan, sementara jalan wirausahapun belum membuahkan hasil yang berarti, lalu siapa yang harus kita andalkan?&lt;br /&gt;Hendaknya cita-cita kita dalam hidup ini haruslah menjadi orang yang selalu rindu akan pertolongan Allah. Biarlah Dia yang mengatur segalanya bagi kita. Biarlah kita menjadi bagian dari rencana dan strategi-Nya. Karena dengan begitu kita akan menjadi orang yang bisa meraih sukses dalam bidang apapun yang dapat mendatangkan kemaslahatan, sekaligus derajat kemuliaan kitapun tetap terpelihara dan bahkan terentaskan. Mau berdakwah, melanjutkan sekolah, menempuh ujian, mencari pekerjaan, berwirausaha, atau melakukan apapun, kalau hanya mengandalkan otak dan kemampuan belaka, sungguh amat terbatas. Kita tidak bisa melacak apa yang akan terjadi besok atau lusa. Kita tidak tahu persaingan seberat apa yang akan dihadapi. Kita tidak tahu penipu mana yang akan mengganjal dan menghadang kita. Akan tetapi, kalau Allah berkehendak menolong kita, maka Dia Mahatahu segala-galanya. Sekali-kali tidak akan terhalang karunia dan pertolongan-Nya walaupun bergabung seluruh jin dan manusia untuk menghalanginya.&lt;br /&gt;Jadi, yang harus kita lakukan sekarang juga adalah mencari pertolongan Allah, dengan cara berjuang sekuat-kuatnya agar kita menjadi orang yang layak ditolong oleh-Nya. Akan tetapi, bukankah untuk sampai ke arah itu amat berat? Nah, di sinilah justru letak kesalahannya, menganggap berat perjuangan yang justru belum kita mulai. Padahal Allah sama sekali tidak mempersulit kita. Kita saja yang suka menghalangi datangnya pertolongan Allah itu. Karenanya, agar kita menjadi orang yang tidak menghalangi pertolongan-Nya, rahasianya adalah memulai dengan membersihkan dan meluruskan niat. Untuk apa kita melakukan suatu usaha? Untuk kepentingan sendiri, bolehkah? Untuk ma'isyah rumah tangga, bolehkah? Kedua-duanya boleh saja. Hanya saja, kalau demi motivasi semacam itu, siapapun dapat melakukannya, bahkan termasuk orang yang tidak beriman sekalipun. Padahal kita harus mendapatkan nilai lebih dari sekedar untuk mencukupi diri atau keluarga.&lt;br /&gt;Ketika ingin berwirausaha, niatkanlah karena ingin memiliki harga diri, agar tidak menjadi beban orang lain. Yang kedua, mudah-mudahan usaha kita menjadi dakwah. Yang ketiga, mudah-mudahan banyak teman kita yang bergabung, sehingga mereka mendapatkan rezeki yang jelas kehalalannya. Dan yang keempat, mudah-mudahan jerih payah kita menbuahkan rezeki yang berlimpah ruah, sehingga bisa menolong orang yang memang membutuhkan pertolongan. Hendaknya, seperti inilah niat kita. Tidak lagi hanya untuk kepentingan diri dan keluarga, tetapi menjadi melebar untuk kepentingan umat. Inilah awal yang baik.Kalau niat dan motivasi kita hanya sekedar untuk memperkaya diri, jangan-jangan malah kita tidak pernah menjadi kaya. Lain lagi kalau diniatkan untuk memperkaya umat dan menolong agama Allah, maka Allah lah yang akan menjamin kekayaan kita. Bukankah Dia telah tegas-tegas berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS. Muhammad [47]:7). Haruslah segala apa yang kita cita-citakan bersifat menolong agama Allah, barulah akan datang pertolongan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siasat seperti apa yang dapat kita lakukan agar menjadi bagian dari orang yang layak ditolong oleh-Nya? Langkah awal yang harus kita lakukan adalah berusaha terus menerus untuk meningkatkan pengenalan kita kepada Allah dalam segala aspek kehidupan untuk mendekatkan diri kepada-Nya semata. Ujung dari semua itu adalah terbangunnya ketaqwaan dan ketawakalan. Tidak takut kecuali hanya pada-Nya, karena Dialah satu-satunya tempat bergantung segala makhluk. Manusia hanya diwajibkan berikhtiar, sedang tercapai atau tidaknya ikhtiar tersebut, semuanya bergantung pada izin Allah, laa haula walaa quwwata illa billah.Sekiranya kita sudah memiliki kesanggupan seperti itu, maka apa lagi yang harus dicemaskan di dunia ini? Jaminan dan janji Allah itu pasti. Mustahil Dia mengingkarinya. "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tiada terduga. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah. niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu" (QS. Ath-Thalaq [65]:2-3)&lt;br /&gt;Selamat berbahagia bagi siapapun yang dipilih oleh Allah untuk menjadi pejuang agama-Nya. Dan selamat merugi bagi siapapun yang dijauhkan dari jalan menuju jaminan pertolongan-Nya.***(Dimuat Di Tabloid MQ)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-4577129469489912175?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/4577129469489912175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=4577129469489912175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/4577129469489912175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/4577129469489912175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/optimalkan-ikhtiar.html' title='OPTIMALKAN IKHTIAR'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-7831090215463643834</id><published>2008-07-02T14:39:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T14:41:17.987+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pribadi Sukses</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Oleh : Mas Amri Knowledge Entrepreneur&lt;br /&gt; ManajemenQolbu.Com : (Dari Bedah Buku Dr Akrim Ridha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua cahaya menyinari tujuanmu ;&lt;br /&gt;Intinya adalah buat perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang dan semuanya harus bisa terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-citamu mesti realistis ;&lt;br /&gt;Berbicara realistis maupun tidak realistis sebuah cita-cita sifatnya adalah relatif, sebab itu tergantung kepada kita, maka Rasullulah bersabda bahwa setiap perkataan itu ada hakekat, lalu Rasulullah menanyakan kepada harist apa bukti dan hakekat keimananmu itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelelahan utama, mendapatkan teladan ;&lt;br /&gt;Kita dianjurkan untuk mencari figure tidak hanya satu , sebab harus disesuaikan pada sector mana kita akan menggunakannya.Catatan, khusus untuk Rasulullah SAW beda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kehilangan sumber potensi ;&lt;br /&gt;Maksudnya , banyak diantara kita yang lebih pinter mengetahui kekurangan diri daripada kelebihan diri. Jadilah dirimu sendiri, seperti kue DONAT, kelebihannya adalah lubangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi dan rasional atau hanya mimpi-mimpi ;&lt;br /&gt;Kehidupan selalu berubah, walaupun banyak orang yang masih bangga dengan teknik-teknik masa lalu yang sudah usang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mesti menggunakan kunci-kunci manajerial ;&lt;br /&gt;Intinya adalah kita harus punya perencanaan yang bagus, ada peringatan dari Ali r.a bahwa sesuatu yang baik, tidak diorganisasi dengan baik akan terkalahkan dengan sesuatu yang tidak baik namun terorganisasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju karir profesional ;&lt;br /&gt;Intinya belajr dan belajar agar kita termasuk dalam surat 58 ; 11 yang isinya : " Allah mengangkat derajat orang – orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perahu kesabaran ;&lt;br /&gt;Intinya seperti dalam surat Ali Imron ayat 200 yaitu " Dan bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah supaya kamu beruntung ". Ibnu Qayyim berkomentar bahwa ada orang yang sabar tapi tidak istiqomah , ada yang istiqomah namun tidak sabar, ada yang sabar dan istiqomah namun tidak bertaqwa.Padahal bertaqwa itulah yang menjadikan seseorang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut hati ;&lt;br /&gt;Intinya adalah perlunya kegigihan, kegigihan, kegigihan dan pokoknya kegigihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah hidupmu menyenangkan ;&lt;br /&gt;Kombinasikan hidup anda, nikmati hidup anda, dan lupakan juga hapus hal-hal yang tidak perlu dalam kehidupan kita.(mikha)[mq]***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-7831090215463643834?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/7831090215463643834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=7831090215463643834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/7831090215463643834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/7831090215463643834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/menjadi-pribadi-sukses.html' title='Menjadi Pribadi Sukses'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-7351321159962622218</id><published>2008-07-02T14:30:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T14:33:32.843+07:00</updated><title type='text'>Antara Mata dan Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;eramuslim - Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.Ketika seseorang memiliki niat untuk melakukan sesuatu yang muncul dari dalam hati, maka dia memerlukan mata sebagai penuntunnya. Untuk melihat, mengamati, dan kemudian otak ikut bekerja untuk mengambil keputusan.&lt;br /&gt;Bila seseorang memiliki niat untuk melakukan amal yang baik, maka mata menuntunnya kearah yang baik pula. Dan bila seseorang berniat melakukan suatu perbuatan yang tidak baik, maka mata akan menuntunnya kearah yang tidak baik pula.&lt;br /&gt;Sebaliknya bisa pula terjadi, ketika mata melihat sesuatu yang menarik, lalu melahirkan niatan untuk memperoleh kenikmatan dari hal yang dilihatnya, maka hati akan mendorong mata untuk menjelajah lebih jauh lagi, agar dia memperoleh kepuasan dalam memandangnya. Sehingga Allah SWT memberikan kepada kita semua rambu-rambu yang sangat antisipatif, yaitu perintah untuk menundukkan pandangan: "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya." (QS. An Nuur: 30-31)&lt;br /&gt;Demikianlah hal yang terjadi, sehingga ketika manusia terpuruk dalam kesesatan, maka terjadilah dialog antara mata dan hati, seperti yang dituturkan oleh seorang ulama besar Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah dalam bukunya "Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati berkata kepada Mata&lt;br /&gt;Kaulah yang telah menyeretku kepada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari kesembuhan dari kebun yang tidak sehat, kau salahi firman Allah, "Hendaklah mereka menahan pandangannya", kau salahi sabda Rasulullah Saw, "Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, yang akan didapati kelezatannya di dalam hatinya". (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanggahan Mata terhadap Hati&lt;br /&gt;Kau zhalimi aku sejak awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. Padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan penuntun yang menunjukkan jalan kepadamu. Engkau adalah raja yang ditaati. Sedangkan kami hanyalah rakyat dan pengikut. Untuk memenuhi kebutuhanmu, kau naikkan aku ke atas kuda yang binal, disertai ancaman dan peringatan. Jika kau suruh aku untuk menutup pintuku dan menjulurkan hijabku, dengan senang hati akan kuturuti perintah itu. Jika engkau memaksakan diri untuk menggembala di kebun yang dipagari dan engkau mengirimku untuk berburu di tempat yang dipasangi jebakan, tentu engkau akan menjadi tawanan yang sebelumnya engkau adalah seorang pemimpin, engkau menjadi buidak yang sebelumnya engkau adalah tuan. Yang demikian itu karena pemimpin manusia dan hakim yang paling adil, Rasulullah Saw, telah membuat keputusan bagiku atas dirimu, dengan bersabda: "Sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula, dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati." (H.R. Bukhori Muslim dan lainnya).&lt;br /&gt;Abu Hurairah Ra. Berkata, "Hati adalah raja dan seluruh anggota tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik, maka baik pula pasukannya. Jika raja buruk, buruk pula pasukannya". Jika engkau dianugerahi pandangan, tentu engkau tahu bahwa rusaknya para pengikutmu adalah karena kerusakan dirimu, dan kebaikan mereka adalah karena kebaikanmu. Jika engkau rusak, rusak pula para pengikutmu. Lalu engkau lemparkan kesalahanmu kepada mata yang tak berdaya. Sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta kepada Allah, tidak menyukai dzikir kepada-Nya, tidak menyukai firman, ‘asma dan sifat-sifat-Nya. Engkau beralih kepada yang lain dan berpaling dari-Nya. Engkau berganti mencintai selain-Nya.&lt;br /&gt;Demikianlah, mata dan hati, sepasang sekutu yang sangat serasi. Bila mata digunakan dengan baik, dan hati dikendalikan dengan keimanan kepada Allah SWT, maka kerusakan dan kemungkaran dimuka bumi ini tak akan terjadi. Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, maka kerusakan dan bala bencanalah yang senantiasa menyapa kita.&lt;br /&gt;Robb, bimbinglah kami, agar kami mampu mengendalikan hati kami dengan keimanan kepada-Mu, mengutamakan cinta kepada-Mu, dan tidak pernah berpaling dari-Mu.&lt;br /&gt;Allaahumma ‘aafinii fii badanii, Allaahumma ‘aafiniifii sam’ii, Allaahumma ‘aafinii fii bashorii. Aamiin.&lt;br /&gt;Ya Allah, sehatkanlah badanku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku. (Ummu Shofi/ari_aji_astuti@yahoo.com).&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-7351321159962622218?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/7351321159962622218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=7351321159962622218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/7351321159962622218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/7351321159962622218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/antara-mata-dan-hati.html' title='Antara Mata dan Hati'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-3428017513302689301</id><published>2008-07-02T14:23:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T14:25:19.393+07:00</updated><title type='text'>Resep Optimis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Berikut ini sebuah renungan: optimis itu memang perlu. Semoga bermanfaat. Hidup adalah pencarian kebaikan, karena "Tuhan adalah sumber kebaikan yang tersembunyi".Diri kita ini tak pernah berguna jika tidak senantiasa mencari.Mencari adalah mengupayakan; mencari adalah memikirkan; mencari adalahkemaslahatan; kemaslahatan adalah gerak: gerak adalah langkah yang positif. Sebaliknya adalah kevakuman dan diam. Karena vakum dan diam itu berarti netral dan tenggelam, berarti awal dari segala kemafsadahan.Tidak ada gerak tanpa semangat, yaitu ide dan pemikiran. Semangat juga berarti ketulusan; dan tiada ketulusan tanpa akal fikiran. Makanya tindakan orang gila itu netral (tidak bisa dihakimi), dan tindakan orang waras adakalanya baik, adakalanya buruk. Bisa baik karena menggunakan akalnya, dan buruk karena melampiaskan hawa nafsunya.Yang pertama: akal fikiran --&gt;ketulusan = ide dan pemikiran = semangat --&gt; gerak, menuju ke kebaikan dan kemaslahatan.Kebalikan dari itu: hawa nafsu --&gt; kedengkian --&gt; kepongahan --&gt; kemafsadahan.Orang diam itu tidak berdasar, makanya tenggelam, gara-garamenganggurkan akalnya. Statusnya hampir kayak orang gila. (Lain dengan orang istirahat, karena istirahat, selama itu sesuai kebutuhan, adalah bagian dari gerak). Patah semangat dan putus asa, lebih parah lagi, adalah minus dan merupakan awal dari segala kemafsadahan.Orang yg semangat tentu dia bahagia dan tentram. Semangat dan gerakadalah bukti dari adanya kebahagiaan dan ketentraman. Makanya Allah selalu mengaitkan "pahala" --sebagai konsekuensi gerak-- (lahum ajruhum 'inda rabbihim) dengan kemantapan-keberanian- ketidakkhawatiran (wa laa khaufun 'alaihim) dan kebahagiaan/ketentraman/ketidaksedihan (wa laa hum yahzanuun) dalam ayat al-Baqarah : 277.Sebaliknya, putus asa adalah akibat dari kesedihan, dan kesedihanmempunyai kaitan erat dengan kebodohan sebagaimana kebahagiaan dan ketentraman berjalinan dengan kecerdasan dan intelektualitas.Itu semua adalah prinsip dasar manusia hidup. Adapun hasil, besarkecilnya, itu tergantung proses kesungguhan dan keteledorannya. "Danorang-orang yang bersungguh-sungguh mendekatiKU, pasti Aku tunjukkan jalannya" (wall-ladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulana). (al-Ankabut: 69)Prinsip seperti itu menunjukkan kedirian manusia. Kedirian adalah totalitas ide dan pemikiran dari dalam diri sendiri. Kedirian itu tidak identik dengan ketidakperdulian, kecuekkan, dan acuh tak acuh. Karena kecuekan, acuh tak acuh, dan sebangsanya itu sebanding dengan kebodohan, hampir setengah dari kesombongan. Kedirian adalah penyerapan dan filterisasi informasi sehingga menyusun sebuah keutuhan ide dan pemikiran. Walaupun ada beberapa tiruan/takliid tapi seakan-akan keluar dari diri sendiri, karena telah difilter (dg akal, tentunya).Pemikiran dan ide di sini berarti kemantapan (akan sebuah kebenaran).Di sinilah relevansinya sabda Rasul "fa idzaa 'azamta fatawakkal 'alaa Allah" (jika kamu sudah mantap, bertawakkallah pada Allah) (Ali Imran: 159). Kemantapan di sini sebanding dengan kepengetahuan, keberanian, dan ketegasan.Ringkasnya, gerak-kemantapan-kebahagian itu harus saling terkait.Kalau sudah bisa mengkaitkan ketiganya, baru boleh bertawakkal.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-3428017513302689301?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/3428017513302689301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=3428017513302689301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/3428017513302689301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/3428017513302689301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/resep-optimis.html' title='Resep Optimis'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-2521045294910780945</id><published>2008-07-02T14:08:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T14:10:17.957+07:00</updated><title type='text'>കബലത് Mencintai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;eramuslim - Cinta mungkin sebuah kata agung yang paling sering membuat seseorang tergugu di hadapannya. Segala teori dan argumentasi yang dilontarkan akan lumpuh begitu saja saat kita sendiri yang mengalami bagaimana hebatnya cinta itu mempengaruhi diri kita. Mungkin sulit dipahami bagi orang yang sedang tak mencinta, bagaimana rasa cinta itu menjelma menjadi ratusan ribu pulsa telepon, berlimpahnya waktu untuk menunggu yang terkasih walau kita sedang dalam deadline ketat, terbuka lebarnya mata mengerjakan tugas-tugas demi membantu yang tersayang. Bongkahan pengorbanan yang tak rela dipecahkan…&lt;br /&gt;Merasakan cinta seperti merasakan hangatnya matahari. Kita selalu merasa kehangatan itu akan terus menyirami diri. Setiap pagi menanti mentari, tak pernah terpikirkan akan turun hujan atau badai karena kita percaya semua itu pasti akan berlalu dan mentari akan kembali, menghangati ujung kaki dan tangan yang sedikit membeku. Mentari ada di sana, dan dia pasti setia.&lt;br /&gt;Terkadang kita lupa, matahari yang hidup dan mengisi hidup itu adalah hamba dari Penguasa kehidupan, kehidupan kita, kehidupan matahari. Satu waktu matahari harus pergi, walau ia tak pernah meminta, walau pinta tak pernah kita ucapkan. Jadi, ia akan pergi, apapun yang terjadi. Karena ini adalah kehendak-Nya. Segala yang ada di dunia ini tidak pernah abadi, karenanya ia bisa pergi. Selamanya, bukan sementara. Inilah dunia. Senang atau tidak, kita hanya bisa terima. Mungkin kita ingin protes, ingin teriak; betapa tak adilnya! Tapi kita cuma akan dijawab oleh tebing karang yang bisu, atau lolongan anjing dari kejauhan yang terdengar mengejek. Mungkin kita kecewa dan ingin mengakhiri hidup. Mungkin kita begitu ingin memukul, tapi cuma angin yang bisa dikenai. Sekarang coba dulu lihat, apakah itu mengubah apa pun? Tak ada yang berubah kecuali semakin dalamnya rasa sakit itu.&lt;br /&gt;Maka ketika kuasa-Nya yang mutlak menjambak cinta sementara kita pada matahari, kita bisa apa? Karena kita cuma hamba, kita cuma budak! Kita hanya bisa menelan kepahitan yang kita ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;Mungkin yang perlu kita jawab; mengapa kita melabuhkan cinta begitu besarnya pada manusia? Padahal kita tahu tak ada yang abadi di dunia ini. Mengapa?&lt;br /&gt;Allah menciptakan cinta di antara manusia. Dia yang paling hebat, paling tahu bagaimana cinta itu, bagaimana mencintai, bagaimana dicintai. Kenapa kita begitu sok, merasa paling mencintai, merasa paling dicintai, merasa memiliki segalanya dengan cinta. Padahal cinta itu cuma dari manusia, untuk manusia. Dan suatu hari cinta itu akan hilang. Mungkin tak cuma pupus, tapi tak berbekas, tak berjejak. Hanya cinta yang begitukah yang kita inginkan?&lt;br /&gt;Kenapa kita tak mencoba raih matahari cintanya Allah, yang tak pernah tenggelam dan tak pernah sirna. Tak pernah usang, tak hancur, dan tak akan pernah sia-sia. Mencintai Allah? Terlalu abstrak, terlalu aneh. Masa’? Itu karena kita tak pernah merasa dekat, tak pernah berusaha mendekati-Nya. Allah menjadi asing karena kita memposisikan Allah sebagai sesuatu yang berada di langit yang tinggi dan tak mungkinlah kita mencapainya. Jangankan mencintai, membayangkan untuk mendekatinya saja tak mungkin.&lt;br /&gt;Tahukah kamu, Dia menawarkan cinta-Nya untuk kita. Hebat ‘kan? Kita? Manusia yang hina dina yang berasal dari setetes sperma yang hina? Ditawarkan cinta dari pembuat cinta? Cck… ckk… Apa nggak salah, nih? Kemudian kita malah menolak dan menjauh? Wah… wah… betapa bodohnya ...&lt;br /&gt;Kalau cinta seperti itu tertolak, cinta apa lagi yang kita harapkan? Cinta yang membawa pada kekecewaan, rasa sakit, atau derita? Cinta yang hanya mekar semusim lalu luruh tak berbekas, bahkan wanginya. Percayalah… cinta yang ditawarkan-Nya tak pernah menguncup, mekar, atau luruh. cinta-Nya abadi, mekar selamanya. Dan Dia akan memberi kita cinta dari manusia. Mentari itu terus di sana, kapan dan di manapun kita ingin merasakan hangatnya. Kita punya cinta dari Allah.&lt;br /&gt;Apakah kita tak berniat membalas ketulusan cinta itu?&lt;br /&gt;al Birru&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:emine_mm@maktoob.com"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;emine_mm@maktoob.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-2521045294910780945?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/2521045294910780945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=2521045294910780945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/2521045294910780945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/2521045294910780945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/mencintai.html' title='കബലത് Mencintai'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-6242459859975991453</id><published>2008-07-02T14:03:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T14:07:51.829+07:00</updated><title type='text'>Mencari Hakekat kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok, yaitu jasmani dan rohani. Dua&lt;br /&gt;hal ini memiliki keperluan masing-masing. Jasmani membutuhkan makan,&lt;br /&gt;minum, pelampiasan syahwat, keindahan, pakaian, perhiasan-perhiasan dan&lt;br /&gt;kemasyhuran. Rohani, pada sisi lain, membutuhkan kedamaian, ketenteraman,&lt;br /&gt;kasih-sayang dan cinta. Para sufi menegaskan bahwa hakekat sesungguhnya&lt;br /&gt;manusia adalah rohaninya. Ia adalah muara segala kebajikan. Kebahagiaan&lt;br /&gt;badani sangat tergantung pada kebahagiaan rohani. Sedang, kebahagiaan&lt;br /&gt;rohani tidak terikat pada wujud luar jasmani manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai inti hidup, rohani harus ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;Semakin tinggi rohani diletakkan, kedudukan manusia akan semakin agung.&lt;br /&gt;Jika rohani berada pada tempat rendah, hina pulalah hidup manusia. Fitrah&lt;br /&gt;rohani adalah kemuliaan, jasmani pada kerendahan. Badan yang tidak memiliki&lt;br /&gt;rohani tinggi, akan selalu menuntut pemenuhan kebutuhan-kebutuhan rendah hewani.&lt;br /&gt;Rohani hendaknya dibebaskan dari ikatan keinginan hewani, yaitu kecintaan&lt;br /&gt;pada pemenuhan syahwat dan keduniaan. Hati manusia yang terpenuhi dengan&lt;br /&gt;cinta pada dunia, akan melahirkan kegelisahan dan kebimbangan yang tak&lt;br /&gt;berujung. Hati adalah cerminan ruh. Kebutuhan ruh akan cinta bukan untuk&lt;br /&gt;dipenuhi dengan kesibukan pada dunia. Ia harus bersih. Dalam rangkaian&lt;br /&gt;metode pembersihan hati, para sufi menetapkan dengan tiga tahap :&lt;br /&gt;Takhalli,Tahalli, dan Tajalli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takhalli, sebagai tahap pertama dalam mengurus hati, adalah membersihkan&lt;br /&gt;hati dari keterikatan pada dunia. Hati, sebagai langkah pertama, harus&lt;br /&gt;dikosongkan. Ia disyaratkan terbebas dari kecintaan terhadap dunia, anak,&lt;br /&gt;istri, harta dan segala keinginan duniawi. Dunia dan isinya, oleh para&lt;br /&gt;sufi, dipandang rendah. Ia bukan hakekat tujuan manusia. Manakala kita&lt;br /&gt;meninggalkan dunia ini, harta akan sirna dan lenyap. Hati yang sibuk pada&lt;br /&gt;dunia, saat ditinggalkannya, akan dihinggapi kesedihan, kekecewaan,&lt;br /&gt;kepedihan dan penderitaan. Untuk melepaskan diri dari segala bentuk&lt;br /&gt;kesedihan, lanjut para saleh sufi, seorang manusia harus terlebih dulu&lt;br /&gt;melepaskan hatinya dari kecintaan pada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahalli, sebagai tahap kedua berikutnya, adalah upaya pengisian hati yang&lt;br /&gt;telah dikosongkan dengan isi yang lain, yaitu Allah (swt). Pada tahap ini,&lt;br /&gt;hati harus selalu disibukkan dengan dzikir dan mengingat Allah. Dengan&lt;br /&gt;mengingat Allah, melepas selain-Nya, akan mendatangkan kedamaian. Tak ada&lt;br /&gt;yang ditakutkan selain lepasnya Allah dari dalam hatinya. Hilangnya dunia,&lt;br /&gt;bagi hati yang telah tahalli, tak akan mengecewakan. Waktunya sibuk hanya&lt;br /&gt;untuk Allah, bersenandung dalam dzikir. Pada saat tahalli, lantaran&lt;br /&gt;kesibukan dengan mengingat dan berdzikir kepada Allah dalam hatinya,&lt;br /&gt;anggota tubuh lainnya tergerak dengan sendirinya ikut bersenandung dzikir.&lt;br /&gt;Lidahnya basah dengan lafadz kebesaran Allah yang tak henti-hentinya didengungkan&lt;br /&gt;setiap saat. Tangannya berdzikir untuk kebesaran Tuhannya dalam berbuat.Begitu pula, mata, kaki, dan anggota tubuh yang lain. Pada tahap ini, hati&lt;br /&gt;akan merasai ketenangan. Kegelisahannya bukan lagi pada dunia yang menipu.&lt;br /&gt;Kesedihannya bukan pada anak dan istri yang tak akan menyertai kita saat&lt;br /&gt;maut menjemput. Kepedihannya bukan pada syahwat badani yang seringkali&lt;br /&gt;memperosokkan pada kebinatangan. Tapi hanya kepada Allah. Hatinya sedih&lt;br /&gt;jika tidak mengingat Allah dalam setiap detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahap 'pengosongan' dan 'pengisian', sebagai tahap ketiga adalah&lt;br /&gt;Tajalli. Yaitu, tahapan dimana kebahagian sejati telah datang. Ia lenyap&lt;br /&gt;dalam wilayah Jalla Jalaluh, Allah subhanahu wata'ala. Ia lebur bersama&lt;br /&gt;Allah dalam kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan. Ia bahagia dalam&lt;br /&gt;keridho'an-Nya. Pada tahap ini, para sufi menyebutnya sebagai ma'rifah, orang yang&lt;br /&gt;sempurna sebagai manusia luhur. Syekh Abdul Qadir Jaelani menyebutnya&lt;br /&gt;sebagai insan kamil, manusia sempurna. Ia bukan lagi hewan, tapi seorang&lt;br /&gt;malaikat yang berbadan manusia. Rohaninya telah mencapai ketinggian&lt;br /&gt;kebahagiaan.  Tradisi sufi menyebut orang yang telah masuk pada tahap&lt;br /&gt;ketiga ini sebagai waliyullah, kekasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang telah memasuki tahapan Tajalli ini, ia telah mencapai&lt;br /&gt;derajat tertinggi kerohanian manusia. Derajat ini pernah dilalui oleh&lt;br /&gt;Hasan Basri, Imam Junaidi al-Baghdadi, Sirri Singkiti, Imam Ghazali, Rabiah&lt;br /&gt;al-Adawiyyah, Ma'ruf al-Karkhi, Imam Qusyairi, Ibrahim Ad-ham, Abu Nasr&lt;br /&gt;Sarraj, Abu Bakar Kalabadhi, Abu Talib Makki, Sayyid Ali Hujweri, Syekh&lt;br /&gt;Abdul Qadir Jaelani, dan lain sebagainya. Tahap inilah hakekat hidup dapat&lt;br /&gt;ditemui, yaitu kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizqon Khamami.&lt;br /&gt;www.PesantrenVirtual.com ]&lt;br /&gt;Hak cipta © 1999-2003 PesantrenVirtual.com.&lt;br /&gt;Informasi: info@pesantrenvirtual.com&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-6242459859975991453?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/6242459859975991453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=6242459859975991453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/6242459859975991453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/6242459859975991453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/07/mencari-hakekat-kebahagiaan.html' title='Mencari Hakekat kebahagiaan'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-7014605010238014778</id><published>2008-06-21T13:25:00.000+07:00</published><updated>2008-06-21T13:26:29.997+07:00</updated><title type='text'>Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Kategori: &lt;/span&gt;&lt;a title="View all posts in Manhaj Salaf" href="http://muslim.or.id/category/manhaj-salaf" rel="category tag"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Manhaj Salaf&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;Caci Maki Mirza Ghulam Ahmad Kepada Seterunya&lt;br /&gt;Dia pernah mengatakan, melalui “wahyu” yang konon diterimanya, bahwa salah seorang seterunya akan mati pada waktu tertentu. Tetapi ternyata, seteru yang ia sebutkan tidak mati. Maka para ulama pun menyanggahnya dengan mengatakan: “Engkau katanya nabi, tidak berbicara kecuali dengan wahyu. Bagaimana mungkin janji Allah tidak tepat?”&lt;br /&gt;Menanggapi bantahan dari para ulama ini, Mirza Ghulam Ahmad bukannya memberi jawaban dengan bukti dan dalil, tetapi justru melontarkan cacian: “Orang-orang yang menentangku, mereka lebih najis dari babi.” (Najam Atsim, hal. 21, karya Ghulam Ahmad)&lt;br /&gt;Cacian-cacian lain yang keluar dari Mirza Ghulam Ahmad ini sudah sangat keterlaluan. Sebab orang-orang umum saja tidak akan sanggup mengatakannya.&lt;br /&gt;Sang anak, Mahmud Ahmad bin Ghulam pernah mendengar ada orang yang mencaci orang lain dengan sebutan “hai anak haram”, maka ia (Mahmud Ahmad) mengatakan: “Orang seperti ini, pada masa Umar dihukum pidana pukul karena melakukan qadzaf (tuduhan zina). Tetapi sekarang, dapat di dengar seseorang mencela orang lain dengan celaan itu, namun mereka tidak bereaksi. Seolah-olah celaan ini tida ada artinya di mata mereka.” (Khutbah Al-Jum’ah, Mahmud Ahmad bin Ghulam, Koran Al-Fadhl, 13 Februari 1922M)&lt;br /&gt;Tetapi ironisnya, ayahnya justru pernah mencela seorang ulama dengan ucapan “hai anak pelacur”. (Najim Atsim, hal. 228, karya Ghulam Ahmad). Mengacu kepada pernyataan Mahmud Ahmad, bukankah berarti Mirza Ghulam ini pantas untuk dihukum pukul? Dan ucapan itu tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, tetapi sangat sering dilontarkan ayahnya “sang mujaddid akhlak”.&lt;br /&gt;Contoh lainnya, di dalam khutbahnya, ia pernah menyampaikan: “Itu adalah kitab. Akan dilihat oleh setiap muslim dengan penuh kecintaan dan sayang serta ia mendapatkan manfaat darinya. Dia akan menerima dan membenarkan dakwahku, kecuali keturunan-keturunan para pelacur yang telah Allah kunci hati mereka. Mereka tidak akan menerima.” (Mir’atu Kamalati Al-Islam, hal. 546, karya Ghulam Ahmad)&lt;br /&gt;Begitulah contoh akhlak Mirza Ghulam Ahmad. Semoga kita terlindung dari perbuatan tercela.&lt;br /&gt;Komentar Mirza Ghulam Ahmad Terhadap Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;Banyak orang yang celaka muncul di muka bumi karena mencela para rasul, tetapi tidak banyak yang sekaliber Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya, dalam mencela para rasul, “mencuri” kenabian. Allah berfirman.&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah…” (Qs. Al-An’am: 93)&lt;br /&gt;Dia mengklaim sebagai nabi dan rasul-Nya, seperti yang dilakukan oleh Musailamah dan Al-Aswad An-Ansi. Langkah berikutnya, ia mengaku sebagai orang yang paling utama dari dari seluruh nabi dan rasul. Sebagaimana ia menyatakan dirinya telah dianugerahi segala yang telah diberikan kepada seluruh para nabi (Durr Tsamin, hal. 287-288, karya Ghulam Ahmad). Dalam pernyataan yang lain, ia mengatakan, sesungguhnya Nabi (Muhammad) mempunyai tiga ribu mukjizat saja. “Sedangkan aku memiliki mukzijat lebih dari satu juta jenis”, kata Ghulam Ahmad (Tadzkirah Asy-Syahadatain, hal. 72, karya Ghulam Ahmad)&lt;br /&gt;Di lain tempat, katanya, Islam muncul bagaikan perjalanan hilal (bulan, dari kecil), dan kemudian ditaqdirkan mencapai kesempurnaannya di abad ini menjadi badr (bulan pernama), dengan dalil (menurutnya)… (Khutbah Al-Hamiyah, hal. 184, karya Ghulam Ahmad), sebuah tafsiran yang kental nuansa tahrifnya (penyelewengan), layaknya perlakuan kaum Yahudi terhadap Taurat. Sebuah makna yang tidak dikehendaki Allah, tidak pernah disinggung Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun terbetik di benak salah seorang sahabat, para imam dan ulama tafsir. Demikian salah satu trik untuk merendahkan kedudukan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Salah seorang juru dakwah mereka, juga tidak ketinggalan ikut membeo merendahkan martabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengatakan: “Sesungguhnya Muhammad pernah sekali datang kepada kami. Pada waktu itu, beliau lebih agung dari bi’tsah yang pertama. Siapa saja yang ingin melihat Muhammad dengan potretnya yang sempurna, hendaknya ia memandang Ghulam Ahmad di Qadian.” (Koran milik Qadiyaniah, Badr, 25 Oktober 1902M)&lt;br /&gt;Kritik Sang Nabi Palsu Terhadap Beberapa Nabi&lt;br /&gt;Mirza Ghulam Ahmad pernah berkomentar tentang Nabi Isa: “Sesungguhnya Isa tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang shalih. Sebab orang-orang mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan perilakunya tidak baik.” (Hasyiyah Sitt Bahin, hal. 172, karya Ghulam Ahmad)&lt;br /&gt;Komentar miring lainnya, menurutnya, Isa cenderung menyukai para pelacur. Karenanya nenek-neneknya adalah termasuk pelacur (Dhamimah Anjam Atsim, Hasyiyah, hal. 7, karya Ghulam Ahmad)&lt;br /&gt;Anehnya, meski perkataan yang keluar dari mulutnya sangat kotor, tetapi ternyata Mirza Ghulam Ahmad “bersabda” dalam hadits palsunya: “Sesungguhnya celaan, makian, bukan perangai orang-orang shidiq. Dan orang yang beriman, bukanlah orang yang suka melaknat.” (Izalatul Auham, hal. 66)&lt;br /&gt;Cacian Mirza Ghulam Ahmad Kepada Para Sahabat&lt;br /&gt;Para sahabat pun tidak lepas dari cercaan yang dilancarkan Ghulam Ahmad. Termasuk penghulu para remaja/pemuda di surga kelak, yaitu Hasan, Husain, juga Abu Bakar dan Umar&lt;br /&gt;Mirza Ghulam Ahmad ini mengataan: “Orang-orang mengatakan aku lebih utama dari Hasan dan Husain. Maka aku jawab, Itu benar. Aku lebih utama dari mereka berdua. Dan Allah akan menunjukkan keutamaan ini.” (I’jaz Ahmadi, hal. 58, karya Ghulam Ahmad)&lt;br /&gt;Salah seorang anaknya dengan congkak berkata: “Dimana kedudukan Abu Bakar dan Umar (tidak ada apa-apanya) bila dibandingkan dengan kedudukan Mirza Ghulam Ahmad? Mereka berdua saja tidak pantas untuk membawa sandalnya.” (Kitab Al-Mahdi, Pasal 304, hal. 57, karya Muhammad Husain Al-Qadiyani)&lt;br /&gt;Tentang Abu Hurairah, Ghulam Ahmad mengatakan: “Abu Hurairah orang yang dungu. Dia tidak memiliki pemahaman yang lurus.” (I’jaz Ahmadi, hal. 140)&lt;br /&gt;Perhatikan! Padahal ia sendirilah orang yang dungu, lagi bodoh. Lihat pengakuannya: “Sesungguhnya ingatanku sangat buruk. Aku lupa orang-orang yang sering menemuiku.” (Maktubat Ahmadiyah, hal. 21)&lt;br /&gt;Kematian Mirza Ghulam Ahmad&lt;br /&gt;Menyaksikan sepak terjangnya yang kian menjadi, maka para ulama saat itu berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad, agar ia bertaubat dan berhenti menyebarkan dakwahnya yang sesat. Nasihat para ulama ternyata tidak membuahkan hasil. Dia tetap bersikukuh tidak memperdulikan. Akhirnya, para ulama sepakat mengeluarkan fatwa tentang kekufurannya. Di antara para ulama yang sangat kuat menentang dakwah Mirza Ghulam Ahmad, adalah Syaikh Tsanaullah.&lt;br /&gt;Mirza Ghulam Ahmad sangat terusik dengan usaha para ulama yang mengingatkannya. Akhirnya dia mengirimkan surat kepada Syaikh Tsanaullah. Dia meminta agar suratnya ini dimuat dan disebarkan di majalah milik Syaikh Tsanaullah.&lt;br /&gt;Di antara isi suratnya tersebut, Mirza Ghulam Ahmad tidak menerima gelar pendusta, dajjal yang diarahkan kepadanya dari para ulama masa itu. Mirza Ghulam Ahmad menganggap dirinya, tetap sebagai seorang nabi, dan ia menyatakan bahwa para ulama itulah yang pendusta dan penghambat dakwahnya.&lt;br /&gt;Sang nabi palsu ini menutup suratnya dengan do’a sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Wahai Allah Azza wa Jalla Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan di hati. Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka membuat kedustaan atas nama-Mu pada waktu siang dan malam hari, maka binasakanlah aku saat Ustadz Tsanaullah masih hidup, dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku.&lt;br /&gt;“Wahai Allah! Dan jika saya benar, sedangkan Tsanaullah berada di atas kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah dia dengan penyakit ganas, seperti tha’un, kolera atau penyakit lainnya, saat aku masih hidup. Amin.”&lt;br /&gt;Begitulah bunyi do’a Mirza Ghulam Ahmad. Sebuah do’a mubahallah. Dan benarlah, do’a yang ia tulis dalam suratnya tersebut dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Yakni 13 bulan lebih sepuluh hari sejak do’anya itu, yaitu pada tanggal 26 bulan Mei 1908M, Mirza Ghulam Ahmad ini dibinasakan oleh Allah Azza wa Jalla dengan penyakit kolera, yang dia harapkan menimpa Syaikh Tsanaullah. Di akhir hayatnya, saat meregang nyawa, dia sempat mengatakan kepada mertuanya: “Aku terkena penyakit kolera.” Dan setelah itu, omongannya tidak jelas lagi sampai akhirnya meninggal. Sementara itu, Syaikh Tsanaullah masih hidup sekitar empat puluh tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.&lt;br /&gt;Meski kematian telah menjemput Mirza Ghulam Ahmad, tetapi bukan berarti ajarannya juga ikut mati. Ternyata kian tersebar di tengah masyarakat. Karenanya, sebagai seorang muslim, hendaklah lebih berhati-hati, agar tidak terjerat dengan berbagai ajaran sesat.&lt;br /&gt;Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai sebuah kebenaran, dan berilah kami kekuatan untuk melakukannya. Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada kami kebatilan sebagai sebuah kebatilan, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-7014605010238014778?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/7014605010238014778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=7014605010238014778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/7014605010238014778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/7014605010238014778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/siapakah-mirza-ghulam-ahmad.html' title='Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ?'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-1052933177392918607</id><published>2008-06-21T13:18:00.000+07:00</published><updated>2008-06-21T13:19:49.902+07:00</updated><title type='text'>Hak dan Kewajiban Umat Terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و من سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له و أشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن نبينا و سيدنا محمدا عبده و رسوله صلى الله عليه و على آله و أصحابه و من سار على نهجه و منواله إلى يوم الدين ثم أما بعد :&lt;br /&gt;Segala puji semata-mata hanya untuk Allah azza wa jalla, kami memuji, meminta ampun, dan meminta perlindungan dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami semata-mata hanya kepada Allah azza wa jalla. Siapa yang di beri hidayah oleh Allah maka tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak akan ada yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi kami dan pemimpin kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan dan hamba-Nya. Semoga shalawat beriring salam semoga selalu terlimpahkan kepada beliau, kepada keluarga beliau, kepada sahabat beliau, dan kepada mereka yang berjalan di atas jalan beliau sampai hari kiamat nanti. Amma ba’du:&lt;br /&gt;Ini adalah kesempatan yang sangat berharga sekali di mana Allah azza wa jalla telah memudahkan bagi kita untuk dapat bertemu dengan saudara-saudara kita seagama, di mana kita dapat saling mengingatkan kepada apa yang dapat mendatangkan manfaat bagi kita, baik yang berkaitan dengan perkara agama kita, kehidupan kita, atau kehidupan kita di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudaraku sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki hak yang sangat besar atas umatnya. Karena beliau adalah sebab kita dihidupkan Allah azza wa jalla sesudah kematian, dan diberikan hidayah sesudah kesesatan. Semua hati berada di dalam kegelapan, kecuali hati yang disinari oleh cahaya risalah dan kenabian beliau. Maka pada kesempatan kali ini, ada baiknya pembahasan kita berkenaan tentang kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Kewajiban Pertama Atas Umat Ini, Setelah Meyakini Kenabian Beliau Adalah Mencintai Beliau, Cinta yang Benar-Benar Tumbuh dari Hati yang Suci&lt;br /&gt;Bahkan wajib hukumnya untuk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi cinta kita kepada orang tua, anak, istri, bahkan seluruh manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;{ لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده و الناس أجمعين }&lt;br /&gt;“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sehingga dia mencintaiku melebihi daripada cintanya kepada orang tua, anak, bahkan manusia seluruhnya”. (HR. Bukhari bab Hubbur rasuul shallallahu ‘alaihi wa sallam minal iimaan)&lt;br /&gt;Di antara tanda kebenaran cinta seseorang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah keinginan mereka untuk dapat melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti sabda beliau di dalam shahih Muslim:&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ {مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ}&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Yang paling cinta kepadaku di antara umatku adalah orang-orang yang hidup sesudahku, di mana salah seorang di antara mereka ingin melihatku walau harus mengorbankan keluarga dan harta benda.” (HR. Muslim bab Fii man yawaddu ru’yatan nabiyyi shallallahu ‘alaihi wa sallam)&lt;br /&gt;Kalau kita mau merenungkan sejenak, bagaimana kecintaan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada beliau, niscaya akan kita dapatkan suatu kenyataan yang sangat mengagumkan sekali, di mana salah seorang di antara mereka tidak dapat tidur nyenyak hanya untuk menunggu waktu shalat subuh sehingga dia dapat melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu contoh yang lain, di mana salah seorang di antara mereka rela mengorbankan jiwa dan raganya, menghadapi kilatan pedang dan tombak, hanya untuk melindungi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, salah seorang di antara mereka berkata:&lt;br /&gt;صدري دون صدرك, نحري دون نحرك يا رسول الله&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah! Dadaku adalah tameng bagi dadamu, begitu juga leherku adalah tameng bagi lehermu.” (HR. Bukhari 3811, Muslim 1811)&lt;br /&gt;Di dalam shahih Bukhari terdapat kisah Khubaib bin Abdillah Al-Anshary yang ditawan oleh kaum musyrikin, ketika hendak membunuhnya, mereka berkata:&lt;br /&gt;أتود أن محمدا مكانك و أنت في أهلك و مالك؟ قال: لوددت أني أقتل و أن رسول الله صلى الله عليه و سلم لا يشاك بشوكة.&lt;br /&gt;“Bagaimana menurutmu, apabila engkau bebas dan berada di antara harta dan keluargamu, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada pada posisimu saat ini? Maka dia pun berkata: lebih baik saya mati, daripada harus melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertusuk walau oleh sebuah duri.” (HR. Bukhari 3045, Thobroni di dalam Al-Mu’jamul Kabir)&lt;br /&gt;Saudaraku! Beginilah cinta sejati kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beginilah para salaf mencintai Rasulullah. Salah seorang di antara mereka, apabila teringat Rasulullah maka mata mereka akan berlinang air mata. Di antara mereka ada yang berwudu’ sebelum menyampaikan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan ada yang memerintahkan untuk diam ketika dibacakan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana mereka diam ketika mendengarkan ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;Hak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Kedua Adalah Engkau Meyakini Bahwa Tidak Ada Kebahagiaan dan Tidak Ada Kebaikan, Melainkan Hanya Dengan Mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;Semua jalan menuju Allah tertutup, kecuali jalan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Wahai hamba Allah! Apakah engkau menginginkan hidayah? Sesungguhnya engkau tidak akan mendapatkannya kecuali hanya dengan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ الأعراف: 158&lt;br /&gt;“Dan ikutilah dia (Rasulullah) agar kalian mendapatkan petunjuk.” (QS. Al-A’raaf: 158)&lt;br /&gt;وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا النور: 54&lt;br /&gt;“Dan apabila kalian mengikutinya (Muhammad) maka kalian akan mendapatkan petunjuk.” (Qs. An-Nur: 54)&lt;br /&gt;Apakah engkau menginginkan cinta dan ampunan Allah azza wa jalla? Maka simaklah firman Allah berikut ini:&lt;br /&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ آل عمران: 31&lt;br /&gt;“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)&lt;br /&gt;Apakah engkau menginginkan rahmat Allah azza wa jalla? Renungkanlah firman Allah berikut ini:&lt;br /&gt;وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ آل عمران: 132&lt;br /&gt;“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad) agar kalian diberikan rahmat.” (QS. Ali ‘Imran: 132)&lt;br /&gt;Apakah engkau menginginkan kehidupan yang hakiki? Allah azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ الأنفال: 24&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberikan kehidupan kepadamu.” (QS. Al-Anfaal: 24)&lt;br /&gt;Jadi, pada hakikatnya engkau wahai hamba Allah! Adalah mati, kecuali apabila Allah azza wa jalla menghidupkanmu dengan mengikuti Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-1052933177392918607?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/1052933177392918607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=1052933177392918607' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/1052933177392918607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/1052933177392918607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/hak-dan-kewajiban-umat-terhadap.html' title='Hak dan Kewajiban Umat Terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-261909660678153011</id><published>2008-06-21T13:13:00.001+07:00</published><updated>2008-06-21T13:13:56.820+07:00</updated><title type='text'>Jangan Marah…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”&lt;br /&gt;Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)&lt;br /&gt;Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan.”&lt;br /&gt;Tips Menanggulangi Kemarahan&lt;br /&gt;Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah:&lt;br /&gt;Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.&lt;br /&gt;Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya.&lt;br /&gt;Mengambil sikap diam, tidak berbicara.&lt;br /&gt;Duduk atau berbaring.&lt;br /&gt;Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah.&lt;br /&gt;Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.&lt;br /&gt;Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.&lt;br /&gt;Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan, “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-261909660678153011?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/261909660678153011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=261909660678153011' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/261909660678153011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/261909660678153011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/jangan-marah.html' title='Jangan Marah…'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-8403668807633009118</id><published>2008-06-21T13:08:00.000+07:00</published><updated>2008-06-21T13:11:16.827+07:00</updated><title type='text'>Mengikuti Ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Bukanlah Teroris</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Marilah Mengagungkan dan Melaksanakan Ajaran Nabi&lt;br /&gt;Kita dapat melihat dalam beberapa ayat telah dijelaskan mengenai pentingnya menaati dan mengagungkan ajaran (petunjuk) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam serta bahaya meninggalkannya. Di antaranya, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ&lt;br /&gt;“Barang siapa yang menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS. An Nisa’ 4: 80)&lt;br /&gt;فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;br /&gt;“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An Nur 24: 63)&lt;br /&gt;وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ&lt;br /&gt;“Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. An Nur 24: 54)&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (1) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ (2)&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu , sedangkan kamu tidak menyadari.” (QS. Al Hujuraat 49: 2). Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Ini adalah adab yang Allah perintahkan kepada hamba-Nya yang beriman ketika berinteraksi dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu hendaklah mereka menghormati dan mengagungkannya.”&lt;br /&gt;Hal ini juga dapat dilihat dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu seolah-olah inilah nasehat terakhir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu ‘anhum,&lt;br /&gt;« فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ »&lt;br /&gt;“Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan hadits ini hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib no. 37)&lt;br /&gt;Salah seorang khulafa’ur rosyidin dan manusia terbaik setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mengatakan,&lt;br /&gt;لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ&lt;br /&gt;“Aku tidaklah biarkan satupun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (Lihat Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa atsar ini shohih)&lt;br /&gt;Ibnu Baththoh dalam Al Ibanah, 1/246, mengomentari perkataan Abu Bakar di atas, beliau rahimahullah mengatakan, “Inilah, wahai saudaraku! Orang yang paling shiddiq (paling jujur) seperti ini saja masih merasa takut dirinya akan menyimpang jika dia menyelisihi sedikit saja dari perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana lagi dengan orang yang mengejek Nabi dan perintahnya (ajarannya), membanggakan diri dengan menyelisihinya, mencemooh petunjuknya (ajarannya). -Kita memohon kepada Allah agar terjaga dari kesalahan dan agar terselamatkan dari amal yang jelek-&lt;br /&gt;Imam Syafi’iy rahimahullah mengatakan, “Kaum muslimin telah sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.”&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, “Barang siapa menolak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia telah berada dalam jurang kebinasaan.”&lt;br /&gt;Imam Malik bin Anas rahimahullah mengatakan, “Sunnah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah perahu/kapal Nabi Nuh. Siapa saja yang menaikinya (melaksanakan petunjuk Nabi) pasti akan selamat, sedangkan yang menyelisihinya pasti akan tenggelam.” (Dinukil dari Ta’zhimus Sunnah, hal. 13-17, Abdul Qoyyum As Sahyabaniy)&lt;br /&gt;Dari ayat, hadits, dan perkataan para ulama di atas, nampak jelas bahwa seorang muslim hendaknya selalu mengagungkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menaatinya dan mengikutinya. Itulah sikap seorang muslim yang benar, bukan malah mengejek dan mengolok-olok orang yang berpegang teguh dengan agama ini. Seharusnya seorang muslim mencela orang yang tidak shalat, mencela wanita-wanita yang tidak memakai jilbab atau yang memakai jilbab tetapi cuma sekedar aksesoris dan bukan menutupi aurat yang wajib ditutupi. Kenapa kaum muslimin malah sebaliknya? Kenapa malah mencela orang yang seharusnya tidak dicela? Ini adalah suatu pencelaan yang tidak adil.&lt;br /&gt;Kisah-Kisah Orang yang Meremehkan Ajaran Nabi&lt;br /&gt;Berikut kami akan membawakan kisah-kisah orang yang meremehkan atau tidak mau mengindahkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akibat yang mereka peroleh di dunia. Sebagian kisah ini diperoleh dari Sunan Ad Darimi pada Bab ‘Disegerakannya hukuman di dunia bagi orang yang meremehkan perkataan Nabi dan tidak mengagungkannya’.&lt;br /&gt;Kisah Pertama: Kerabat dekat tidak mau diajak bicara lagi karena meremehkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang khodzaf&lt;br /&gt;Khodzaf adalah melempar batu atau kerikil antara dua jari telunjuk atau antara ibu jari dan jari telunjuk atau antara bagian luar jari tengah dan bagian dalam ibu jari. Inilah sebagian pengertian khodzaf sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 15/412.&lt;br /&gt;Dari Sa’id bin Jubair dari Abdullah bin Mughoffal, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang khodzaf Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,&lt;br /&gt;« إِنَّهَا لاَ تَصْطَادُ صَيْداً وَلاَ تَنْكِى عَدُوًّا، وَلَكِنَّهَا تَكْسِرُ السِّنَّ وَتَفْقَأُ الْعَيْنَ »&lt;br /&gt;“Binatang buruan itu tidak bisa ditangkap dengan khodzaf dan tidak bisa digunakan untuk memerangi musuh. Khodzaf itu hanya mematahkan gigi dan mencungkil mata.”&lt;br /&gt;Kemudian seseorang -yang masih ada hubungan keluarga dengan Sa’id- mengambil sesuatu di tanah. Lalu dia berkata, “Lihatlah ini. Tahukah yang akan diperbuat?” Kemudian Sa’id mengatakan, “Bukankah aku telah memberitahukan kepadamu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu engkau menganggap remeh? Sungguh, aku tidak akan berbicara kepadamu selamanya.”&lt;br /&gt;Husain Salim Asad mengatakan bahwa hadits ini juga terdapat dalam shohih Bukhari-Muslim dan sanadnya shohih.&lt;br /&gt;Kisah Kedua: Tidak mau diajak bicara lagi karena meremehkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;Dari Qotadah, beliau berkata bahwa Ibnu Sirin mengatakan kepada seseorang sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia mengatakan, “Akan tetapi si A mengatakan demikian dan demikian.” Lalu Ibnu Sirin mengatakan, “Saya mengatakan kepadamu hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kamu malah berkata si A mengatakan demikian dan demikian? Aku tidak akan berbicara kepadamu selamanya.”&lt;br /&gt;Husain Salim Asad mengatakan bahwa jalur dari Sa’id bin Basyir, itu sanadnya berderajat hasan.&lt;br /&gt;Kisah Ketiga: Tertimpa kecelakaan karena tidak mau menghiraukan hadits Nabi yang melarang keluar masjid setelah adzan&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Harmalah mengatakan, “Seorang laki-laki datang menemui Sa’id bin Al Musayyib untuk menitipkan sesuatu karena mau berangkat haji dan umroh. Lalu Sa’id mengatakan kepadanya, “Janganlah pergi, hendaklah kamu shalat terlebih dahulu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;« لاَ يَخْرُجُ بَعْدَ النِّدَاءِ مِنَ الْمَسْجِدِ إِلاَّ مُنَافِقٌ إِلاَّ رَجُلٌ أَخْرَجَتْهُ حَاجَتُهُ وَهُوَ يُرِيدُ الرَّجْعَةَ إِلَى الْمَسْجِدِ »&lt;br /&gt;“Tidaklah keluar dari masjid setelah adzan kecuali orang munafik atau orang yang ada keperluan dan ingin kembali lagi ke masjid.”&lt;br /&gt;Lalu orang ini mengatakan, “(Tetapi) teman-temanku sedang menunggu di Al Harroh.” Lalu dia keluar (dari masjid). Belum lagi Sa’id menyayangkan kepergiannya, tiba-tiba dikabarkan orang ini telah jatuh dari kendaraannya sehingga pahanya patah.”&lt;br /&gt;Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.&lt;br /&gt;Tambahan kisah berikut, kami peroleh dari sumber rujukan lainnya.&lt;br /&gt;Kisah Keempat: Diperintahkan makan dengan tangan kanan namun enggan&lt;br /&gt;Terdapat sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Muslim.&lt;br /&gt;عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ حَدَّثَنِى إِيَاسُ بْنُ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ&lt;br /&gt;Dari Ikrimah bin ‘Ammar, (beliau berkata) Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ telah berkata bahwa ayahnya mengatakan kepadanya (yaitu) ada seorang laki-laki makan dengan tangan kirinya di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Makanlah dengan tangan kananmu.” Lalu dia mengatakan, “Aku tidak mampu.” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau memang tidak akan mampu”. Tidak ada yang menghalanginya untuk menaati Nabi kecuali rasa sombong. Akhirnya, dia tidak bisa lagi mengangkat tangan kanannya ke mulut. (HR. Muslim no. 5387)&lt;br /&gt;An Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim mengatakan, “Perkataan ‘Tidaklah ada yang menghalanginya kecuali rasa sombong’, ini bukan berarti dia adalah munafik. Karena semata-mata ada rasa sombong dan menyelisihi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidaklah mengharuskan adanya nifak dan kekufuran dalam diri seseorang. Akan tetapi perbuatan ini adalah maksiat, mengingat perintah itu adalah perintah yang harus diperhatikan.”&lt;br /&gt;Kisah Kelima: Menganggap remeh sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur di malam hari&lt;br /&gt;Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il At Taimiy -dalam penjelasan beliau terhadap shohih Muslim- berkata, “Aku telah membaca di sebagian kisah (hikayat) mengenai sebagian ahli bid’ah ketika mendengar hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ&lt;br /&gt;“Jika salah seorang di antara kalian bangun tidur, maka janganlah dia mencelupkan tangannya di dalam bejana sampai dia mencucinya tiga kali terlebih dahulu, karena dia tidak tahu di manakah tangannya bermalam.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dalam rangka mengejek, ahli bid’ah ini berkata, “Ya, saya tahu ke mana tangan saya bermalam di ranjang!!” Lalu tiba-tiba pada saat pagi, dia dapati tangannya berada dalam dubur sampai pergelangan tangan.&lt;br /&gt;At Taimiy berkata, “Oleh karena itu hendaklah seseorang berhati-hati untuk meremehkan sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kondisi-kondisi yang menuntut diam. Lihatlah apa yang terjadi pada orang ini karena akibat dari perbuatannya.” (Bustanul ‘Arifin li An Nawawi. Dinukil dari Ta’zimus Sunnah, hal. 19-20, Darul Qosim)&lt;br /&gt;-bersambung insya Allah-&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.(Penuntut Ilmu di Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)Muroja’ah: Ustadz Aris MunandarArtikel www.muslim.or.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-8403668807633009118?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/8403668807633009118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=8403668807633009118' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/8403668807633009118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/8403668807633009118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/mengikuti-ajaran-nabi-shallallahu.html' title='Mengikuti Ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Bukanlah Teroris'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-5091352306509770936</id><published>2008-06-18T13:23:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T13:24:15.483+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Do'a Tak diijabah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah, berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :&lt;br /&gt;Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada mamfaatnya keimananmu itu.&lt;br /&gt;Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi buah dari keimananmu itu?&lt;br /&gt;Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan. &lt;br /&gt;Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya. &lt;br /&gt;Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu? &lt;br /&gt;Setiap saat sengkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang nyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya.&lt;br /&gt;Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia. &lt;br /&gt;Nah, bagaimana mungkin do’amu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu.Dalam riwayat lain, ada seorang laki-laki dating kepada Imam Ja’far Ash Shiddiq, lalu berkata, “Ada dua ayat dalam Al Qur’an yang aku paham apa maksudmu?”“Bagaimana dua bunyi ayat itu?” Tanya Imam Ja’far. Yang pertama berbunyi “Ud’uuni astajib lakum” (Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu), (QS. Al Mu’min [40] : 60). Lalu aku berdo’a dan aku tidak melihat do’aku diijabah,” ujarnya."Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?" tanya Imam Ja'far."Tidak," jawab orang itu."Lalu ayat yang kedua apa?" Tanya Imam Ja'far lagi."Ayat yang kedua berbunyi "Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu, wahuwa khairun raaziqin" (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya), (QS. Saba [34] : 39). Aku telah berinfak tetapi aku tidak melihat penggantinya," ujarnya."Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?" tanya Imam Ja'far lagi."Tidak," jawabnya."Lalu mengapa?" Tanya imam Ja'far."Aku tidak tahu," jawabnya.Imam Ja'far kemudian menjelaskan, "Akan kukabarkan kepadamu, Insya Allah seandainya engkau menaati Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepadamu, kemudian engkau berdo'a kepada-Nya, maka Allah akan mengijabah do'amu. Adapun engkau berinfak tidak melihat hasilnya, kalau engkau mencari harta yang halal, kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yang benar, maka tidaklah infak satu dirham pun, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak. Kalau engkau berdo'a kepada Allah, maka berdo'alah kepada-Nya dengan Jihad Do'a. Tentu Alah akan menjawab do'amu walaupun engkau orang yang berdosa.""Apa yang dimaksud Jihad Do'a?" sela orang itu.Apabila engkau melakukan yang fardhu maka agungkanlah Allah dan limpahkanlah Dia atas segala apa yang telah ditentukan-Nya bagimu. Kemudian, bacalah shalawat kepada Nabi SAW dan bersungguh-sungguh dalam membacanya. Sampaikan pula salam kepada imammu yang memberi petunjuk. Setelah engkau membaca shalawat kepada Nabi, kenanglah nikmat Allah yang telah dicurahkan-Nya kepadamu. Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat yang telah engkau peroleh.Kemudian engkau ingat-ingat sekarang dosa-dosamu satu demi satu kalau bisa. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yang engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang tak kau ingat. Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tidak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dengan seluruh penyesalan dengan penuh keikhlasan serta rasa takut tetapi juga dipenuhi harapan.Kemudian bacalah, "Ya Allah, aku meminta maaf kepada-Mu atas seluruh dosaku. Aku meminta ampun dan taubat kepada-Mu. Bantulah aku untuk mentaati-Mu dan bimbinglah aku untuk melakukan apa yang Engkau wajibkan kepadaku segala hal yang engkau rdhai. Karena aku tidak melihat seseorang bisa menaklukkan kekuatan kepada-Mu, kecuali dengan kenikmatan yang Engkau berikan. Setelah itu, ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tidak akan menyiakan do'amu," papar Imam Ja'far.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-5091352306509770936?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/5091352306509770936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=5091352306509770936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/5091352306509770936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/5091352306509770936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/mengapa-doa-tak-diijabah.html' title='Mengapa Do&apos;a Tak diijabah'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-394505023001377177</id><published>2008-06-18T13:19:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T13:20:40.761+07:00</updated><title type='text'>Berpikir Sederhana</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan. Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?" Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-394505023001377177?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/394505023001377177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=394505023001377177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/394505023001377177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/394505023001377177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/berpikir-sederhana.html' title='Berpikir Sederhana'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-5214048460658792210</id><published>2008-06-18T13:15:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T13:16:31.058+07:00</updated><title type='text'>Studi Jaring Insang ( Gill-Net</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: Jaring insang (Gill-net)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    aring insang (gill-net) adalah jaring berbentuk empat persegi panjang dengan perinsif pengoperasian memotong arah pergerakan ikan (memotong arus) sehingga ikan yang tertangkap terjerat dibagian insang (single gill-net), terpuntal khususnya pada jaring insang lebih dari satu webbing (dauble gill-net dan tranmel net).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pengoperasian dari jaring insang pada umumnya dilakukan secara pasif, tetapi ada juga yang dioperasikan secara aktif. Untuk jaring insang yang dioperasikan secara pasif umumnya dilakukan pada malam hari, baik dioperasikan dengan alat bantu cahaya atau tanpa alat bantu cahaya. Dan untuk jaring insang yang dioperasikan secara aktif umumnya dilakukan pada siang hari yaitu dengan cara mengaktifkan jaring supaya ikan tertangkap atau dengan kata lain tidak menunggu supaya ikan memasuki jaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian jaring insang (gill-net) baik itu jaring insang satu lembar, dua lembar maupun tiga lembar terdiri dari:&lt;br /&gt;Pelampung (Float)&lt;br /&gt;Tali pelampung (Float line)&lt;br /&gt;Tali ris atas dan bawah&lt;br /&gt;Tali penggantung badan jaring bagian atas dan bawah (Upper bolch line dan under bolch line)&lt;br /&gt;Serampad atas dan bawah (Upper selvedge dan under selvedge)&lt;br /&gt;Badan jaring atau jaring utama&lt;br /&gt;Tali pemberat (senker line)&lt;br /&gt;Pemberat (sinker)&lt;br /&gt;Secara umum bagian jaring dapat diuraikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelampung (Float)&lt;br /&gt;Pelampung yang dipakai pada jaring insang biasanya terbuat dari berbagai bahan seperti styrofoam, polyvinyl chloride, gelas plastik dll, yang mempunyai daya apung dengan bentuk yang beraneka ragam.Jumlah, berat jenis dan volume dari pelampung yang dipasang dalam satu piece menentukan besar kecilnya daya apung (buoyancy). Besar kecilnya daya apung yang terpasang pada satu piece sangat berpengaruh terhadap baik buruknya saat pengoperasian jaring insang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tali Pelampung (Float line)&lt;br /&gt;Tali pelampung adalah tali yang dipakai untuk memasang pelampung yang bahannya terbuat dari sintetis atau bahan lain yag bisa dibuat pelampung. Untuk menyambungkan antara piece satu dengan piece lain bagian tali pelampung pada tiap ujung jaring biasanya dilebihkan 30 - 50 cm, dan salah satu pangkal dikasih splacing untuk memudahkan membuat simpul dalam proses penyambungan antar piece. Arah pilinan dari tali pelampung umumnya berlawanan dengan arah pilinan tali ris atas, kalau arah pilinan tali pelampung arah S, maka arah pilinan tali ris atas adalah Z, begitu juga sebaliknya dengan tujuan agar dalam proses pengoperasian tidak terbelit satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tali Ris Atas dan Bawah&lt;br /&gt;Tali ris pada jaring insang umumnya terdiri dari tali ris atas dan tali ris bawah yang fungsinya adalah untuk dipakai untuk memasang atau menggantungkan badan jaring. Pemasang tali ris atas dipasang di bawah tali pelampung sedangkan tali ris bawah dipasang diatas tali pemberat. Arah pilinan tali ris atas umumnya berlawanan dengan arah tali pelampung dan juga begitu sebaliknya dengan arah pilinan tali ris bawah yang berlawanan dengan tali pemberat. Panjang masing-masing tali ris atas ditambah kurang lebih masing-masing 30-50 cm untuk menyambungkan piece yang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tali Penggantung Badan Jaring&lt;br /&gt;Tali penggantung badan jaring adalah tali yang dipakai untuk menyambungkan atau menggantungkan badan jaring pada tali ris. Bahan dari penggantung badan jaring umumnya terbuat dari bahan sintetis seperti vinylon, polyvinyl chloride, saran atau bahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serampad Atas dan Bawah (Upper dan Under selvedge)&lt;br /&gt;Serampad adalah susunan mata jaring yang ditambahkan pada badan jaring bagian atas dan bawah. Tujuan pemasangan serampad adalah sebagai penguat badan jaring dan untuk mempermudah dalam pengoperasian jaring. Nomor benang yang dipakai biasanya 2-3 lebih besar dari nomor benang yang dipakai pada jaring utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Jaring atau Jaring Utama (Main Net)&lt;br /&gt;Badan jaring adalah merupakan satu lembar atau lebih webbing yang digunakan untuk menjerat ikan yang menjadi tujuan hasil tangkap. Bahan jaring utama umunya memakai bahan sintetis seperti nylon twine dan bahan sintetis lainnya. Diameter dan ukuran benang dari masing-masing mata jaring, umunya disesuaikan dengan ikan atau habitat perairan lainnya yang akan dijadikan target penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tali Pemberat (Sinker Line)&lt;br /&gt;Tali pemberat adalah tali yang dipakai untuk memasang pemberat yang bahannya tebuat dari bahan sintetis atau bahan lainnya yang bisa dijadikan untuk tali pemberat. Untuk menyambungkan antara piece yang satu denga piece yang lain bagian tali pemberat dari tiap ujung jaring biasanya dilebihkan 30-50 cm dan dikasih splacing, begitu juga dengan arah pilinan berlawanan dengan tali ris bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberat (sinker)&lt;br /&gt;Pemberat yang dipakai pada jaring insang umumnya tebuat dari tali timah atau benda lainnya yang mempunyai daya tenggelam dengan bentuk yang beraneka ragam. Besar kecilnya daya tenggelam (singking force) yang terpasang pada satu jenis jaring insang, berpengaruh terhadap baik buruknya hasil tangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; By; Kusnadi PSP-Faperta UNSUR&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-5214048460658792210?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/5214048460658792210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=5214048460658792210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/5214048460658792210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/5214048460658792210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/studi-jaring-insang-gill-net.html' title='Studi Jaring Insang ( Gill-Net'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-6025054509379194891</id><published>2008-06-18T13:11:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T13:14:13.098+07:00</updated><title type='text'>Alat Tangkap Trawl</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;               Trawl merupakan jaring yang berbentuk kerucut yang dioperasikan  dengan menghela (towing) di dasar perairan dengan menggunakan kapal. Untuk membuka mulut jaring kearah samping  atau secara vertical digunakan otterboard dan untuk membuka kearah atas dipasang pelampung pada tali ris atas dan pemberat pada tali ris bawah. Trawl diperkenalkan sekitar tahun 1870 di Sungai Themmes (Nomura and Yamazaki, 1977).&lt;br /&gt;            Berdasarkan daerah operasi traw dapat dikelompokan menjadi tiga Yaitu : 1) trawl dasar (bottom traw), 2) trawl pertenggahan (midwater trawl), dan trawl permukaan (pelagic trawl). Trawl dasar dioperasikan tepat atau di dekat dasar perairan. Trawl permukaan dioperasikan di permukaan. Trawl pertengahan dioperasikan pada kedalaman di antara keduanya. Berikut ini yang akan ditelaah hanya trawl dasar saja (Nomura and Yamazaki, 1977). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLASIFIKASI ALAT TANGKAP TRAWL&lt;br /&gt;                Trawl dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara yaitu berdasarkan : 1) cara mulut jaring terbuka, 2) jumlah kapal yang mengoperasikan, 3) letak jaring pada saat dioperasikan , 4)  jumlah panel (sim), 5 ) jumlah alat tangkap yang dioperasikan,            6) tempat jaring diturunkan dan 7) jenis tujuan penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Cara Mulut Jaring Terbuka&lt;br /&gt;                Berdasarkan cara mulut jaring terbuka  trawl dapat dikelompokan menjadi 1) beam trawl 2) otter trawl dan 3) bull trawl (paranzela). Beam trawl  adalah untuk membuka mulut jaring dipasang kerangka (beam) dari besi otter trawl adalah alat tangkap trawl  yang mempergunakan otter board  atau door (pintu) atau kite (layang-layang) untuk membuka mulut jaring kearah samping. Sedangkan bull trawl yaitu trawl yang dioperasikan dengan memnggunakan dua kapal untuk membuka mulut jaring ke arah  samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal Penangkap (Trawler)&lt;br /&gt;Menurut Soemarto (1979), kapal penangkap harus memenuhi persyaratan antara lain :&lt;br /&gt;1.     Kesanggupan berlayar dengan tenaga sendiri serta dapat melakukan penangkapan yang kontinue.&lt;br /&gt;2.     Kesanggupan berlayar dilaut dengan baik, yaitu dalam segala keadaan cuaca yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;3.     Mempunyai stabilitas yang tinggi dengan  daya simpan yang baikterhadap muatan yang berat.&lt;br /&gt;4.     Tempat persediaan yang cukup untuk bahan bakar, makanan dan air untuk keperluan operasi dalam waktu serta jarak yang telah ditentukan untuk keperluan yang tak terduga.  &lt;br /&gt;                Menurut Soemarto (1979), berdasarkan jumlah  yang digunakan dalam operasi penangkapan maka ada dua jenis kapal yaitu :&lt;br /&gt;1.     Trawl kapal tunggal (One Boat Trawl)&lt;br /&gt;2.     Trawl kapal ganda (Two Boat Trawl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN ALAT TANGKAP TRAWL&lt;br /&gt;Komponen utama pembentuk trawl terbagi menjadi enam, yaitu webbing, ris, pelampung, pemberat, warp dan otter board (Nomura, 1975)..  Berikut ini adalah urutan bahan jaring yang memiliki elongasi tertinggi hingga terendah untuk tingkat pintalan sedang (medium twist), yaitu Polyamide (PA) staple fiber memiliki elongasi tertinggi, Polyvinyl alcohol (PVA) staple fiber, PA  continuous filament, Polyethylene (PE) mono filament, Polypropylene (PP) continuous filament, PP split (film) fiber, Polyester (PES) continuous filament memiliki elongasi terendah. Kawasan Eropa banyak menggunakan polyamide continuous filament (braided system) dan Asia menggunakan polyethylene mono filament (twisted system), walaupun tidak ideal tapi harganya murah dan banyak diproduksi&lt;br /&gt;Bahan ris atas dan ris bawah umumnya adalah kompon (compound rope).  Kompon merupakan modifikasi dari tali baja (Steel wire) dimana masing-masing strand dibalut dengan serat polyvinyl alcohol (PVA) atau polyester (PES), bagian tengahnya (core) diisi dengan tali katun (cotton rope) yang telah dicelup dengan bahan pelumas (grease) dan rope itu sendiri dililit (seizing) dengan benang PVA. Pelampung yang terpasang pada ris atas berbentuk bola (kosong di tengah) terbuat dari bahan plastic (PL), berkuping satu atau dua. Pemberat umumnya terdiri dari rantai besi yang dipasangkan pada ris bawah, bola besi (bobbin), dan potongan ban bekas berbentuk bulat (rubber slices). Bahan warp terbuat dari tali baja (steel cable), Nomura (1975).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="_Toc417384043"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc381420673"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;W a r p&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Tali yang menghubungkan kapal dengan trawl disebut warp, Nomura (1975), selanjutnya warp ditulis warp.  Menurut Fridman (1969) karakteristik penting gerakan trawl di dalam air dipengaruhi oleh kedalaman trawl, jarak antara trawl dan kapal saat towing sepanjang haluan yang ditempuh, dan panjang warp diperkirakan tiga kali panjang dalam perairan.&lt;br /&gt;Otter Board&lt;br /&gt;Otter board dimaksudkan untuk membuka mulut trawl ke arah horisontal (bukaan samping) dengan memanfaatkan resistan hidrolik (hydraulic resistance) terhadap aliran air.  Fungsi otter board mirip dengan layang-layang di udara yang menghasilkan dua komponen gaya yaitu gaya angkat (lift) dan hambatan (drag).  Demikian juga otter board menghasilkan dua komponen gaya, yaitu sheer dan drag. Sheer (mirip pada layang-layang, lift) akan mendorong otter board ke arah luar garis lunas (centerline) sebaliknya drag (drag force) akan meningkatkan total resistan trawl.  Otter board yang baik memiliki sheer yang besar dan drag yang kecil (Nomura, 1975).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Engkus Kusnadi PSP- (FAPERTA)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-6025054509379194891?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/6025054509379194891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=6025054509379194891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/6025054509379194891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/6025054509379194891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/alat-tangkap-trawl.html' title='Alat Tangkap Trawl'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-102958184987386263</id><published>2008-06-18T13:08:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T13:09:39.111+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Kasih Sayang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Mahasuci ALLOH, Zat yang Maha Mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut. Betapa tidak? Jikalau kemampuan kita menyayangi orang lain tercerabut, maka itulah biang dari segala bencana, karena kasih sayang ALLOH Azza wa Jalla ternyata hanya akan diberikan kepada orang-orang yang masih hidup kasih sayang di kalbunya.Karenanya, tidak bisa tidak, kita harus berjuang dengan sekuat tenaga agar hati nurani kita hidup. Tidak berlebihan jikalau kita mengasahnya dengan merasakan keterharuan dari kisah-kisah orang yang rela meluangkan waktu untuk memperhaikan orang lain. Kita dengar bagaimana ada orang yang rela bersusah-payah membacakan buku, koran, atau juga surat kepada orang-orang tuna netra, sehingga mereka bisa belajar, bisa dapat informasi, dan bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas.Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "ALLOH SWT mempunyai seratus rahmat (kasih sayang), dan menurunkan satu rahmat (dari seratus rahmat) kepada jin, manusia, binatang, dan hewan melata. Dengan rahmat itu mereka saling berbelas-kasih dan berkasih sayang, dan dengannya pula binatang-binatang buas menyayangi anak-anaknya. Dan (ALLOH SWT) menangguhkan 99 bagian rahmat itu sebagai kasih sayang-Nya pada hari kiamat nanti." (H.R. Muslim).Dari hadis ini nampaklah, bahwa walau hanya satu rahmat-Nya yang diturunkan ke bumi, namun dampaknya bagi seluruh makhluk sungguh luar biasa dahsyatnya. Karenanya, sudah sepantasnya jikalau kita merindukan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan ALLOH SWT, tanyakanlah kembali pada diri ini, sampai sejauhmana kita menghidupkan kalbu untuk saling berkasih sayang bersama makhluk lain?Kasih sayang dapat diibaratkan sebuah mata air yang selalu bergejolak keinginannya untuk melepaskan beribu-ribu kubik air bening yang membuncah dari dalamnya tanpa pernah habis. Kepada air yang telah mengalir untuk selanjutnya menderas mengikuti alur sungai menuju lautan luas, mata air sama sekali tidak pernah mengharapkan ia kembali. Sama pula seperti pancaran sinar cerah matahari di pagi hari, dari dulu sampai sekarang ia terus-menerus memancarkan sinarnya tanpa henti, dan sama pula, matahari tidak mengharap sedikit pun sang cahaya yang telah terpancar kembali pada dirinya. Seharusnya seperti itulah sumber kasih sayang di kalbu kita, ia benar-benar melimpah terus tidak pernah ada habisnya.Tidak ada salahnya agar muncul kepekaan kita menyayangi orang lain, kita mengawalinya dengan menyayangi diri kita dulu. Mulailah dengan menghadapkan tubuh ini ke cermin seraya bertanya-tanya:  Apakah wajah indah ini akan bercahaya di akhirat nanti, atau justru sebaliknya, wajah ini akan gosong terbakar nyala api jahannam? Tataplah hitamnya mata kita, apakah mata ini, mata yang bisa menatap ALLOH, menatap Rasulullah SAW, menatap para kekasih ALLOH di surga kelak, atau malah akan terburai karena kemaksiyatan yang pernah dilakukannya? Rabalah bibir manis kita, apakah ia akan bisa tersenyum gembira di surga sana atau malah bibir yang lidahnya akan menjulur tercabik-cabik?! Perhatikan tubuh tegap kita, apakah ia akan berpendar penuh cahaya di surga sana, sehingga layak berdampingan dengan si pemiliki tubuh mulia, Rasulullah SAW, atau tubuh ini malah akan membara, menjadi bahan bakar bersama hangusnya batu-batu di kerak neraka jahannam? Ketika memandang kaki, tanyakanlah apakah ia senantiasa melangkah di jalan ALLOH sehingga berhak menginjakkannya di surga kelak, atau malah akan dicabik-cabik pisau berduri. Memandang mulusnya kulit kita, renungkanlah apakah kulit ini akan menjadi indah bercahaya ataukah akan hitam legam karena gosong dijilat lidah api jahannam? Mudah-mudahan dengan bercermin sambil menafakuri diri, kita akan lebih mempunyai kekuatan untuk menjaga diri kita. Jangan pula meremehkan makhluk ciptaan ALLOH, sebab tidaklah ALLOH menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia. Semua yang ALLOH ciptakan syarat dengan ilmu, hikmah, dan ladang amal. Semua yang bergerak, yang terlihat, yang terdengar, dan apa saja karunia dari ALLOH adalah jalan bagi kita untuk bertafakur jikalau hati ini bisa merabanya dengan penuh kasih sayang.Dikisahkan di hari akhir datang seorang hamba ahli ibadah kepada ALLOH, tetapi ALLOH malah mencapnya sebagai ahli neraka, mengapa? Ternyata karena suatu ketika si ahli ibadah ini pernah mengurung seekor kucing sehingga ia tidak bisa mencari makan dan tidak pula diberi makan oleh si ahli ibadah ini. Akhirnya mati kelaparanlah si kucing ini. Ternyata walau ia seorang ahli ibadah, laknat ALLOH tetap menimpa si ahli ibadah ini, dan ALLOH menetapkannya sebagai seorang ahli neraka, tiada lain karena tidak hidup kasih sayang di kalbunya. Tetapi ada kisah sebaliknya, suatu waktu seorang wanita berlumur dosa sedang beristirahat di pinggir sebuah oase yang berair dalam di sebuah lembah padang pasir. Tiba-tiba datanglah seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya seakan sedang merasakan kehausan yang luar biasa. Walau tidak mungkin terjangkau kerena dalamnya air di oase itu, anjing itu tetap berusaha menjangkaunya, tapi tidak dapat. Melihat kejadian ini, tergeraklah si wanita untuk menolongnya. Dibukalah slopnya untuk dipakai menceduk air, setelah air didapat, diberikannya pada anjing yang kehausan tersebut. Subhanallah, dengan ijin ALLOH, terampunilah dosa wanita ini.Demikianlah, jikalau hati kita mampu meraba derita makhluk lain, insya ALLOH keinginan untuk berbuat baik akan muncul dengan sendirinya.Kisah lain, ketika suatu waktu ada seseorang terkena penyakit tumor yang sudah menahun. Karena tidak punya biaya untuk berobat, maka berkunjunglah ia kepada orang-orang yang dianggapnya mampu memberi pinjaman biaya.Bagi orang yang tidak hidup kasih sayang di kalbunya, ketika datang orang yang akan meminjam uang ini, justru yang terlintas dalam pikirannya seolah-olah harta yang dimilikinya akan diambil oleh dia, bukannya memberi, malah dia ketakutan akan hartanya karena disangkanya akan habis atau bahkan jatuh miskin. Tetapi bagi seorang hamba yang tumbuh kasih sayang di kalbunya, ketika datang yang akan meminjam uang, justru yang muncul rasa iba terhadap penderitaan orang lain. Bahkan jauh di lubuk hatinya yang paling dalam akan membayangkan bagaimana jikalau yang menderita itu dirinya. Terlebih lagi dia sangat menyadari ada hak orang lain yang dititipkan ALLOH dalam hartanya. Karenanya dia begitu ringan memberikan sesuatu kepada orang yang memang membutuhkan bantuannya. Ingatlah, hidupnya hati hanya dapat dibuktikan dengan apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain dengan ikhlas. Apa artinya hidup kalau tidak punya manfaat? Padahal hidup di dunia ini cuma sekali dan itupun hanya mampir sebentar saja. Tidak ada salahnya kita berpikir terus dan bekerja keras untuk menghidupkan kasih sayang di hati ini. Insya ALLOH bagi yang telah tumbuh kasih sayang di kalbunya, ALLOH Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah Kasih Sayang-Nya akan mengaruniakan ringannya mencari nafkah dan ringan pula dalam menafkahkannya di jalan ALLOH, ringan dalam mencari ilmu dan ringan pula dalam mengajarkannya kepada orang lain, ringan dalam melatih kemampuan bela diri dan ringan pula dalam membela orang lain yang teraniaya, Subhanallah. Cara lain yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menghidupkan hati nurani agar senantiasa diliputi nur kasih sayang adalah dengan melakukan banyak silaturahmi kepada orang-orang yang dilanda kesulitan, datang ke daerah terpencil, tengok saudara-saudara kita di rumah sakit, atau pula dengan selalu mengingat umat Islam yang sedang teraniaya, seperti di Bosnia, Checnya, Ambon, Halmahera, atau di tempat-tempat lainnya.Belajarlah terus untuk melihat orang yang kondisinya jauh di bawah kita, insya ALLOH hati kita akan melembut karena senantiasa tercahayai pancaran sinar kasih sayang. Dan hati-hatilah bagi orang yang bergaulnya hanya dengan orang-orang kaya, orang-orang terkenal, para artis, atau orang-orang elit lainnya, karena yang akan muncul justru rasa minder dan perasaan kurang dan kurang akan dunia ini, Masya ALLOH. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-102958184987386263?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/102958184987386263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=102958184987386263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/102958184987386263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/102958184987386263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/indahnya-kasih-sayang.html' title='Indahnya Kasih Sayang'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-284538621652418835</id><published>2008-06-18T13:03:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T13:05:12.647+07:00</updated><title type='text'>Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang? Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, katapria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu. Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita. Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.(afzn.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-284538621652418835?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/284538621652418835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=284538621652418835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/284538621652418835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/284538621652418835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/kekayaan-kesuksesan-dan-cinta.html' title='Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-66589370202944247</id><published>2008-06-15T04:33:00.000+07:00</published><updated>2008-06-15T04:33:00.601+07:00</updated><title type='text'>Pengkayaan Stok (Stock Enhancement) dalam Mewujudkan Perikanan Tangkap yang Bertanggungjawab</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada tahun 60-an, produksi perikanan tangkap Indonesia sangatlah melimpah. Pada masa itu para pemimpin bangsa dan para nelayan memiliki pemikiran dan perasaaan yang sejalan dan sama-sama menyatakan “potensi perikanan laut Indonesia sangatlah melimpah, lautnya kaya raya akan sumber daya alamnya”.&lt;br /&gt;Tetapi keadaan ini tidak berlangsung selamanya. Pada awal tahun 2000-an, pejabat, wartawan dan siapa saja yang mengunjungi nelayan pada musim ikan akan tetap menyatakan bahwa “ikan kita masih melimpah”. Hal tersebut karena memang terlihat bahwa hasil tangkapan ikan yang banyak dan ikannya pun besar-besar. Namun memori otak para nelayan yang telah menekuni pekerjaan ini sejak tahun 60-an merekam data kognitif, afektif dan konatif bahwa musim ikan tahun ini tidaklah sebanyak tahun-tahun dulu lagi. Ukuran ikannya pun makin tahun makin mengecil, solar yang diperlukan untuk melaut semakin banyak, dan Iain-Iain.&lt;br /&gt;Perbedaan data kognitif, afektif dan konatif yang dimiliki para stakeholder perikanan tangkap inilah yang akan menentukan jawaban bagi pertanyaan “apakah ikan di laut Indonesia ini masih melimpah atau sudah berkurang?”. Keyakinan terhadap jawaban pertanyaaan ini akan menurunkan pemikiran perlu tidaknya peningkatan stok atau stock enhancement.&lt;br /&gt;Pada tahun 60-an, pada saat seluruh stakeholder perikanan sepakat menyatakan bahwa potensi perikanan laut Indonesia sangat melimpah. Pernyataan tersebut didukung oleh data statistik perikanan 1974 yang menyatakan bahwa produksi perikanan tangkap Indonesia pada 1960 baru mencapai 410.043 ton dan naik menjadi 722.512 ton pada 1968. Jadi hasil tangkapan tersebut hanya 6,6 % (1960) dan 11, 6 % (196 dari MSY yang besarnya 6,2 ton. Sehingga wajar apabila pada saat itu ikan di perairan lautIndonesia masih melimpah. Jumlah nelayannya, pun baru 870.137 orang pada 1968 dan bahkan menurun menjadi 841.627 orang pada 1970, dan meningkat kembali menjadi 854.000 orang pada tahun 1973.&lt;br /&gt;Pada tahun 2004 produksi perikanan tangkap negara kita telah mencapai 4,8 ton atau 77,4% MSY dan jumlah nelayan pun telah naik menjadi 3,4 juta orang (Statistik Perikanan 2004). (Berdasarkan data tersebut secara nasional potensi perikanan laut Inonesia di abad 21 ini mungkin sudah tidak melimpah lagi. Gambaran rata-rata pendapatan nelayan Indonesia yang terlihat dari produktivitas rata-rata nelayan Indonesia pun nilainya dibawah negara-negara lain. Produktivitas nelayan Indonesia secara rata-rata maksimal hampir seperdelapan nelayan negara tetangga Malaysia dan sepertigapuluh nelayan Rusia. Indonesia memiliki terlalu banyak nelayan dan kekurangan akan stok ikan.&lt;br /&gt;Untuk menghindari kekurangan ikan tangkapan di laut sudah semestinya pemerintah melakukan upaya pengkayaan stok atau stock enhancement atau sea ranching seperti yang telah dilakukan oleh negara Jepang. Pengkayaan stok merupakan sebuah proses pelepasan juvenile (benih ikan berukuran besar, pada ikan disebut “ngramo”; pada udang dikenal dengan istilah tokolan) ke perairan lingkungan alam dengan tujuan untuk meningkatkan populasi ikan tertentu yang ditargetkan sehingga berperan mengembalikan bentuk piramida ekosistem atau piramida trophic level.&lt;br /&gt;Benih ikan yang dilepas dalam pengkayaan stok ini tergantung pada populasi ikan (kwartiary consumer, tertiary consumer atau secondary consumer) yang populasinya telah berkurang akibat intervensi manusia, baik penangkapan, reklamasi pantai atau polusi. Overstocking suatu spesies akan mengubah bentuk piramida dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Sehingga upaya pengkayaan stok tidak dapat begitu saja melepas ikan yang akan producer). Namun selama ini intervensi manusia masih mengganggu bentuk piramida selama itu pula pengkayaan stok terus dilakukan. Di Jepang, intervensi manusia telah mengganggu puncak piramida sehingga pengkatan stok dilakukan pada kelompok consumer tingkat atas.&lt;br /&gt;Keberhasilan sea ranching pada udang penaeus japonicus di teluk Hamanako berdasarkan penelitian Uno Yutaka (1985) ditunjukkan dengan tumbuhnya udang hasil penebaran yang hampir sama cepatnya dengan pertumbuhan udang alam dan tertangkapnya kembali udang-udang tersebut. Penagkapan udang di Teluk Hamanako menghasilkan produksi 2,4 kali lebih besar dari perairan alami lainnya. Benih udang berukuran 26-28 mm sebanyak 2.485.000 ekor yang dilepas pada Agustus sampai Oktober 1982 telah tertangkap kembali sebanyak 386.483 ekor seberat 4.030 kg pada tahun 1983.&lt;br /&gt;Efektivitas stocking ini ditentukan oleh tiga faktor penting yaitu teknik dan taktik pelepasan yang ditentukan oleh faktor manusia; kualitas ikan yang ditentukan oleh proses pembenihan/pendederan yang dialami benih; dan kondisi lingkungan yang ditentukan oleh faktor-faktor lapangan tempat pelepasan. Teknik dan taktik pelepasan melibatkan permasalahan kapan, dimana, bagaimana dan berapa banyak benih harus dilepas ke alam. Survei kondisi lingkungan daerah sasaran stoking harus mampu memberi informasi tentang kelimpahan makanan alami ikan yang akan dilepas; hewan-hewan predator; habitat dan segala kondisi fisik daerah seperti temperature, salinitas dan arus. Semua informasi tersebut akan sangat membantu memcahkan masalah teknik dan taktik pelepasan.&lt;br /&gt;Kualitas ikan juga ditentukan oleh aspek morfologi dan fisiologi. Kesempurnaan kedua aspek ini dicirikan dengan adanya benih yang sehat dan aktif, yang dijadikan prasyarat bisa digunakannya benih untuk pengkayaan stok. Namun ternyata benih yang sehat dan aktif inipun tidak selalu berkorelasi positif dengan rasio tertangkap kembalinya ikan (recapture rate) ikan. Seperti halnya dengan benih ikan ayu (plecoglossus altivelis) yang memiliki kecepatan berenang dua kali lebih cepat ternyata hanya dapat ditangkap kembali sebesar 50 % dari ikan yang memiliki kemampuan berenang normal. Jadi, selain aspek morfologi dan fisiologi, aspek tingkah laku benih juga perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;Pengalaman Negara LainBerdasarkan pengalaman negara lain seperti Jepang yang merupakan negara terkemuka dalam stock enhancement, Indonesia dapat belajar banyak dari kebijakan nasional negara Jepang ini dalam mempertahankan kekayaan alam ikan di laut miliknya. Jepang telah melaksanakan kegiatan stock enhancement sejak tahun 1963 dengan target area Laut Kepulauan Seto seluas 18.000 km2 yang dihubungkan dengan laut lepas oleh tiga selat. Dengan pengkayaan stok ini, Jepang dapat mempertahankan hasil tangkapan pada level 15.000-an ton sejak tahun 1986 sampai 1995. Menengok ke belakang ternyata Jepang pernah mengalami penurunan hasil tangkapannya dari tahun 1960 sebesar 25.000-an ton menjadi 15.000-an ton pada tahun 1986.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan kebijakan nasional bidang pengkayaan stok ini negara Jepang telah mengeluarkan biaya sebesar US $ 850.000 pada tahun 1968 dan meningkat tajam pada tahun 1996 yang mencapai US$ 59 juta. Pengkayaan stok yang dilakukan Jepang memang sangatlah mahal biayanya, namun hal ini akan membawa keuntungan yang berlipat pula bagi masyarakatnya dan pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian negara Jepang itu sendiri. Stok ikan yang ada diperairan laut Jepang terjamin keberadaannya sehingga besaran hasil tangkapannya pun akan terjamin.&lt;br /&gt;Belajar dari kebijakan negara Jepang, sudah semestinya kini pemerintah Indonesia mulai untuk mengambil sikap dan cepat bertindak agar stok ikan tangkapan di laut Indonesia tetap terjaga kelestariannya dan tidak terus terjadi penurunan dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Demersal &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-66589370202944247?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/66589370202944247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=66589370202944247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/66589370202944247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/66589370202944247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/pengkayaan-stok-stock-enhancement-dalam.html' title='Pengkayaan Stok (Stock Enhancement) dalam Mewujudkan Perikanan Tangkap yang Bertanggungjawab'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-4559532915929686099</id><published>2008-06-14T14:37:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T14:40:23.069+07:00</updated><title type='text'>Potensi Ekonomi Kelautan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Selain beban utang dan penurunan daya saing ekonomi, masalah ekonomi paling krusial Indonesia adalah kemiskinan (60 juta jiwa) dan pengangguran (40 juta orang). Karena itu, setiap sektor pembangunan harus berkinerja maksimal dan bersinergi untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;Di era globalisasi yang bercirikan liberalisasi perdagangan dan persaingan antarbangsa yang makin sengit, segenap sektor ekonomi harus mampu menghasilkan barang dan jasa (goods and services) berdaya saing tinggi. Mengingat potensinya sangat besar, sementara permintaannya terus meningkat --seiring dengan bertambahnya penduduk dunia-- ekonomi kelautan diyakini dapat menjadi keunggulan kompetitif dan memecahkan persoalan bangsa.&lt;br /&gt;Sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pembangunan (ekonomi) kelautan yang besar dan beragam. Sedikitnya terdapat 10 sektor yang dapat dikembangkan untuk memajukan dan memakmurkan Indonesia, yaitu: (1) perikanan tangkap; (2) perikanan budidaya; (3) industri pengolahan hasil perikanan; (4) industri bioteknologi kelautan; (5) pertambangan dan energi; (6) pariwisata bahari; (7) transportasi laut; (8) industri dan jasa maritim; (9) pulau-pulau kecil; dan (10) sumberdaya non-konvensional.&lt;br /&gt;Potensi lestari sumberdaya ikan (SDI) laut Indonesia sekitar 6,4 juta ton per tahun atau 7,5 persen dari total potensi lestari ikan laut dunia. Saat ini, tingkat pemanfaatannya baru 4,4 juta ton. Masih ada peluang mengembangkan usaha perikanan tangkap di daerah-daerah seperti pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT sampai ke ZEEI di Samudra Hindia; Teluk Tomini; Laut Sulawesi; Laut Banda; dan ZEEI di Samudra Pasifik. Potensi produksi SDI usaha perikanan budidaya jauh lebih besar ketimbang perikanan tangkap, sekitar 58 juta ton per tahun, dan baru diproduksi sebesar 1,6 juta ton (0,3 persen).&lt;br /&gt;Urutan keenamSaat ini Indonesia merupakan produsen ikan terbesar keenam di dunia dengan volume produksi enam juta ton (FAO, 2003). Bila Indonesia mampu meningkatkan produksi perikanannya, terutama yang berasal dari usaha perikanan budidaya, menjadi 50 juta ton per tahun (75 persen dari total potensi), maka Indonesia bakal menjadi produsen perikanan terbesar di dunia.&lt;br /&gt;Hingga kini RRC merupakan produsen ikan nomor wahid dengan total produksi 41 juta ton per tahun. Padahal luas laut dan panjang garis pantainya hanya setengah dari yang kita miliki. Sekadar contoh, usaha budidaya tambak udang. Indonesia memiliki lahan potensial untuk tambak udang sekitar 1,2 juta hektare, dan baru diusahakan 350 ribu hektare dengan produktivitas rata-rata 0,6 ton per hektare per tahun.&lt;br /&gt;Jika kita dapat mengembangkan usaha tambak udang seluas 500 ribu hektare dengan produktivitas rata-rata dua ton per hektare per tahun, akan menghasilkan satu juta ton udang dan devisa 6 miliar dolar AS per tahun --setara dengan total devisa dari seluruh ekspor tekstil kita. Tenaga kerja yang terserap sekitar tiga juta orang.&lt;br /&gt;Rumput laut dengan segenap produk hilirnya bahkan dapat menghasilkan devisa 8 miliar dolar AS per tahun. Lainnya adalah mutiara, kerapu, kakap, baronang, bandeng, nila, lobster, kepiting, rajungan, teripang, abalone, dan ikan hias. Lebih dari itu, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Karena itu, potensi ekonomi industri bioteknologi kelautan sangat besar berupa industri farmasi (seperti Omega-3, squalence, viagra, dan sun-chlorela); industri kosmetika; bioenergi; dan industri lainnya.&lt;br /&gt;Secara potensial, nilai ekonomi total dari produk perikanan dan bioteknologi kelautan Indonesia diperkirakan sebesar 82 miliar dolar AS per tahun. Untuk pariwisata bahari, Negara Bagian Queensland, Australia, dengan panjang garis pantai 2.100 kilometer, mampu menghasilkan devisa 2 miliar dolar AS pada 2002. Maka sebenarnya potensi ekonomi pariwisata bahari Indonesia sangatlah besar. Hampir 70 persen produksi minyak dan gas bumi kita berasal dari kawasan pesisir dan laut. Potensi ekonomi perhubungan laut, juga diperkirakan sekitar 14 miliar dolar AS per tahun.&lt;br /&gt;Di sektor jasa penyediaan tenaga kerja pelaut, potensinya pun luar biasa besarnya. Kebutuhan pelaut dunia pada 2000 sebanyak 1,32 juta orang dengan gaji mencapai 18 miliar dolar AS per tahun. Indonesia baru memasok 34 ribu orang (3 persen). Sedangkan Filipina 191 ribu pelaut (25 persen) dan RRC 104 ribu pelaut (10 persen). Belum lagi potensi ekonomi dari sektor industri dan jasa maritim.&lt;br /&gt;Ekonomi kelautan makin strategis seiring pergesaran pusat kegiatan ekonomi dunia dari Poros Atlantik ke Poros Pasifik. Hampir 70 persen dari total perdagangan dunia berlangsung di kawasan Asia-Pasifik, dan 75 persen dari barang-barang yang diperdagangkannya ditransportasikan melalui laut Indonesia (Selat Malaka, Selat Lombok, Selat Makassar, dan laut-laut lainnya). Seharusnya Indonesia mendapat keuntungan paling besar dari posisi kelautan global tersebut. ''Geographical position is the destiny for a nation-state'', begitu kata Captain AT Mahan of The US Navy.&lt;br /&gt;Empat tujuanPembangunan kelautan hendaknya diarahkan untuk meraih empat tujuan secara seimbang, yakni: (1) pertumbuhan ekonomi tinggi secara berkelanjutan; (2) peningkatan kesejahteraan seluruh pelaku usaha, khususnya para nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat kelautan lainnya yang berskala kecil; (3) terpeliharanya kelestarian lingkungan dan sumberdaya kelautan; dan (4) menjadikan laut sebagai pemersatu dan tegaknya kedaulatan bangsa.&lt;br /&gt;Untuk merealisasikannya, perlu dilaksanakan empat agenda pembangunan kelautan secara terpadu, yaitu penegakkan kedaulatan di laut; menyusun dan mengimplementasikan tata ruang kelautan nasional guna menjamin kepastian dan efisiensi investasi di bidang kelautan, serta kelestarian ekosistem pesisir dan laut; peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha ekonomi kesepuluh sektor kelautan tersebut. Selanjutnya, sebagian hasil (economic rent)-nya digunakan membiayai agenda pertama dan kedua.&lt;br /&gt;Dalam jangka pendek, sektor-sektor ekonomi kelautan yang layak (feasible) dan mampu memecahkan permasalahan ekonomi adalah perikanan budidaya, perikanan tangkap, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pariwisata bahari, industri pelayaran (perhubungan laut), industri maritim, dan pembangunan pulau-pulau kecil.&lt;br /&gt;Pembangunan perikanan budidaya dan perikanan tangkap hendaknya dilaksanakan dengan menerapkan sistem bisnis perikanan secara terpadu yang mencakup aspek produksi, penanganan dan pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan. Selain itu, prioritas pembangunan seyogianya fokus pada komoditas unggulan, yakni udang, kerapu, kakap, bandeng, nila, patin, kepiting, rumput laut, dan kerang mutiara untuk perikanan budidaya. Udang, tuna, cakalang, ikan demersal dan pelagis kecil yang bernilai ekonomis tinggi untuk perikanan tangkap.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan pasar produk hilir rumput laut yang sangat besar atau tak terbatas dengan harga ekspor tinggi (4-70 dolar AS per kg) dan Indonesia memiliki potensi produksi rumput laut terbesar di dunia (18 juta ton rumput laut kering per tahun), maka fokus industri bioteknologi kelautan seyogianya untuk menghasilkan produk semi-refined dan refined (produk akhir) rumput laut jenis karaginan, alginat, dan agarosa untuk industri farmasi, kosmetik, diary products, tekstil, cat, dan industri lainnya.&lt;br /&gt;Untuk perhubungan laut, tinggal mengimplementasikan Inpres No 5/2005 secara serius dengan memberlakukan azas cabotage; meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelayanan pelabuhan laut; mengembangkan Pelabuhan Sabang, Batam, Tanjung Priok, dan Bitung sebagai International Hub Port; penguatan dan pengembangan industri galangan kapal nasional (PT PAL, PT IKI, PT Koja Bahari, dan lain-lain); dan peningkatan produktivitas dan efisiensi manajemen pelayarannya itu sendiri.&lt;br /&gt;Keempat agenda tersebut sesungguhnya sudah dilaksanakan oleh Dewan Maritim Indonesia (DMI), DKP, eserta departemen/instansi dan stakeholders terkait lainnya sejak awal 2000. Dan secara faktual, geliat pembangunan kelautan mulai menunjukkan hasilnya.&lt;br /&gt;Dari perspektif geopolitik, hukum dan perundangan di bidang kelautan telah disusun dan disempurnakan. Seperti penyempurnaan UU No 9/1985 tentang Perikanan yang telah diundangkan sejak 6 Oktober 2004 menjadi UU No 31/2004 tentang Perikanan. Juga Inpres No 5/2005 tentang Pelayaran Nasional, RUU Pengelolaan Wilayah Pesisir, RUU Kelautan, PP No 38/2002 tentang Garis Pangkal Indonesia, dan rencana Keppres tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Terluar dan Wilayah Perbatasan.&lt;br /&gt;Inventarisasi jumlah, penamaan, penyusunan basis data, dan pembangunan pulau-pulau kecil pun mulai digiatkan sejak awal tahun 2000. Berkat kerja sama sinergis antarinstansi terkait, utamanya DKP, Bakosurtanal, Dishidros TNI-AL, Depdagri, dan Deplu, kita pun telah berhasil mempublikasikan ''Peta NKRI'' sejak 2 Mei 2003.&lt;br /&gt;Dari perspektif geoekonomi, pembangunan ekonomi kelautan di sektor perikanan, perhubungan laut, pariwisata bahari, pertambangan dan energi, dan industri maritim pun terus mengalami perbaikan. Namun demikian, perbaikan pembangunan ekonomi di berbagai sektor kelautan tersebut masih jauh dibanding potensinya.&lt;br /&gt;Sekiranya kita mampu meningkatkan intensitas pembangunan ekonomi kelautan secara profesional, bidang kelautan tidak hanya mampu mengeluarkan kita dari persoalan kemiskinan dan pengangguran, tapi juga dapat menghantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil-makmur, dan bermartabat. Untuk mewujudkan ini, maka kebijakan politik-ekonomi (seperti fiskal-moneter, hukum, keamanan, otda, infrastruktur, dan ketenagakerjaan) harus kondusif bagi tumbuh-kembangnya ekonomi kelautan.&lt;br /&gt;Sinergi revitalisasiDalam konteks inilah, seharusnya gerakan nasional Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan yang kental dengan orientasi daratan disinergikan dengan revitalisasi pembangunan kelautan. Infratsructure Summit mestinya disinergikan dengan Agricultural Summit dan Maritime Summit, sehingga kita mampu mendayagunakan seluruh potensi SDA dan SDM. ***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-4559532915929686099?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/4559532915929686099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=4559532915929686099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/4559532915929686099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/4559532915929686099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/potensi-ekonomi-kelautan.html' title='Potensi Ekonomi Kelautan'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-3589810663951668712</id><published>2008-06-14T14:24:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T14:28:45.115+07:00</updated><title type='text'>Serba Serbi Perikanan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#3333ff;"&gt;Antara Peningkatan Devisa dan GEMARIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Husain Latuconsina&lt;br /&gt;Dosen Manajemen Sumberdaya Perikanan Universitas Darussalam Ambon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Adalah sesuatu hal yang bisa dikatakan cukup membingungkan kalau kita membahas tentang dunia perikanan di Indonesia .  Sederhana saja alasannya : 1. Untuk meningkatkan perekonomian bangsa yang sempat terpuruk setelah dilanda krisis ekonomi maka pemerintah Indonesia mulai meningkatkan ekspor produk perikanan yang memang masih memiliki potensi yang cukup besar baik pada sub sektor perikanan tangkap maupun budidaya.&lt;br /&gt;Hal ini merupakan respon positip dari permintaan akan berbagai macam produk perikanan yang datang dari berbagai negara konsumen utama dunia seperti Jepang, Korea, Hongkong, Singapura dan beberapa negara Eropa serta Amerika. 2. Di sisi lain dengan alasan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa maka pemerintah Indonesia juga telah mencanangkan Gerakan Nasional Memasyarakatkan Makan Ikan atau disingkat GEMARIKAN.&lt;br /&gt; Gerakan ini dinilai sangat tepat, mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan sumberdaya hayati perikanan baik di darat maupun di laut. Selain itu produk perikanan memang dikenal banyak mengandung nilai gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sebut saja Omega-3, protein, vitamin, mineral, serta memiliki kandungan kolesterol rendah dan lainnya.&lt;br /&gt;Adapun tujuan GEMARIKAN ini dilatar belakangi oleh animo masyarakat Indonesia didalam mengkonsumsi ikan yang masih begitu rendah bahkan sangat jauh diatas rata-rata jika dibandingkan dengan beberapa negara di dunia dimana masyarakatnya memiliki tingkat konsumsi ikan yang sangat tinggi seperti Jepang sebesar 110 kg/kapita/thn, Hongkong 70 kg/kapita/thn, Korea Selatan 65 kg/kapita/thn, bahkan tingkat konsumsi ikan di Indonesia yang hanya baru mencapai 18 kg/kapita/thn pada tahun 1999 dan mulai mengalami peningkatan sebesar 24,67 kg/kapita/thn pada tahun 2003, malahan dengan kampanye GEMARIKAN ini diharapkan tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat Indonesia akan mencapai 30 kg/kapita/thn, namun harapan itupun masih kalah jauh dibandingkan dengan tingkat konsumsi produk perikanan oleh masyarakat Singapura sebesar 50 kg/kapita/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan Devisa Perikanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Semenjak krisis ekonomi yang juga disertai dengan semakin menyusutnya sumberdaya hayati daratan maka bangsa Indonesia dengan skenario optimistiknya telah memalingkaan pandangannya ke laut yang dirasakan masih sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian negara melalui salah satu sektor andalnnya yaitu Perikanan. Kebijakan ini tidaklah berlebihan karena pada kenyataannya Indonesia memang memiliki keaneka ragaman hayati ikan yang sangat tinggi di dunia, dimana ditemukan sekitar 2000 jenis ikan atau sekitar 25 % ikan yang ada di muka bumi ini ditemukan diperairan Indonesia. Itupun baru sekitar 400 jenis yang diidentifikasi memiliki nilai ekonomis tinggi.&lt;br /&gt;            Besarnya potensi perikanan di Indonesia ini merupakan suatu keunggulan komparatif yang sekaligus menjadi tantangan berat bagi bangsa indonesia untuk dapat memanfaatkan sumberdaya ikan yang ada secara optimal dan berkelanjutan demi peningkatan taraf hidup masyarakat dan peningkatan perekonomian bangsa.&lt;br /&gt;            Kondisi ini direalisasikan dengan peningkatan usaha perikanan tangkap khusunya untuk mengeksploitasi Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dan motorisasi perikanan untuk nelayan tradisional yang masih menggunakan armada penangkapan yang sangat sederhana dan ini diharapkan dapat meningkatkan daya jangkau mereka untuk melakukan penangkapan ikan diatas 3 mil laut dari garis pantai. Sementara dari sub sektor budidaya mulai digalakan dan semakin ditingkatkan khususnya untuk budidaya laut dengan berbagai produk andalan yang sering menjadi tujuan ekspor seperti Ikan kerapu, kepiting, rajungan, udang, teripang, tuna dan lainnya yang memiliki nilai ekonomis penting sehingga diharapkan semakin mampu untuk meningkatkan devisa negara.&lt;br /&gt;            Alhasil dalam beberapa tahun terakhir ini bangsa Indonesia sudah dapat meningkatkan produksi hasil perikanannya seperti pada perikanan tangkap yang semakin meningkat, dimana pada periode 2001-2003 mengalami peningkatan produksi rata-rata sebesar 5,15 % yaitu dari 4.276.720 ton pada tahun 2001, meningkat menjadi 4.728.320 ton pada tahun 2003. Sementara untuk bidang budidaya terjadi pertumbuhan produksi yang begitu besar dimana untuk budidaya baik di laut maupun pada perairan umum (danau dan Sungai) terjadi peningkatan sebesar 9,6 % per tahun dimana pada tahun 1999 produk budidaya mencapai 882.989 ton mengalami peningkatan sebesar 1.140.000 ton pada tahun 2002, dan untuk budidaya perairan diperkirakan akan semakin meningkat produksinya pada tahun-tahun mendatang karena potensi lahan budidaya yang dimiliki bangsa Indonesia sangat terbentang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi GEMARIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mungkin tidaklah berlebihan jika Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan Nasional yang dikampanyekan pemerintah bisa dibilang suatu ironi, karena kampanye GEMARIKAN ternyata kurang didukung dengan usaha dan strategi pemerintah untuk menyediakan produk ikan yang berkualitas tinggi di pasar-pasar domestik untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia, hal ini karena ikan-ikan yang berkualitas tinggi langsung menjadi tujuan ekspor untuk memenuhi permintaan pasar dunia yang semakin tinggi, apalagi nilai jual ikan yang berkualitas tinggi dihargai sangat tinggi pula harganya di pasaran internasional sehingga semakin menguatkan alasan bagi produsen ikan untuk lebih menjatuhkan pilihan menjual ikannya ke pasar mancanegara dibandingkan dengan pasaran dalam begeri.&lt;br /&gt;            Kondisi seperti ini bukanlah menjadi kesalahan siapapun, baik produsen ikan maupun para konsumen ikan dari dalam dan luar negeri. Alasannya karena produsen ikan dalam hal ini para pengusaha perikanan akan lebih mempertimbangkan masalah keutungan ekonomi dibandingkan dengan aspek lainnya, apalagi konsumen dalam negeri memiliki daya beli terhadap produk perikanan yang relatif rendah, jika dibandingkan dengan konsumen luar negeri yang mampu membayar berapapun harganya asalkan produk perikanan yang dibutuhkan dapat tersedia sesuai dengan persyaratan yang diinginkan seperti dalam keadaan segar, daging ikan tidak hancur dan faktor lainnya yang dapat meningkatkan nilai jual ikan dimata konsumen luar negeri.&lt;br /&gt;            Pada akhirnya konsumen produk perikanan dalam negeri (masyarakat Indonesia ), hanya akan mendapatkan produk perikanan nomor dua, dalam artian produk buangan atau produk pilihan terakhir yang pada dasarnya memiliki nilai jual yang rendah karena tidak segar, dagingnya sudah rusak yang dengan sendirinya telah menurunkan mutu dari produk perikanan tersebut.&lt;br /&gt;            Contoh yang paling menarik yang dapat kita angkat adalah produk perikanan laut seperti ikan tuna dimana beberapa jenis ikan ini jarang di konsumsi oleh masyarakat Indonesia . Kalaupun ada pastilah orang yang berkantong tebal, itupun harus memakannya pada restoran-restoran elit dan mahal,  sementara dalam betuk mentah pasti ditemui pada pasar-pasar bersih dan higenis yang sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya dari golongan menengah ke atas, sehingga sangat jauh dari jangkauan dan daya beli masyarakat bawah.&lt;br /&gt;            Dengan kondisi seperti ini maka kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan Nasional yang disuarakan oleh pemerintah akan terasa hambar dimata sebagian besar masyarakat Indonesia yang lebih di dominasi oleh masyarakat menengah ke bawah. Hal ini karena bertolak belakang dengan usaha pemerintah untuk meningkatkan devisa negara melalui ekspor produk perikanan dalam hal jumlah maupun kulaitas ke pasar Internasional.&lt;br /&gt;GEMARIKAN pada dasarnya bukan suatu kampanye untuk sekedar memakan produk perikanan dalam hal kuantitas saja tetapi lebih diprioritaskan dalam hal kualitas produk perikanan yang dikonsumsi dan pada hakekatnya memiliki tujuan yang mulia yaitu untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas. Untuk memenuhi tujuan ini maka produk perikanan yang menjadi tujuan konsumsi masyarakat Indonesia pun harus memiliki kualitas yang tinggi sehingga pada gilirannya akan memenuhi harapan pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;Namun sayangnya kenyataan yang terjadi adalah malah sebaliknya, dimana ikan yang terbaik, terbersih, tersegar dan tertinggi kandungan protein serta senyawa kimiawi esensial lainnya dan sangat di butuhkan oleh tubuh manusia yang terkandung dalam tubuh ikan malah di kirim ke luar negeri. Adapun ikan yang kulitnya sudah mengelupas, daging yang jaringan tubuhnya sudah hancur, bahkan ikan yang telah terkena formalin akibat proses pengawetan malah di jual di pasaran dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-3589810663951668712?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/3589810663951668712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=3589810663951668712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/3589810663951668712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/3589810663951668712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/serba-serbi-perikanan.html' title='Serba Serbi Perikanan'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-5618950307857507875</id><published>2008-06-14T14:22:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T14:24:04.277+07:00</updated><title type='text'>Kebijakan Pemerintah Tentang Usaha Perikanan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DKP REVISI PERMEN USAHA PENANGKAPAN IKAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dalam rangka percepatan pengembangan industri pengolahan hasil perikanan di Indonesia melalui pengembangan usaha penangkapan ikan secara terpadu, Menteri Kelautan dan Perikanan merevisi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.17/MEN/2006 menjadi Permen Nomor:PER.05/MEN/2008 tentang Usaha Perikanan Tangkap. Dalam revisi peraturan tersebut, pembangunan perikanan tangkap didorong untuk meningkatkan status Indonesia dari negara produsen bahan baku menjadi negara industri perikanan yang dapat menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Permen hasil revisi juga cenderung lebih bernuansa desentralisasi dengan diserahkannya kewenangan perpanjangan izin penangkapan ikan diatas 30 GT kepada Gubernur.&lt;br /&gt;Sebelumnya, kehadiran Permen Nomor: PER.17/MEN/2006 telah berhasil mendorong peningkatan investasi usaha perikanan. Adanya revisi Permen diyakini dapat mempercepat upaya peningkatan investasi usaha perikanan sebagaiman salah satu tujuan lahirnya Permen ini. Upaya Pemerintah dapat dilakukan melalui meningkatkan ketersediaan prasarana pendukung, sedangkan investasi dari pihak swasta terutama untuk pengembangan industri perikanan tangkap, baik pada kegiatan hulu, proses produksi maupun kegiatan hilir. Berbagai kegiatan pembangunan perikanan tangkap dilakukan melalui upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha perikanan yang diarahkan untuk meningkatkan konsumsi, penerimaan devisa dan meningkatkan penyediaan bahan baku industri di dalam negeri.&lt;br /&gt;Beberapa pasal penting dari revisi Permen Usaha Perikanan Tangkap ini diantaranya adalah: (1) Pasal 16, yaitu kapal penangkap ikan berbendera Indonesia dapat melakukan penitipan ikan ke kapal pengangkut ikan berbendera Indonesia dalam satu kesatuan manajemen usaha termasuk yang dilakukan melalui kerjasama usaha; (2) Pasal 17, yaitu ikan hasil tangkapan dari kapal penangkap ikan dan atau kapal pengangkut ikan wajib didaratkan seluruhnya di pelabuhan pangkalan yang tercatum dalam SIPI dan atau SIKPI kecuali ikan hidup, tuna untuk sashimi dan/atau ikan lainnya yang menurut sifatnya tidak memerlukan pengolahan; dan (3) Pasal 41, yaitu usia kapal dengan pengadaan dari luar negeri tidak lebih dari 15 tahun kecuali dilakukan rekondisi.&lt;br /&gt;Dalam rangka mewujudkan hal tersebut diatas, Departemen Kelautan dan Perikanan telah menetapkan kebijakan baru untuk menghapuskan skim perijinan penangkapan ikan (licensing) bagi kapal berbendera asing. Untuk itu selanjutnya bagi kapal-kapal berbendera asing yang masih ingin melakukan usaha penangkapan ikan di wilayah perairan ZEE Indonesia, wajib mendirikan usaha pengolahan ikan (land based industry) melalui pola investasi usaha perikanan tangkap terpadu yang berlokasi di Indonesia dengan mitra usaha perusahaan nasional (joint venture).&lt;br /&gt;Investasi usaha perikanan tangkap terpadu adalah pengintegrasian investasi penangkapan ikan dengan industri pengolahan ikan. Setiap usaha penangkapan ikan harus diikuti oleh investasi industri pengolahan sehingga seluruh hasil tangkapan dapat diproses menjadi produk yang bernilai tambah tinggi dan memiliki kualitas ekspor. Berkembangnya industri pengolahan tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif, menggerakkan ekonomi lokal dan memperluas penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.&lt;br /&gt;Dalam Permen No:PER.05/MEN/2008 ini terjadi penambahan pasal menjadi 99 pasal dari sebelumnya 83 pasal dan 20 bab. Selain itu, dalam revisi permen usaha perikanan tangkap tercantum pokok-pokok kegiatan dalam usaha penangkapan ikan meliputi antara lain: jenis usaha dan jenis perizinan, kegiatan penangkapan ikan, kegiatan pengangkutan ikan, kegiatan penangkapan dan kegiatan pengangkutan ikan dalam satuan armada penangkapan ikan, pendaratan ikan, kewenangan penerbitan perizinan, tata cara penerbitan perizinan usaha penangkapan ikan, masa berlaku perizinan, pengadaan kapal penangkap/pengangkut ikan, pemeriksaan fisik kapal, wilayah operasi pelabuhan, usaha penangkapan ikan terpadu, penggunaan tenaga kerja asing diatas kapal, penempatan petugas pemantau perikanan diatas kapal (observer on board), dan kewajiban kapal melakukan pemasangan transmiter/Vessel Monitoring System (VMS). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-5618950307857507875?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/5618950307857507875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=5618950307857507875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/5618950307857507875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/5618950307857507875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/kebijakan-pemerintah-tentang-usaha.html' title='Kebijakan Pemerintah Tentang Usaha Perikanan'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-6837497879537054842</id><published>2008-06-14T14:17:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T14:19:04.818+07:00</updated><title type='text'>Ekonomi Perikanan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DKP Menyiapkan 2.099 Petugas Statistik Perikanan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;JAKARTA, KOMPAS--Departemen Kelautan dan Perikanan menyiapkan 2.099 petugas statistik perikanan tangkap, yang akan bertugas di 400 kabupaten dan 33 provinsi. Pengumpulan data perikanan tangkap baik di perairan laut maupun perairan darat, sangat penting untuk menyusun kebijakan perikanan tangkap di Indonesia, yang dibeberapa perairan melebihi kapasitas lestarinya.&lt;br /&gt;”Dalam pengelolaan perikanan, data memegang peranan penting dan harus ditempatkan pada proses awal. Kami ingin agar data DKP pun akurat,” ujar Sekretaris Jenderal DKP, Widi A. Pratikto, saat membuka Pertemuan Sistem Informasi Statistik Perikanan Tangkap, Rabu (19/9) di Jakarta.&lt;br /&gt;Secara rinci, petugas statistik Perikanan Tangkap di kabupaten /kota berjumlah 2.000 orang, dengan tugas mengumpulkan dan mengolah data. Sedangkan, petugas statistik di provinsi sebanyak 99 orang untuk menangani pengolahan data statistik. Selain itu, di Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, tersedia 16 orang dengan tugas mengolah dan memberikan pembinaan teknis kepada 2.099 petugas daerah.&lt;br /&gt;Statistik perikanan tangkap, bukan hanya digunakan para penentu kebijakan seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Maritim Indonesia (DMI), tetapi juga kalangan perbankan, akademi, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat.&lt;br /&gt;Sementara itu, pengguna di luar negeri diantaranya organisasi internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO), Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC), Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT), dan Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC). (RYO)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-6837497879537054842?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/6837497879537054842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=6837497879537054842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/6837497879537054842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/6837497879537054842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/ekonomi-perikanan.html' title='Ekonomi Perikanan'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-8218647373290205931</id><published>2008-06-14T14:09:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T14:14:31.135+07:00</updated><title type='text'>Alat Tangkap yang Daya Guna</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Set Net sebagai Alternatif Alat Penangkap Ikan Hemat Energi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada saat ini nelayan dan pengusaha perikanan tangkap dipusingkan dengan harga bahan bakar minyak yang cukup tinggi dan ditambah lagi semakin sulit atau jauh mencari daerah penangkapan ikan. Dengan keadaan seperti ini tentu sangat diperlukan untuk mencari alternatif jenis alat tangkap yang pengopeasiannya hemat energi (bahan bakar minyak) dimana set net kemungkinan dapat dikembangkan. Set net atau sero jarring adalah sejenis alat tangkap ikan bersifatmenetap dan berfungsi sebagai perangkap ikan dan biasanya dioperasikan di perairan pantai.&lt;br /&gt;Ikan umumnya memiliki sifat beruaya menyusuri pantai, pada saat melakukan ruaya ini kemudian dihadang oleh jaring set net kemudian ikan tersebut tergiring masuk ke dalam kantong. Ikan yang telah masuk kedalam kantong umumnya akan mengalami kesulitan untuk keluar lagi sehingga ikan tersebut akan mudah untuk ditangkap dengan cara mengangkat jarring kantong. Satu unit set net terdiri dari beberapa bagian yakni penaju (leader net), serambi (trap/play ground), ijeb-ijeb (entrance) dan kantong (bag/crib).&lt;br /&gt;Jenis alat tangkap set net banyak dioperasikan oleh nelayan di Jepang sejak ratusan tahun yang lalu dengan berbagai ukuran yakni kecil, sedang, dan besar. Set net berukuran kecil umumnya dengan panjang penaju kurang dari 500 m dipasang pada kedalaman perairan kurang dari 20 m, sedang yang berukuran besar memiliki panjang penaju antara 4000-5000 m dan dipasang pada perairan dengan kedalaman antara 30 - 40 m. Berbagai jenis ikan yang tertangkap oleh set net di Jepang antara lain: sardine, ekor kuning, salmon, dan tuna. Produksi perikanan dari hasil tangkapan set net di Jepang dapat mencapai 3 % dari produksi total dari hasil tangkapan perikanan laut.&lt;br /&gt;Di Indonesia terdapat berbagai jenis alat tangkap sejenis set net seperti jermal, sero, ambai, belat dan perangkap lainnya. Perbedaan jenis alat tangkap ini dengan set net adalah bahan yang digunakan yakni sebagian besar dari bambu, kecuali bagian kantong yang terbuat dari jaring. Jenis ikan yang tertangkap juga berbeda dimana alat tangkap perangkap (trap) di Indonesia umumnya menangkap jenis ikan demersal seperti layur, petek dan sebagian jenis ikan pelagis seperti sardine dan tembang. Namun pada prinsipnya hampir sama yakni menghadang ruaya ikan kemudian diarahkan masuk ke dalam perangkap/trap dan akhirnya ke kantong.&lt;br /&gt;Uji Coba Set Net di Indonesia Perikanan set net di Indonesia baru dalam taraf penelitian atau uji coba dan belum dikembangkan oleh nelayan secara komersial. Uji coba alat set net pertama kali dilakukan oleh Balai Riset Perikanan Laut/Balai Penelitian Perikanan Laut di perairan Pacitan Jawa Timur pada tahun 1981. Pada tahun yang sama dilakukan juga uji coba di perairan Bajanegara Banten, kemudian diikuti uji coba di Prigi Jawa Timur pada tahun 1982 dan di perairan Selat Sunda, Banten pada tahun&lt;br /&gt;1990 dan 1993. Set net yang diujicoba berukuran relatif kecil dengan panjang penuju antara 100-300 m dan dipasang di perairan pantai dengan kedalaman kurang dari 10 m.&lt;br /&gt;Pada saat uji coba dilakukan penangkatan hasil tangkapan ikan dari kantong setiap hari. Rata-rata hasil tangkapan ikan berkisar antara 20-30 kg/angkat. Hasil tangkapan tertinggi pernah mencapai 100 kg/angkat pada saat dilakukan uji coba di Pacitan. Jenis ikan yang tertangkap saat itu didominasi oleh ikan demersal yang beruaya mengikuti pergerakan pasang surut seperti ikan layur, petek, mata besar dan sebagian ikan pelagis sejenis sardine.&lt;br /&gt;Selanjutnya kegiatan ujicoba set net juga dilakukan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap di perairan Sorong Papua Barat pada tahun 2006. Tipe set net yang diujicoba hampir sama dengan uji coba sebelumnya namun memiliki ukuran yang lebih besar (penaju sekitar 500 m) dan dipasang di perairan yang lebih dalam (lebih dari 20 m).&lt;br /&gt;Kelebihan dan Kelemahan Set Net Kelebihan Hemat bahan bakar karena alat dipasang menetap sehingga kapal tidak perlu berlayar jauh untuk mencari daerah penangkapan. Jaring set net yang terpasang di laut dapat digunakan sebagai tempat berlindung (shelter) ikan-ikan yang berukuran kecil sehingga tidak dimakan predator. Hasil tangkapan ikan relatif segar/masih hidup dan dapat diangkat/diambil sesuai dengan kebutuhan pasar. Mudah dipindahkan dibanding dgn jenis trap yang ada di Indonesia. Sangat sesuai untuk pengembangan usaha perikanan skala menengah kebawah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-8218647373290205931?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/8218647373290205931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=8218647373290205931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/8218647373290205931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/8218647373290205931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/alat-tangkap-yang-daya-guna.html' title='Alat Tangkap yang Daya Guna'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5401379860858033509.post-2319991359925684083</id><published>2008-06-14T11:54:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T11:56:37.761+07:00</updated><title type='text'>Daerah Penangkapan</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;STUDI TENTANG DAERAH PENANGKAPAN IKAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PERAIRAN KOTA MAKASSAR DAN KABUPATEN TAKALAR SERTA HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR OSEANOGRAFI&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu teknologi alat tangkap ikan yang digunkan nelayan disepanjang pesisir Sulawersi Selatan, khususnya di pantai barat pada bagian selatan adalah purse seine, yang berdasarkan klasifikasi alat tangkap di Indoenesia digolongkan sebagai jaring lingkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil tangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap purse seine berdasarkan hubungannya dengan kondisi oseanografi, yang dilaksanakan di Pulau Kodingareng dan Kabupaten Takalar. Analisa data dilakukan dengan melihat persentase komposisi jenis ikan hasil tangkapan pada masing-masing daerah amatan. Parameter oseanografi yang diamati adalah suhu permukaan laut dan salinitas.&lt;br /&gt;Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis ikan kembung mempunyai presentase yang lebih besar dibandingkan jenis ikan lainnya pada kedua lokasi penelitian serta pada setiap penerikan jaring jaring. Jumlah hasil tangkapan pada setiap waktu pengangkatan jaring berbeda nyata berdasrkan uji statistik pada kedua daerah amatan. Sedangkan analisis korelasi antara jumlah hasil tangkapan dengan parameter oseanografi menunjukkan tidak terdapat hubungan atau korelasi yang sangat lemah&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5401379860858033509-2319991359925684083?l=kusnadie44.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kusnadie44.blogspot.com/feeds/2319991359925684083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5401379860858033509&amp;postID=2319991359925684083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/2319991359925684083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5401379860858033509/posts/default/2319991359925684083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kusnadie44.blogspot.com/2008/06/daerah-penangkapan.html' title='Daerah Penangkapan'/><author><name>Engkus Kusnadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726835962302771644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_z6fkZLjywS4/Stb3Gnt7_II/AAAAAAAAABo/jDXYJ0qA-Xc/S220/S7300109.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
